Have an account?

MENJADI FAKULTAS PELOPOR dan UNGGUL dalam PENGEMBANGAN ILMU,TEKNOLOGI,dan PROFESI berbasis PENELITIAN pada tahun 2020

Forgot your password?

Forgot your username?

FPIPS UPI News
Sabtu, 31 Maret 2012 - 20:54:00 WIB
Lestari Budaya Sunda Dari Saung Angklung Udjo
Diposting oleh : Muhamad Iqbal
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 2714 kali

Sabtu pagi tanggal 31 Maret 2012, Mahasiswa Prodi Pendidikan IPS melakukan kunjungan ke saung angklung mang Udjo. Kedatangan mahasiswa tersebut tak lain dan tak bukan untuk mengkaji tiga hal yang menjadi salah satu kajian dari mata kuliah pendidikan multi budaya yang di ampu oleh Prof. Dr. Dadang Supardan, M.Pd dan M. Iqbal, M.Si. Pertama, mengenai ide yang mendasar mengapa Saung Angklung Udjo didirikan sehingga mahasiswa mampu mendalami hakekat eksistensi dari saung angklung Ujdo. Kedua, mengenai perilaku yang ditampilkan dari para seniman yang merefleksikan nilai-nilai kesundaan yang terbalut dari riang gembira alunan musik angklung. Ketiga, mahasiswa melakukan kajian mengenai benda-benda (artefak) yang di sajikan dalam pagelaran seni angklung Sunda tersebut. Tidak sekedar itu mahasiswa diharapkan mampu mensintesiskan berbagai informasi yang diterima sehingga mampu menghasilkan gagasan yang baru, bagaimana mengolah suatu kesenian tradisional yang dapat menarik minat generasi muda, dan jauh dari kesan kolot dan ketinggalan jaman. Saung Angklung Ujdo memberikan penampilan yang sangat menghibur dan sekaligus mengajak penikmat penampilan tersebut untuk berinteraksi langsung bagaiman memainkan angklung dengan benar dan bermain bersama. Hal tersebut merupakan suatu kesan yang tak akan terlupan oleh mahasiswa PIPS. Karena, dalam waktu yang singkat mereka dapat memainkan angklung bagaikan orang yang telah berlatih lama sebelumnya.

Tidak hanya itu, Saung Angklung Udjo memberikan beberapa pagelaran yang sangat menarik antara lain: Demonstrasi Wayang Golek khas tanah Sunda, yang pada awalnya sering dipentaskan pada acara adat, seperti; upacara bersih desa, ngaruwat, dimainkan oleh seorang dalang. Helaran, upacara ini diperuntukkan bagi perayaan sunatan atau pada saat panen padi, sedangkan angklung yang digunakan yakni angklung dengan nada salendro. Tari Topeng, tarian yang ditampilkan pola tarian klasik Topeng Kandaga, yang menceritakan Ratu Kancana Wungu yang dikejar-kejar oleh Prabu Menakjingga yang tergila-gila padanya. Arumba, alat musik tradisional terbuat dari bambu bertangga nada diatonis, ARUMBA merukan singkatan Alunan, Rum untuk rumpunan dan Ba untuk Bambu. Bermain Anngklung bersama, di mana para peserta diberikan satu-persatu angklung dengan penomeran angklung sesuai dengan tangga nada yang dihasilkan. Angklung Orkestra, yakni penampilan murid-murid mang Ujo yang sudah belajar selama sepuluh tahun dan untuk penampilan orkestra ini setiap pemain minimal memainkan angklung antara 15 sampai 20 angklung. Kegitan yang pamungkas ialah menari bersama, dimana para putra-putri yang telah melakukan pementasan mengajak para penonton untuk menari bersama-sama. (gambar diambil dari panoramio dan Sinopsis Angklung Ujo).




0 Komentar :

Komentar Dengan Facebook