GALI POTENSI EDUKATOR PERGURUAN TINGGI MELALUI DIKLAT KEHUMASAN DAN KANTOR URUSAN INTERNASIONAL

Upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidikan pada perguruan tinggi di Indonesia, maka dilaksanakan pelatihan bidang kehumasan dan kantor urusan internasional di Hotel Menara Peninsula Jalan Letnan Jenderal S. Parman Slipi Jakarta.  Kegiatan ini dilaksanakan  oleh Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional pada 8 hingga 11 Juni 2011. 

Kegiatan selama tiga hari ini dipartisipasi oleh Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dengan mengirimkan Dewi Turgarini, S.S. MM.Par pengelola website fpips.upi.edu. Kegiatan ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu pemaparan materi pertama oleh Dr. Purwanto (Kepala Humas dan Informasi Kemendiknas) dengan topik materi “Kebijakan Kehumasan Kemendiknas dalam Konteks Keterbukaan Informasi Publik.” Kedua Budi Maryono dan Sucipto Hadi Purnomo sang jurnalis dengan topik “Strategi Kreatif Membuat Media Internal.” Ketiga Pepih Nugraha dengan topik “Pemanfaatan Website dan Jejaring Sosial.” Keempat Tri Agung Kristanto dengan topic “Strategi Kerjasama dengan Media Massa.” Terakhir adalah Syamsu Aizil dengan topic “Teknis Kepegawaian Jabatan Fungsional Pranata Humas.”

Prof. Dr. Supriadi Rustad, M.Si  Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan saat membuka acara memaparkan bahwa peranan Event Organiser yang digawangi oleh kantor Urusan Internasional di Perguruan Tinggi dan humas harus menjalin aliansi dengan baik. Hal itu dapat dilakukan misalnya dengan lomba membuat profil perguruan tinggi,  sehingga dapat memacu penggalian informasi apa saja tentangnya.

 

“Informasi data dasar seperti asrama, apartemen, beragam foto yang memeprjelas sarana dan prasarana, transportasi, informasi asuransi, bagaimana proses pengurusan visa dan lainnya.  Saat ini memang Ini adalah sektor yang paling lemah di perguruan tinggi Indonesia, dikarenakan ketidaksiapan infrastruktur dan struktur dalam era internasionalisasi pendidikan.  Saat ini perlu dibangun sistem informasi yang dapat menyokong internasionalisasi perguruan tinggi.” imbuh sang Ditjen.



Berita Terkait

0 Komentar : Closed

Kembali