FPIPS SAMBUT BULAN RAMADHAN 1433 H

Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial menyambut bulan Ramadhan 1433 H dengan menggelar pengajian di ruang Auditorium Lantai 6 pada 11 Juli 2012. Para dosen, karyawan, IIK dan mahasiswa menghadiri paparan Dr. H. Aam Amiruddin Lc., M.Si.

Dalam kata sambutannya Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si Dekan FPIPS memaparkan bahwa dalam kesempatan ke depan akan sering bertemu ustad kondang tersebut karena akan menjadi salah seorang dosen mata kuliah Psikologi Komunikasi pada Program Studi Ilmu Komunikasi di FPIPS yang akan dilaksanakan semester depan. Sudah beberapa minggu ini FPIPS mengalami kehilangan dengan meninggalnya cucu Prof. Endang Somantri, Almarhum Drs. Sunarya (mantan staf Keuangan), Almarhumah Dr.Sri Hayati (Dosen Pendidikan Geografi). Ia menyitir pendapat Steve jobs yang memaparkan pentingnya mengingat kematian yang misterius dan juga mengingat jaga silahturahmi. Bila manusia mengingat hal itu maka ia tidak akan salah buat keputusan dalam hidupnya. Dekan pun berpesan agar menyambut bulan Ramadhan dengan menjalin silahturahmi agar dapat meminimalisir segala dosa, dan berharap semoga kehadiran para hadirin dapat menjadi amal yang sholeh di hadapan Allah SWA.

Ustad Aam dalam tauziahnya berharap pertemuan hari itu menjadi suatu amalan yang sholeh. Di Indonesia sudah menjadi tradisi menyambut bulan Ramadhan, dan Rasullullah pun dahulu dua minggu sebelum bulan penuh rahmat itu mengingatkan para umatnya untuk persiapkan diri. Pada dasarnya kesholehnya umat tidak ditentukan oleh kecerdasan, namun ditentukan oleh kesucian hati. Disini Maha Adil-Nya Allah SWA yang menciptakan manusia yang berbeda-beda secara fisik dan intelektual, namun menciptakan kualitas kalbu yang sama. Kualitas kalbu yang tidak sehat dapat terlihat dari ciri pertama, yaitu bila diberi peringatan akan tidak berubah. Bila menghadapi orang begini kita jangan lelah untuk mengingatkan dan mendoakan.  Kedua orang yang hatinya sakit, tidak akan mendapatkan nikmat, karena saat melakukan ibadah dilakukan karena merasa sebagai kewajiban. Ketiga adalah orang yang suka meremehkan dosa.  Keempat adalah orang yang pesimis.  Kelima adalah orang yang tidak senang bila orang lain sukses. Kelima adalah orang yang pendendam. Terakhir adalah orang yang sering melihat orang lain dari sisi buruknya.  Hal tersebut disitir sang ustad dari topik yang diungkap Imam Gozali tentang penyakit-penyakit kalbu.

Bersegeralah untuk memiliki ciri-ciri orang yang hatinya sehat.  Pertama yaitu adalah orang yang didalam hatinya sering rindu kepada Allah, SWA, dan bersegeralah untuk beribadah. selalu terbuka untuk menerima nasehat dari Allah. Jangan lupa kita bila menghimbau dalam kebaikan dan beribadah harus menggnakan bahasa positif. Ketiga adalah orang yang bila mendapat kritik akan segera mengevaluasi diri. Keempat adalah orang yang memiliki jiwa yang tawakal, yaitu selalu berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan menanti kesuksesan dengan ijin Allah SWA. Kelima adalah orang yang sabar dan terakhir adalah orang yang bila berdoa selalu optimis dan berprasangka baik.


"Terkait dengan bulan Ramadhan perlu diingat janji Allah SWA yang akan mengampuni dosa seluruh umatnya.Shaum memiliki fungsi untuk membersihkan dosa, orang yang rajin shaum akan memiliki peluang untuk dikabulkan doanya. Beragam pengabulan doa yang diberikan, ada yang diberikan secara langsung, lamban atau jawaban doanya diganti karena menurut ilmu Allah SWA itu yang terbaik bagi kita. Berdoalah dengan kerendahan hati, dan semua akan terlihat dari orang yang kalbunya sehat karena nampak dari lisannya lurus.  Shaum adalah sarana introspeksi dan pembersih dosa. Maka bila kita mampu melakukan shaum dengan sempurna kita akan siap menghadap bila dipanggil Allah SWA."ujar sang ustad.



Berita Terkait

0 Komentar : Closed

Kembali