MENGGAGAS MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS PESANTREN

Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahi Wa kafa, washalatu waslamu ala nabiyil mustafa wa ala alihi wasahabihi ahli sidqi wal wafa, ama ba’du.
Yang saya hormati,
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanah; Rektor dan Para Pembantu Rektor, Ketua, sekretaris dan Anggota Dewan Audit; Ketua, Sekretaris dan Anggota Senat Akademik; Ketua, Sekretaris, dan Anggota Dewan Guru Besar;Para Dekan dan para Pembantu Dekan; Ketua dan Sekretaris Lembaga; Para Direktur dan Sekretaris Kampus Daerah; Direktur dan Asisten Direktur Sekolah Pascasarjana; Para Ketua Jurusan, Ketua Prodi, seluruh Pimpinan Unit Kerja, Para Karyawan, dan Pengurus IIK; Para Mahasiswa, serta Para Tamu Undangan, dan hadirin yang saya mulyakan.
Perkenankanlah saya pada kesempatan yang membahagiakan ini untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena atas izin-Nya-lah pada hari ini saya berkesempatan menyampaikan pidato pengukuhan guru besar di Universitas Pendidikan Indonesia dalam bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam.
Melalui mimbar yang mulia ini, saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah RI, dalam hal ini Bapak Menteri Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menerbitkan Surat Keputusan Pengangkatan Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
Terima kasih saya sampaikan kepada Ketua Jurusan Drs.H.Fahrudin Mantan Ketua Jurusan MKDU, Dr.H.Abas Asyafah Ketua Jurusan MKDU, Prof.Dr.H.Karim Suryadi, M.Si.,Deakn FPIPS UPI Bandung, Peer Group, yang telah memberikan bimbingan kepada saya ( Bapak Prof.Dr.H.Endang Sumantri, M.Ed., Bapak Prof.Dr.H.Idrus Affandi, SH.,M.Pd., dan Bapak Prof.Dr.H.Ahmad Tafsir, MA.), juga Senat Guru Besar, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia yang telah menyetujui usulan saya tersebut.
Terima kasih saya sampaikan pula kepada hadirin tamu undangan yang saya muliakan, yang telah memenuhi undangan pada acara pengukuhan guru Besar saya dan menyimak isi pidato yang berjudul : “Menggagas Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren”
Hadirin yang saya hormati
Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lahir dari sebuah kegelisahan umat Islam menghadapi dikotomi ilmu agama dan ilmu umum serta keterpisahan intelektual dan spritual. Terjadi dikotomi antara Ilmu Ke-Ilahian dengan Ilmu ke-alaman, atau antara wahyu yang tersurat dalam bentuk ayat-ayat Qur’aniyah dengan ayat-ayat Qauniyah (Sunnatullah) hasil empirik.
Dualisme Pendidikan tersebut di atas, sudah terjadi sejak manusia berada di mukabumi ini, pandangan seperti itu yang paling menonjol ialah pada masa Kemal at-Turk, dengan munculnya ide-ide sukularisme yang dikembangkan di Turki, selanjutnya untuk konteks Indonesia, diperkuat oleh hadirnya sistem Pendidikan Barat yang dibawa oleh Kolonial Belanda, sebelumnya telah berkembang Pendidikan tradisional, yaitu Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tertua dan pusat pendidikan rakyat, juga sekaligus sebagai simbul perlawanan terhadap kolonial Belanda.
Penafsiran kembali terhadap ayat dan sunnah yang memuat konsep-konsep dasar tentang pendidikan, yaitu Tarbiyah, ta’lim, ta’dib, tadris, dengan metode burahani, irfani, irsyadi dan bayani diharapkan dapat memberi solusi atau model pembelajaran yang komperhensif, integratif.
Para Hadirin Yang saya mulyakan
1. Landasan Filosofis Pendidikan Agama Islam.
Landasan Filosofis Pendidikan Agama Islam ialah bahwa negara berdasarkan Pancasila, dimana sila yang prtama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.(Alim, 2006:4). Selanjutnya Ahmad Tafsir (2006:73) mengemukakan bahwa Pancasila sebagai falsafah Negara Republik Indonesia pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berarti ajaran bahwa (1) warga negara Indonesia harus beragama, (2) oprasi negara harus sesuai dengan ajaran agama.
Dalam kehidupan manusia pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam mempersiapkan generasi mendatang yang terdidik, sebagai yang berfungsi sebagai khalifah Allah (pemimpinn) di Muka Bumi, sekaligus sebagai Hamba Allah (‘abdullah). (QS,2/Al-Baqarah: 30). Yang memiliki Fitrah Suci Manusia, Alastu birabbikum? Qaaluu Balaa Syahidna ?, Jiwa manusia yang Unggul (basthatan fi-al-ilmi wal al-Jismi), dan kehendak Bebas Manusia, Innallaha Laa Yughayyiru ma bi qaumin, Hatta yughayyiru ma bi Anfusihim (QS, Ar-Ra’d: 13).
Potensi-potensi yang telah disebutkan diatas, tidak akan tumbuh dengan sendirinya, tetapi perlu lingkungan yang kondusif dan edukatif agar potensi-potensi yang ada pada manusia menjadi aktual, maka pendidikan mengambil peran yang sangat sentral, dan berfungsi strategis, dalam menumbuh kembangkan potensi yang dikaruniai Allah SWT.
Hadirin Tamu Undangan Yang terhormat
2. Landasan Teori Tentang Pembelajaran
Menurut Dogeng (1989) pembelajaran atau ungkapan yang lebih dikenal sebelumnya “pengajaran” adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Pembelajaran Pendidikan agama Islam adalah suatu upaya untuk membuat peserta didik dapat belajar, butuh belajar, terdorong belajar, mau belajar, dan tertarik untuk terus menerus mempelajari agama Islam.
Guru, instruktur atau dosen seringkali menyamakan istilah pengajaran dan pembelajaran. Padahal pengajaran (instructional) lebih mengarah pada pemberian pengetahuan dari guru kepada siswa yang kadang kala berlangsung secara sepihak. Sedangkan pembelajaran (learning) adalah suatu kegiatan yang berupaya membelajarkan siswa secara terintegrasi dengan memperhitungkan faktor lingkungan belajar, karakteristik siswa, karakteristik bidang studi serta berbagai strategi pembelajaran.
Sasaran utama pembelajaran adalah mengeskpresikan strategi pembelajaran yang optimal untuk mendorong prakarsa dan memudahkan belajar siswa. Ilmu ini lebih tepat dipandang sebagai ilmu terapan yang menjembatani teori belajar dan praktek pembelajaran, sesuatu yang oleh Dewey (1960
Banyak teori tentang pembelajaran, namun dalam tulisan ini, penulis membatasi pada beberapa teori tersebut yang dianggap cukup mewakili teori pembelejaran, sebagaimana yang dikemukakan oleh Gintings (2008: 18) ialah sebagai berikut: “(1)Teori Koneksionisme, (2) Teori Classical Conditioning,(3), Teori Operant Conditioning, (4) Teori Gestalt, (5) teori Medan, (6) teori Humanistik, dan teori Konstruksivistik.
“Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang integratif, dengan memadukan atau Istilah Prof. A. Tafsir (t.t.) strategi terpadu, yaitu keterpaduan tujuan, keterpaduan materi, keterpaduan proses, dan keterpaduan lembaga.”
Hadirin Tamu Undangan yang dirakhmati Allah SWT
3. Landasan Teori Pendidikan Islam
Istilah “pendidikan” dalam pendidikan Islam kadang-kadang disebut al-ta’lim. Al-Ta’lim ,“pengajaran”, al-ta’dib, “perjamuan makan” atau pendidikan sopan santun, al-Ghazali menyebut “al-riyadhat. Al-Riyadhat artnya olah raga atau pelatihan” (Ramayulis, 2004:2).
Sayid Sabiq (t.t :237) mengemukakan bahwa “Pendidikan Islam ialah mempersiapkan dan menumbuhkan anak dari segi jasmani, akal dan rohani sehingga ia menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, baik untuk dirinya maupun bagi umatnya”
Pengertian pendidikan Islam sebagaimana tersebut di atas, memperlihatkan perbedaan antara pengertian pendidikan Barat dengan pendidikan Islam. Pendidikan Barat dengan pendidikan Islam yang pertama sekali yaitu mengenai fungsi pendidikan yakni sebagai jembatan dan pemindahan nilai-nilai. Perbedaan ini akan menyangkut kepada persoalan nilai mana yang akan dipindahkan dan apa sumber nilai-nilai itu Dalam Islam ada tiga macam sumber nilai yang diakui, yaitu: Al-Qur’an, sunnah dan ijtihad. Sedang sumber Barat hanya bersumber dari hasil pemikiran dan penelitian serta adat kebiasaan masyarakat tertentu.
Hadirin Tamu Undangan yang berbahagia
4. Teori Model Pembelajaran
Teori model pembelajaran cukup banyak, dianataranya yang dikemukakan oleh Hamzah B.Uno (2007: 25) ialah “model pembelajaran bermain peran, simulasi sosial, telaah yurisprudnsi, jarak jauh, orang dewasa, elaborasi, buku teks, dan model pembelajaran keterampilan”.
Dalam hal ini, akan dipelajari 3 model pembelajaran yang termasuk kedalam pendekatan pembelajaran sosial, yaitu (1) model pembelajaran bermain peran, (2) model pembelajaran simulasi sosial, dan (3) model pembelajaran telaah atau kajian yurisprudensi.
Hadirin Tamu Undangan yang saya banggakan
5. Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren
Sebagaimana dikemukakan di atas, ada beberapa model pembelajaran, mulai dari model pembelajaran simulasi sosial, model pembelajaran jarak jauh, model pembelajaran orang dewasa, model pembelajaran elaborasi dan buku teks, serta model pembelajaran keterampilan.
Disamping itu terdapat model pembelajaran sebagaimanan teori yang dikemukakan Prof.Dr. Hamzah B.Uno (2008:25) yang telah disebutkan di atas, yakni model pembelajaran simulasi sosial, Ia mengemukan teori pembelajaran sebagai berikut (1) model pembelajaran bermain peran, (2) model pembelajaran simulasi sosial, dan (3)model pemebelajaran telaah atau kajian yurisprudensi.
Sebagai contoh dalam pembelajaran teori dan praktek Thaharah, seperti berwudlu, shalat, mengumpulkan zakat, Infaq, sidqah, dan manasik haji, serta Ibadah Mahdhah lainnya, seperti cara bertayamum, mulai dari memilih tempat atau alat, atau tanah. Pembelajaran dalam mengurus Jenazah.
Kaitannya dengan model pembelajaran pesantren, H. Amiruddin Nahrawi (2008) mengemukakan bahwa model pembelajaran pesantren pada mulanya populer menggunakan metodik-didaktik dalam bentuk sorogan, bandongan, halaqah dan hafalan
Menurut Mastuhu (1989:131), “Pembaharuan model pembelajaran pesantren mulai terjadi sekitar awal abad ke-20 atau tepatnya sekitar tahun 1970-an.” Dari model sorogan berubah menjadi model madrasah atau klasikal. Tidak hanya itu, beberapa pendidikan keterampilan juga mulai masuk, seperti bertani, berternak, kerajinan tangan dan lain-lain.
Model inilah yang disebut dengan model integratif, dengan membuka diri dari dunia luar, atau pendidikan inklusif, merupakan wujud nyata komitmen penyediaan kesempatan belajar bagi semua anak, remaja dan orang dewasa dengan fokus kepada individu yang masih termarjinalkan, minoritas dan kurang perhatian.
Berkenaan dengan perbincangan pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis pesantren, menurut Ahmad Tafsir (2009), ia mengemukakan bahwa “Basis pesantren sekurang-kurangnya ada empat macam yang pokok, ialah : (1) Tujuan, (2) Program, (3) Proses, dan (4) Evaluasi.”
Berikut ini penulis kemukakan tentang tujuan, program, proses dan Evaluasi terhadap tiga Varian atau tipologi Pesantren yang ada di Indonesia, yakni:
a. Tujuan Pesantren
Tujuan pesantren tradisioanl pada umumnya tidak jelas, karena selain tidak tertulis, juga anatara satu pesantren tradisional dengan pesantren tradisional lainnya tiadklah sama, karena, tujuan tersebut ditentukan sendiri oleh pendiri pesantren tersebut. Namun demikian, belakangan ditemukan rumusan tujuan pesantren tradisional, sebagaimana ditemukan pada pesantren Tebu Ireng, yang juga patut diduga merupakan rumusan tujuan hasil pemikiran kiai sendiri, dengan mengemukakan tujuannya, ialah bertujuan untuk mendidik calon ulama.
b. Program/Kurikulum
Program/kurikulum dalam sebuah pendidikan merupakan hal yang sangat penting, kurikulum pada pesantren tradisional tidak ditentukan secara eksplisit oleh pesantren, tetapi hanyalah merupakan pemikiran kiai semata, secara sendiri-sendiri, ialah dengan merujuk pada kitab-kitab klasik,
Kemudian untuk pesantren yang integratif, varian kedua dan varian ketiga kurikulum sudah menjadi sesuatu keniscayaan, yang kemudian disusun secara bersama-sama, disesuaikan dengan kebutuhan yang mendasar, maka pada varian atau tipologi kedua dan varian ketuga inilah, digunakan perpaduan antara kurikulm pesantren dengan kurikulum Departemen Agama.
c. Proses Pendidikan
Proses pendidikan meliputi proses pendidikan agama Islam pada pesantren ini, dengan sistem kelasikal, dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariatif, mulai dari metode ceramah, diskusi, seminar, pelatihan dan lain-lain.
Proses pembelajaran, beragai definisi telah dikemukakan oleh berbagai ahli, diantaranya sebagai berikut: M.Arifin, M.Ed.(2002) bahwa “Belajar adalah suatu kegiatan siswa dalam menerima, menanggapi, menganalisa bahan pelajaran yang diajarkan guru, yang berakhir pada kemampuan menguasai bahan pelajaran yang disajikan itu.”.
Pembelajaran merupakan aktivitas yang menghasilkan perubahan, karena adanya usaha. Belajar yang merupakan bagian integral dalam pembelajaran dalam Islam.
Dalam Pendidikan Islam proses maupun hasil belajar selalu inheren dengan keislaman, keislaman melandasi aktivitas belajar, menafasi perubahan yang terjadi serta menjiwai aktivitas berikutnya. Secara skematis hakikat belajar dalam kerangka pendidikan Islam dapat digambarkan sebagai berikut:
Keseluruhan proses pembelajaran berpegang pada prinsip-prinsip al-Qur’an dan Sunnah serta terbuka untuk unsur-unsur luar secara adaptif yang ditilik dari persepsi keislaman.
d. Evaluasi
Evaluasi pada pesantren tradisional, hanya dilakukan oleh kiai, dengan cara sendiri-sendiri, santri setor hapalan kepada kiai, setelah dinyatakan hapal pada bab tertentu, santri dapat melanjutkan pada bab selanjutnya, evaluasi terhadap santrinya tidak ada jadwal khusus, dilaksanakan atas kesepakatan kiai dengan santri, dan kiai mendengarkan bacaan santri, kemudian hasilnya tidak dinyatakan dinyakatakan dalam bentuk pengakuan untuk dapat melanjutkan ke pelajaran atau kitab berikutnya.
Pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal, seperti madrasah Tsanawiyah, Aliyah dilakukan dengan cara tes formatif dan Sumatif, sedangkan untuk mereka yang tidak mengikuti pendidikan non-formal, mereka hanya mengikuti Takhasus.
Hadirin Para Tamu Yang dimuliakan Allah SWT
- Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Integratif (Pesantren Masa Depan)
Menggagas Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren, menurut hemat penulis adalah model pembelajaran Pesantren masa depan, ialah model pesantren integraitif, baik integratif dalam ranah keilmuan, ialah keterpaduan antara ilmu Ke-Ilahian, yang berdasarkan wahyu Ilahiyah, dengan Ilmu ke alaman atau ayat-ayat qauniyah, ayat hasil empirik dari usaha yang dilandasi oleh pemikiran rasional manusia, maupun integrasi sistem, dengan memadukan sistem yang diajarkan Allah SWT melalui kalamullah, maupun sistem hasil produk atau hasil penelitian manusia dengan menggunakan metodologi obyektif, rasional, valid dan teruji secara benar.
Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang dipergunakan sebagi pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan. Menurut Briggs (1978) model adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses seperti penilaian suatu kebutuhan, pemilihan media, dan evaluasi.
Dalam Pendidikan Agama Islam bisa menggunakan model-model yang ada, atau dengan memadukan atau mengembangkan model sendiri.
6. Menggagas Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren
Pendidikan pada pondok pesantren yang sekarang ada, yang dalam perkembnagannya memang ada perubahan yang cukup mendasar, sehingga pola atau varian pondok pesantren ada tiga macam, mulai dari pondok pesantren yang salafi (kuno) atau tradisional, menjadi pesantren yang semi modern, dan terakhir menjadi pondok pesantren modern, atau bahkan pesantren masa depan.
Penulis menggagas model Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren, yakni pesantren salafiah khususnya, dan pesantren semi modern, perlu mengubah model pembelajaran yang sekarang dilaksanakan untuk diperbaiki menjadi pesantren modern yang dapat memecahkan masalah atau problem solving. yakni salah satunya dengan menata ulang manajemen pesantren. ialah “Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Integratif”.
Paradigma Pendidikan Islam Integratif bertujuan melahirkan manusia utuh (insan kamil) yang berorientasi pada Tauhidullah dengan kerangka berpikir Islami, terimplemntasi dalam ibadah, dan teraktualisasikan dalam akhakul-karimah, dengan dasar al-Qur’an dan As-Sunnah, untuk mengembangkan ide-ide sain dan teknologi dalam khazanah keilmuan dan Islam yang ramah, sebagaimana yang dikemukakan Ahmad Sayfii Maarif, yang ditulis oleh Azyumardi Azra (Republika 18 Juni 2009) Islam yang dikembangkan hendaklah “Islam yang ramah, terbuka, inklusif, dan mampu memberi solusi terhadp masalah-masalah besar bangsa dan negara; sebuah Islam yang dinamis dan bersahabat dengan lingkungan” kultur, sub kultur, dan agama kita yang beragam; sebuah Islam yang memberikan keadilan, kenyamanan, keamanan, dan perlindungan kepada semua orang yang berdiam di Nusantara ini tanpa diskriminasi. 7. Penutup
Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren menawarkan seperangkat konsep dan format baru, untuk menjadikan pesantren yang selama ini, khususnya pesantren Salafiah (kuno) dengan menggunakan berbagai prangkat yang terkesan tradisional, tidak menerima perubahan dengan serta merta, masih tetap bertahan dengan apa yang ada pada saat ini, atau bahkan peninggalan-peninggalan tradisi lama yang tidak mau dilepas dan bahkan dengan cara apologis mempertahankan sesuatu yang tidak akan membawa kemajuan dan tidak mampu menyelesaikan berbagai masalah, hendaknya diubah dengan paradigma baru, atau cara pandang baru yang berkemajuan.
Pesantren yang terkesan eksklusif, harus berubah menjadi pesantren modern dan bahkan posmodern atau lebih maju lagi, yaitu pesantren masa depan, yang diharapkan mampu memacu memecahkan masalah “problem solver”.
Penetapan tujuan, program, proses dan kurikulum, yang bersumber dari wahyu Allah SWT dan contoh serta teladan dari Nabi Muhammad saw, diintegrasikan dengan berbagai hasil kajian empirik, sebagaimana teori yang dikemukakan Ismail Raji al-Faruki (1995), dan Naquib al Attas, tentang “Islamisasi Ilmu Pengetahuan,”
Hadirin Tamu Undangan yang saya hormati
Pada akhir pemaparan pidato pengukuhan Guru Besar kali ini, izinkanlah saya untuk menyampaikan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam, kepada seluruh tamu undangan, para dosen, karyawan dan mahasiswa yang telah menyempatkan waktu untuk dapat hadir pada acara ini.
Terima kasih ini saya sampaikan pula kepada Isteriku tercinta Dra.Hj.Sri Nurhayati, anak-anakku tersayang Muhammad Sandra Nurmarga Rendra (alm), Muhammad Rendra Yogasara, Muhammad Rizki Nur Fadlillah, dan Annisa Khairunnisa, karena atas dorongan dan kesabaran merekalah pengukuhan guru besar ini, dapat terwujud, saya menyadari betul bahwa selama menyiapkan pra-sayarat serta syarat-syarat untuk meraih guru besar ini, sangatlah kurang perhatian saya kepada mereka, sebagai buah hati belahan jantung yang mestinya mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup, tetapi kurang dan bahkan sangatlah kurang, walau tidak hilang sama sekali.
Tak terlupakan pula rasa terima kasih saya, kepada Sdr Tugiman Akbar, Sekretaris Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Piatu AL-Kautsar Lembang Bandung Barat, Aep Saefullah Ketua Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Piatu AL-Rasyid Tanjungwangi Subang, serta Para Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng, Az-Zaitun, Darul Arqam Muhammadiyah Garut yang telah membantu penulis.
Demikian pidato pengukuhan Guru Besar saya, mudah-mudahan ada guna dan manfaatnya, serta terima kasih atas segala perhatian, dan dengan segala kerendahan hati, apabila ada kata-kata yang kurang pada tempatnya, sudilah kiranya Bapak/Ibu/Sdr hadirin untuk membukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.
“Nasrun Minallah Wa Fathun Qariib” “Wassalamualaikum Wr. Wb.
DAFTAR PUSTAKA
Affandi. Bisri (1999) Syeikh Ahmad Syurkati : Pembaharu & Pemurni Islam di Indonesia. Jakarta. Pustaka AL-Kautsar.
Al-Abrasy M.Athiyah (1987) Dasar-Dasar Pendidikan Islam. Jakarta:Bulan Bintang.
Aly. Abdullah. Mustafa H.A.(1999) Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKDK.Bandung: CV Pustaka Setia.
Ali.Mahrus.H.(2007) Mantan Kiai NU Menggugat Tahlilan,
Istighosahan dan Ziarah Para Wali. Surabaya: Laa Tasyuki.
Amirudin (2008). Pembaharuan Pendidikan Pesantren. Yogyakarta:Gema Media.
Arifin MT (1987) Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah. Jakarta:Pustaka Jaya.
Azra, Azyumardi (1998). Esei-esei Intelektual Muslim Pendidikan Islam. Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu.
......................(1999). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru.Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Bayrakli. Bayraktar (2004) Prinsi & Metode Pendidikan Islam. Depok. Inisiasi Press.
Dahlan L Dikdik (1996) Pondok Pesantren Darul Arqam: Potret Sekolah Kader Muhammadiyah. Garut: PB IKADAM
Departemen Agama RI (2007) Direktori Pesantren. Jakarta:Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia.
..........(1996). Islam Untuk Disiplin Ilmu Pendidikan. Jakarta: Dirjen
Bimbaga Islam Depag RI.
Dimyati. Mudjiono (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta.
Djaelani. Kadir H.A. (1997) Konsep Pendidikan Agama Islam: Dalam Era Transformasi Global. Jakarta: CV Putra Harapan.
Djamarah. Saeful Bahri. Zain Aswan (1999). Strategi Belajar Mengajar. Jakrta. Rineka Cipta.
Feisal. Jusuf Amir (1995) Reorientasi Pendidikan Islam. Jakarta:Gema Insani Press.
FZh. Wahab Rochidin (2004) Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung. AL-Fabeta.
Geetz (1981) AbanganSanteri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa Jakarta: Pustaka Jaya..
Hasse J. Muhammad Zain, Abdullah. Iwan (2008) Agama Pendidikan Islam dan Tanggung Jawab Sosial Pesantren Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Isjoni (2006) Membangun Visi Bersama Aspek-Aspek Penting dalam Reformasi Pendidikan. Jakarta: Yayasan Obor.
Ja’far M (1982) Beberapa Aspek Pendidikan Islam. Surabaya: AL-Ikhlas.
Langgulung. Hasan (1989) Manusia dan Pendidikan: Suatu Analisis Psikologi dan Pendidikan. Jakarta: Pustaka AL-Husna.
Mugtis. Abdul (2008). Kritik Nalar Fiqh Pesantren. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Muhaimin (2001) Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah.Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mujib, Abdul . Mudzakir, Yusuf (2006) Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Nata. Abudin (2001). Paradigma Pendidikan Islam: Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta: Grasindo Widiasarana Indonesia.
Noer. Deliar (1979) Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.
Priatna, Tedi (2004) Reaktualisasi Paradigma Pendidikan Islam: Ikhtiar Mewujudkan Pendidikan Bernilai Ilahiah dan Insaniah di Indonesia. Pustaka. Bandung : Bani Quraisy
Prodjokusumo.H. (1987). Muhammadiyah Pendidikan dan Pembangunan. Jakarta: A.B.M.Jakarta: Prenada Media Group.
Q-Anees, Adang Hambali (2008) Pendidikan Karakter Berbasis AL-Qur’an. Bandung:Simbiosis Rekatama Media.
Ramayulis.H.(2002) Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.
Rukiati. Enung K. Himawati Fenti (2006) Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung. CVPustaka Setia.
Syafe’i. Makhmud (2000). Konsep Dakwah Jama’ah Dalam Muhammadiyah. Bandung. Yayasan AL-Kautsar Indonesia (YAKIN).
...........(1986) Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kiai. Bandung: Yayasan AL_Kautsar Indonesia (YAKIN).
...........(1990) Format Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Ilmu Pengetahuan Umum. Bandung: Yayasan AL-Kautsar Indonesia (YAKIN).
............(2007) Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum: Studi Kasus Pada Universitas
Pendidikan Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Institut Teknologi Bandung. Bandung: Yayasan AL-Kautsar Indonesia (YAKIN)
...........(2006) Rekonstruksi Pendidikan: Mencetak Generasi Muslim Teladan. Bandung: CV Yasindo Multi Aspek dan Value Press.
...........(2007) Gerakan Jama’ah dan Gerakan Dakwah Jama’ah Muhammadiyah. Bandung. CV Yasindo Multi Aspek dan Value Press.
..........(2007) Format Gerakan Muhammadiyah. Bandung: CV Yasindo Multi Aspek dan Value press.
.........(2006) Melacak Jejak & Gerak Muhammadiyah Jawa Barat. Bandung: CV Yasindo Multi Aspek dan Value Press.
.........(2009) Mimbar Pendidikan: Jurnal Pendidikan Nomor 2 Tahun 2009. Bandung: UPI Press.
.........(2009) Melacak Akar Korupsi dalam Sejarah Islam. Bandung:Sosio Religi. CV Yasindo Multi Aspek.
.........(2009) Repons Siswa Terhadap Sesio-Emosialnal Guru Pendidikan Agama Islam. Bandung: Yasindo Multi Aspek.
Sanjaya, Wina (2008) Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta. Kencana Prenada Media Group.
Saud. Saefudin Udin (2005) Inovasi Pendidikan.Bandung: AL-Fabeta.
Shobron. Sudarno (2003) Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama Dalam Pentas Politik Nasional. Surakarta: Muhammadiyah
University Press.
Siraj, Muhammad (2004) Agenda Strategis Pendidikan Islam. Yogyakarta: Aka Group.
Steenbrink. Karel A.(1984) Beberapa Aspek Tentang Islam di Indonesia Abad Ke-19. Jakarta: Bulan Bintang.
Suwito, Fauzan (2005) Sejarah Sosial Pendidikan Islam. Jakarta:Prenada Mesia.
Tafsir, Ahmad (2006) Filsafat Pendidikan Islami. Bandung: Remaja Rosdakarya.
................... (1992) Ilmu Pendidikan Dalam Perespektif Islam. Bandung: Rosdakarya
.................. (2002) Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung:Remaja Rosdakarya.
Team Fokusmedia (2003) Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor. 20 Tahun 2003. Jakarta: Fokusmedia.
Uno, Hamzah B (2007) Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang
Yunus. Mahmud (1995) Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Mutiara Sumber Widya. .
Zuhairini, Gafur, Abdul. Yusuf As Slamet (1981) Metodik Khusus Pendidikan Agama, dilengkapi dngan Sistem Modul dan Permainan Simulasi. Surabaya: Usaha Nasional.
............(1994) Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Zuhri. Saifuddin (1987) Berangkat Dari Pesantren. Jakarta: gunung Agung.
RIWAYAT HIDUP
Makhmud Syafei dilahirkan di Kampung Tangkola, Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat Indonesia pada tanggal 28 April 1955. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara yang ada, putra pasangan dari Muhammad Damini ( almarhum meninggal tahun 1977, di Pangandaran) dengan Anah Rohanah ( almarhumah meninggal tahun 1959 di Pontianak Kalimantan Barat.
Makhmud Syafei dosen Bidang Pendidikan Agama Islam pada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Purbahayu (1967), Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) 4 tahun Pangandaran (1971), Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) 6 tahun Pangandaran, Sarjana Muda (BA) Ushuluddin Universitas Islam Bandung (1979), Sarjana (Drs) Ushuluddin Instutut Agama Islam Negeri Sunanan Gunung Jati Bandung (1987), S. 2 (Magister) Ilmu Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (1995), S.3 (Doktor) Ilmu Agama Islam pada Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (2000), dan S. 2 (Magister) Prodi Pendidikan Agama Islam Konsentrasi Manajemen Pendidikan Islam pada Program Pascasarjana Universitas Islam Bandung (2008) dengan Predikat Terpuji: Cum Laude.
Mengikuti Pendidikan Non-Formal antara lain, pada Pondok Pesantren Al-Islam di Pangandaran (1970-1973), Pondok Pesantren Yayasan Pendidikan Islam Bandung (1976-1977), Pondok Pesantren Muhammadiyah Tegalega Bandung (1978-1980).
Karya Tulis Ilmiah yang telah ditulis, diantaranya ialah Pandangan Islam Terhadap Ketuhanan Dalam AL-Kitab: Penerbit Yayasan AL-Kautsar Indonesia (1980), Konflik Islam Yahudi dan Nasrani Ditinjau dari Segi Ideologi, Sosial, Ekonomi dan Politik : Penerbit Yayasan ILIYYIN Bandung (1981), Metode Penentuan Awal Bulan Qomariyah (Awal Ramadhan) : Penerbit Majelis Tarjih Muhammadiyah Jawa Barat (1982), Etika Musyawarah Dalam Prespektif Islam: Penerbit Bidang Perencanaan Pembangunan Manusia Seutuhnya TKS UDKP Kabupaten Garut (1983), Pandangan Islam Terhadap Program Nasional Keluarga Berencana: Penerbit Seksi Komunikasi Informasi dan Evaluasi (KIE) BKKBN Kabupaten Bandung (1985), Nilai-Nilai Agama Sebagai Solusi Meredam Konpliks: Penerbit Suara Muhammadiyah Jawa Barat (1986), Peranan Keluarga Dalam Sosialisasi Pendidikan Agama Islam (1987), Peleksanaan Penegakan Disiplin Pada SMAN 7 Bandung (1988), AL-Qur’an Sebagai Sumber Nilai Islam (1989), Peristiwa Tsaqifah Bani Sa’idah (1990), Kisah Sebagai Metoda Penanaman Islam (1992), Format Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum: Penerbit CV Yasindo Multi Aspek Subang (1993), Do’a dan Tasyakur Binikmah: Penerbit PHRI Bandung (1994), Gerakan Jama’ah dan Dakwah Jama’ah Muhammadiyah: Penerbit CV Yasindo Multi Aspek Subang (1995), Reposisi Politik Praktis Pada Perguruan Tinggi (1996), Potensi Kerukunan Umat Beragama di Jawa Barat (1997), Pembangunan Nasional Berbasis Akhlak Karimah (1998), Peranan Ormas Keagamaan Sebagai Jaring Pengaman Jaringan Sosial (1999), Islam dan Sistem Ekonomi Global (1999), Ketika Kita Marah : Penerbit Suara Keadilan Bandung(2000), Pendidikan Berbais Masyarakat Dalam Prespektif Islam (2000), Pendidikan Islam (Solusi Problematika Kontemporer (2001), Perubahan Paradigma Pendidikan Islam Pada Perguruan Tinggi Umum (2002), Pendidikan Karakter Berbasis AL-Qur’an (2003), Sejarah Pendidikan Islam (2004), Metode Penanaman Pendidikan Islam Dalam Keluarga (2005), Manajemen Pembaharuan Pendidikan Islam (2005), Problematika Pendidikan Dakwah Kultural (2006), Implementasi Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum: Studi Kasus Pendidikan Agama Islam Pada Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Pajajaran, dan Institut Teknologi Bandung (2007), Perkembangan Modern di Dunia Islam : Penerbit CV Yasindo Multi Aspek Subang (2008), Sejarah Perkembangan Modern Dalam Islam, diterbitkan oleh CV Yasindo Multi Aspek Bandung (2009), Pendidikan Karakter Berbasis Agama dan Budaya (2010), Pendidikan Karakter Berbasis Islam (2010), Tangisan Anak Yatim Menggetarkan Arasy, dan lain-lain.
Pengabdian Pada Masyarakat melalui Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat IKIP (UPI) Bandung, menjadi Dosen Pembimbing Lapangan Kuliah Kerja Nyata sejak tahun 1999 s.d.sekarang.
Pengabdian Pada Masyarakat di luar, ialah menjadi Tenaga Kerja Sukarela (TKS-BUTSI) pada Departemen Tenaga Kerja Kanwil Binaguna Jawa Barat di Kecamatan Salopa Tasikmalaya di Kabupaten Subang dan di Kabupaten Garut (1980-1983), Mendirikan Universitas Islam Membangun (UNIM) di Lembang Bandung (1987), mendirikan Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam berupa Pesantren, Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Piatu, Panti Lanjut Usia (LANSIA), Taman Kanak-Kanak AL-Qur’an, Taman Pendidikan AL-Qur’an, Raudhatul Atfal, Madrasah Diniyah, Madrasah Ibtidaiyah di beberapa Kabupaten, antara lain, di Lembang Kabupaten Bandung (1995) di Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang (2003), di Kampung Ciharashas Desa Darmaga Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang (1996), di Kampung Tangkolo Desa Purbahayu Kecamatan pangandaran Kabupaten Ciamis(1997).
Mendirikan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah di Leuwiliang Kabupaten Bogor (2001).
Pengalaman Organisasi Kesiswaan dan Kemahasiswaan, menjadi Pramuka Bayangkara Tingkat Penegak pada Komandan Distrik Kepolisian Pangandaran (1970-1973), Organisasi Kemahasiswaan, menjadi Komandan Kompi Resimen Mahawarman Bataliyon IV Kompi UNISBA (1976-1978).Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung (1976), Lembaga Mujahid Dakwah Masjid Salman ITB (1977), menjadi Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan Alumni Pascasarjana UNISBA (2008-sekarang).
Organisasi Profesi, menjadi Ketua BK-BP 3 Kecamatan Lembang (1987-1993), menjadi Ketua BP-3 SMAN 2 Bandung (1989-1993), menjadi Ketua Dewan Sekolah SMPN 5 Kota Bandung (1999-2003), menjadi Sekretaris Ikatan Dosen Pendidikan Agama Islam Bandung Raya (1989), menjadi Ketua Umum Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Provinsi Jawa Barat dan Banten (2007-sekarang), menjadi Ketua Pokja Biro Kerohanian Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (2008-sekarang).
Pengalaman Organisasi Kepemudaan, Sosial dan Kemasyarakatan
Menjadi Ketua PAC Gerakan Pemuda Anshor Kecamatan Pangandaran tahun 1971-1973, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sukajadi Kotamadya Bandung tahun 1975-1979, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kotamadya Bandung tahun 1979-1982, Ketua Pemuda Muhammadiyah Propinsi Jawa Barat tahun 1993-1999, Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Barat tahun 2000-2005, Wakil Ketua PM Muhammadiyah Jawa Barat tahun 2005-sekarang). Ketua Umum GEMA MKGR Kecamatan Cisarua tahun 1984-1986, Wakil Ketua MKGR Kabupaten Bandung tahun 1986-1990, Ketua Bidang Cendekiawan DPD MKGR Propinsi Jawa Barat tahun 1990-1995. Ketua PD Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bandung Barat tahun 2007-2012, Wakil Ketua Forum Komunkasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bandung Barat tahun 2008-sekarang, Sekretaris Jenderal Lembaga Konsultasi Hukum Realita Principle Reacht (RPR) 2009-sekarang, Ketua Umum Indonesia Bisa Propinsi Jawa Barat tahun 2009-sekarang. Ketua Dewan Pengawas Majelis Dzikkir SBY Nurussalam Kabupaten Bandung Barat tahun 2008-sekarang.
Pengalaman Mengajar, mengajar (Honorer) pada Madrasah Ibtidaiyah Purbahayu (1971-1973), mengajar (Honorer) pada Madrasah Tsnawiyah Pangandaran (1972-1973), mengajar (Honorer) pada SMP Muhammadiyah VI Bandung (1974-1980), mengajar (Honorer) di SMP Muhammadiyah Subang (1981-1982), mengajar (Honorer) pada SMP PGRI Bungbulang Garut (1983-1984), mengajar (Honorer) pada SMA Islam Lembang (1985-1987), mengajar (Honorer) pada SMAN Cisarua Bandung (1985-1988), mengajar (Honorer) pada Fakultas Tarbiyah UNIM Bandung (1987-1989), mengajar di STIT Muhammadiyah Bandung (1990-1992), menjadi TKS BUTSI A-XII di Desa Kaputihan Kecamatan Salopa Tasikmalaya dan Desa Sukasari Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang (1980-1982), mengajar (Honorer) di Poli Teknik ITB (1988-1999), mengajar (Honorer) di STKS Bandung (1989-1992), mengajar (Honorer) di PT Garuda Indonesia (1988-1999), mengajar di Fakutas Kominikasi Masa UNISBA (2001-2004), mengajar di STAI Siliwangi Subang (2007), mengajar di IKIP (UPI) Bandung (1988-sekarang).
Pengalaman Bekerja dan Jabatan, menjadi Pengawas PLKB Kecamatan Cisarua (1984-1986), menjadi Pembantu Dekan III Pada Fakultas Tarbiyah UNIM Bandung (1987-1989), menjadi Komandan Wilayah KOKAM Jawa Barat (1993-1995), menjadi Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor (2001-2005), menjadi Kepala Laboratorium MKDU (2000-2005), menjadi Sekretaris Team Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat (2008), menjadi Anggota BPH Universitas Muhammadiyah Sukabumi (2009).
Pengalaman sebagai Pembicara, pembicara di beberapa Seminar Nasional, antara Seminar tentang “Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum” di Jurusan MKDU FPIPS UPI (1996), Seminar tentang “ Marhaban Ya Ramadhan” di yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat (2001), Seminar tentang “ Guru Profesional ” yang diselenggarakan oleh Pengurus PGRI Jawa Barat (2006), Seminar tentang “ Memantapkan Profesionalisme Guru dan Dosen” yang diselenggarakan oleh DPW ADPISI Jawa Barat bekerjasama dengan Sekolah Pascasarjana UPI Bandung, di Auditorium FPMIPA UPI Bandung (2007), Seminar dan Lokakarya tentang “ Membangun Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah” yang diselenggarakan oleh DPP ADPISI di Bandung (2007), Seminar tentang “Orientalisme Oksidentalisme Format Ramah Dialog Islam dan Barat” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Jati Bandung di Bandung (2007), Seminar tentang “Manajemen Pendidikan Islam Anak Usia Dini” yang diselenggarakan oleh IGTKA Jawa Barat di PUSDAI Bandung (2007), Seminar Seminar tentang “ Sumbangan Pendidikan Islam Menuju Indonesia Cerdas” yang diselenggarakan oleh Yayasan Darma Asri Pusat Dakwah Islam Jawa Barat di Bandung (2007), Konstribusi Makalah pada Seminar “Pendidikan Profesi, Sertifikasi guru & Prosfek LPTK yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni UPI Bandung di Savoy Homan Bidakara Bandung (2007), Ceramah Pembekalan tentang “manajemen Pengelolaan Masjid Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Umat” bagi Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia dan Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Jawa Barat di Hotel Kanira (2008) Seminar tentang “Pernan Pendidikan Islam Dalam Meningkatkan Kesalehan Sosial ” yang diselenggarakan oleh DPD ADPISI Kabupaten Bogor, di Auditorium Toyib Hadiwijaya Fakultas Pertanian IPB Bogor (2008).
Pembicara pada seminar Internasional tentang “The Inpact of Cultural Transformation and the Mobilization of the Masses” yang diselenggarakan oleh Bandung Islamic University bekerjasama dengan Lmenau University of Technology Instutut of Media and Communication Studies Germany di Jayakarta Hotel Bandung (2002), Seminar tentang “Islam and Multi Culturalism” yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Gung Jati Bandung bekerjasama dengan Let Form di Savoy Homan Bandung (2006), Internasional Seminar tentang “The Importance of Education in Islam “ at International Centre For Education In Islamic Finance (INEIF) Malaysia (2006), Pembicara pada International Seminar on “Translating Islam in Multicultural World for Peace, Justice, and Welfare” That is Organized by Graduate Program of State Islamic university Sunan Gunung Jati Bandung This Seminar is Sypportted Bak Jabar, Pemda kab. Garut and Bank Syari’ah Cabang Bandung (2006) Pembicara pada Studium General Pendidikan bersama Qaisra Shahraz (Novelis dan Anggota Dewan Pengawas Pendidikan Inggris) tentang Exellence in Teaching and Learning : Perempuan Sebagai Guru Sekaligus Pembelajar Sempurna yang diselenggarakan oleh PW Aisyiyah Jawa Barat, Penerbit Mizan, PW Nasiatul Aisyiyah Jawa Barat dan BTM Mujahidin Bandung di AULA Mujahidin Bandung (2007), Pembicara pada seminar tentang “Changing Convention Economic System Into Syari’ah Economy” at National University of Malaysia Fakulti Pengajian Islam (2007), Seminar tentang “Implemntasi Tauhid Ilmu Dalam Kurikulum Sistem Pendidikan Islam” di Persatuan Keangsaan Pelajar Islam Malaysia (2008), Ceramah tentang “The Muhammadiyah Movement in Indonesia Islam” di Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia (2008), dan ceramah tentang “Limadza Ta’akhorol Muslimun Wa Limadza Taqaddama ghairuhum” di Angkatan Belia Islam Malaysia (2008).
Khatib dan Imam Jum’at, Khotib dan Imam Shalat Idul Fitri dan Idhul Adha di berbagai Masjid dan Lembaga/Instansi, antara lain di Masjid Agung Lembang, di SESPIMPOLRI Lembang, di SEKOAU Lembang, di Pusat Ajudan Jenderal Lembang, di Sendik BRI Lembang, di Masjid Raya Mujahidin Bandung, di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di Hotel Panghegar Bandung, di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Depdiknas) Jakarta, Khatib pada Khutbah Arafah di Arafah Saudi Arabiya (2002 dan 2004).
Pengalaman Organisasi Kemasyarakatan, menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Anak Cabang Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (1984-1986), menjadi Ketua Departemen Kaderisasi KNPI Jawa Barat (1990-1993), menjadi Wakil Ketua Wanhat DPD I KNPI Jawa Barat (1993-1999), menjadi Ketua Departemen Dakwah Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (1990-1994), menjadi Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat (1994-1998), menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Sosialisdasi Hak Azasi Manusia (IKAHAM) Pusat (1999-2004), sebagai Anggota BPD Desa Lembang (2004-2005) Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat (2000-2005), menjadi Ketua Bidang Cendekiawan ORMAS MKGR Provinsi Jawa Barat (2001-2006), Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat (2005-sekarang), Bidang Dakwah Dewan Masjid Indonesia Jawa Barat (2007-sekarang), menjadi Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Bandung Barat (2008-sekarang), menjadi Ketua Dewan Pengawas Majelis Dzikir SBY Nurussalam (2008-sekarang), menjadi anggota Forum Komunikasi Imunisasi Kabupaten Bandung Barat (2007-2008), menjadi Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Lembaga Bantuan dan Pengabdian Hukum (2009-sekarang).
Penghargaan yang diperoleh antara lain dari Menteri Tenaga Kerja RI atas pengabdian sebagai Tenaga Kerja Sukarela Badan Urusan Tenaga Kerja Seluruh Indonesia (TKS BUTSI) A-XII (1984), dari Menteri Pemuda dan Olah Raga RI Sebagai Pemuda Teladan Tingkat Nasional (1988), dari Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Kepala Badan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP-7) Pusat, sebagai Peserta Terbaik Penataran Calon Penatar P4 Tingkat Nasiuonal (1992) dari Presiden RI, berupa Satyalancana Karya Sapta 10 tahun (2004), dari Rektor UPI Bandung berupa Karya Bhakti Satya masa bakti pengabdian 10 tahun sebagai PNS pada UPI Bandung (2005), dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sebagai Peserta terbaik dalam Penataran Kepemimpinan Tingkat Nasional (TARPIMNAS) (1993), dari Presiden RI (2007), dari Panglima KODAM VI Siliwangi sebagai Pelatih Mahir Dasar Militer KOKAM Jawa Barat, dari Gubernur Jawa Barat sebagai Pimpinan Yayasan Teladan I Tingkat Provinsi Jawa Barat (2006) dari Bupati Bandung sebagai Pengelola Kegiatan Sosial Terbaik Tingkat Kabupaten (2007), dan Penghargaan dari Komisi Pemilihan umum (KPU) Pusat Jakarta (2008).
|







To day
Total
Online 