Bandung, 10 September 2026 — Tim peneliti kolaborasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) evaluasi dan penyempurnaan prototipe aplikasi Digital Civic Leadership and Innovation Project (D-CLIP), bertempat di Ruang Rapat Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) Skema A Tahun 2026 dengan judul "Digital Civic Leadership and Innovation Project (D-CLIP): Penguatan Civic Engagement dan Kompetensi Sosioteknologi Mahasiswa melalui MKWK Pendidikan Kewarganegaraan." Penelitian ini diketuai oleh Dr. Leni Anggraeni, M.Pd. dari UPI, bersama peneliti mitra Prof. Dr. Raden Roro Nanik Setyowati, M.Si. (UNESA) dan Dr. Epin Saepudin, M.Pd. (ITB).

Dihadiri Berbagai Unsur Pakar dan Praktisi
FGD ini dihadiri oleh 15 dosen pengampu Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan dari tiga perguruan tinggi mitra. Selain unsur akademisi, forum juga menghadirkan pakar media pembelajaran, application specialist, digital leadership expert, pakar teknologi dan produk, serta perwakilan mahasiswa sebagai calon pengguna langsung aplikasi. Keterlibatan lintas unsur ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan yang komprehensif, baik dari sisi pedagogis, teknis, maupun pengalaman pengguna.
Latar Belakang dan Urgensi Penelitian
Penelitian D-CLIP dilatarbelakangi oleh temuan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam isu-isu kewargaan di ruang digital masih didominasi oleh partisipasi simbolis (slacktivism), seperti menyukai, membagikan konten, atau menandatangani petisi daring, tanpa disertai keterlibatan dan aksi nyata di masyarakat. Berdasarkan hasil pengolahan data survei terhadap 900 mahasiswa dari UPI, UNESA, dan ITB, tim peneliti menemukan bahwa kapasitas sosial-relasional mahasiswa—meliputi empati, komunikasi, dan kolaborasi—berperan penting dalam menjembatani kompetensi digital menjadi inovasi civic-tech yang berdampak nyata.
Temuan ini menjadi dasar pengembangan model pembelajaran D-CLIP, yang mengintegrasikan pendekatan Service-Learning berbasis digital ke dalam MKWK Pendidikan Kewarganegaraan, dengan proporsi pembelajaran yang menyeimbangkan antara teori di kelas (40%) dan proyek aksi nyata di lapangan (60%).

Masukan Pengembangan Prototipe Aplikasi
Dalam forum tersebut, tim peneliti memaparkan purwarupa aplikasi D-CLIP yang memuat sejumlah fitur utama, di antaranya modul Policy Brief, Quiz berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), dan Profiling gaya kerja mahasiswa. Peserta FGD memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan aplikasi, di antaranya:
- Penambahan ruang diskusi kolaboratif untuk tugas di luar modul yang sudah ada, disertai penguatan dasar teori dan soal berbasis studi kasus;
- Integrasi simbol dan elemen visual bertema Sustainable Development Goals (SDGs), serta indikator progres pengerjaan secara real-time;
- Pengembangan galeri hasil karya policy brief mahasiswa dan penambahan referensi berita sebagai bahan masukan;
- Skema sertifikat digital sebagai bentuk apresiasi atas penyelesaian modul kuis;
- Kajian kemungkinan pengembangan dashboard khusus bagi mahasiswa, dosen, dan admin, serta perluasan aplikasi ke platform mobile di masa mendatang;
- Perhatian terhadap kualitas dan tata bahasa konten aplikasi sebagai bagian dari persiapan pendaftaran paten sederhana.
Tindak Lanjut Penelitian
Hasil FGD ini akan menjadi salah satu dasar penyempurnaan prototipe aplikasi D-CLIP sebelum memasuki tahap implementasi pilot study pada 180 mahasiswa di tiga perguruan tinggi mitra. Penelitian yang dirancang berlangsung selama dua tahun (2026–2027) ini juga menargetkan sejumlah luaran ilmiah berupa publikasi di jurnal internasional bereputasi, serta pendaftaran hak kekayaan intelektual (HKI) atas prototipe aplikasi yang dikembangkan.
Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi ini, UPI, UNESA, dan ITB berupaya menghadirkan model pembelajaran kewarganegaraan yang relevan dengan karakteristik mahasiswa digital native, sekaligus mendorong lahirnya generasi pemimpin muda yang memiliki kepedulian sosial dan kemampuan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan publik.
Narasumber: Dr. Leni Anggraeni, M.Pd. — Ketua Peneliti, Ketua Group Riset SPACE, Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial - Universitas Pendidikan Indonesia
