News Archive

Memahami Bahaya Gerakan Khilafah bagi NKRI dalam Perspektif Kebangsaan dan Kebhinekaan

Riki Ridwana,S.Pd.M.Sc

08 Jun 2018

184

BPO Senat FPIPS menggelar diskusi publik sebagai salah satu upaya dalam menangkal radikalisme di kampus Bumi Siliwangi (Kamis, 7 Juni 2018). Acara yang dibuka oleh Rektor UPI Prof. Dr. H. Rd. Asep Kadarohman, M.Si tersebut bertajuk "Memahami Bahaya Gerakan Khilafah bagi NKRI dalam Perspektif Kebangsaan dan Kebhinekaan". Narasumber yang hadir dalam kesempatan menjelang berbuka shaum itu adalah Dr. Agus Mulyana, M.Hum (pakar sejarah nasional), Nurul Zaman, S.Ag., M.Si (PP Anshor), Ani Rufaedoh (Psikolog dan peneliti terorisme pada perempuan), dan Kurnia Widodo, S.T (mantan narapidana teroris).

Diskusi yang bertempat di Gedung Amphiteater UPI tersebut dihadiri juga oleh jajaran Dekanat FPIPS, dosen pembina kemahasiswaan, dan ketua himpunan beserta para mahasiswa di lingkungan FPIPS hingga memadati ruangan yang tersedia.

Setiap narasumber menyampaikan materi sesuai dengan pengalaman dan latar belakang keilmuannya masing-masing. Menurut Kurnia Widodo sekarang beliau menyadari bahwa menegakkan khilafah bukanlah kewajiban utama dalam agama islam. Sedangkan Nurul Zaman antara lain menyoroti soal konsensus kebangsaan dan kelompok-kelompok yang memecah belah umat. Adapun Ani Rufaedoh menyampaikan hasil penelitiannya bahwa perempuan dalam hal ini istri-istri para narapidana teroris memiliki peran sentral dalam upaya deradikalisasi. Kemudian menurut pakar sejarah nasional Agus Mulyana beliau menegaskan bahwa "Indonesia merupakan negara yang menyadari kebhinekaan, para founding father kita telah mencari titik temu antara kebangsaan dan islam, maka muncul konsensus ideologi Pancasila", pungkas beliau.

Acara ini diakhiri dengan deklarasi mahasiswa dan buka shaum bersama.


Related News You May like

SEKSI SDM DAN KEUANGAN

02 Sep 2011

1

SEKSI SDM DAN KEUANGAN

Read More

PERAN FPIPS LESTARIKAN

23 Aug 2013

1

PERAN FPIPS LESTARIKAN

Read More
`