Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Pendidikan IPS UPI dan Philippine Normal University Gelar Summer Course, Hadirkan Pembelajaran Social Studies Berbasis Perspektif Global-Lokal

BANDUNG, UPI – Bagaimana pendidikan ilmu sosial dapat membantu generasi muda memahami tantangan global tanpa kehilangan pemahaman terhadap konteks lokal? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu landasan kolaborasi akademik antara Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Philippine Normal University (PNU), Filipina, melalui program Summer Course bertajuk “Integrated Social Studies Education for Global-Local Challenge.”

Program ini resmi dibuka pada pekan sebelumnya melalui rangkaian pembelajaran daring menggunakan Zoom Meeting selama satu pekan. Sebanyak 35 mahasiswa mengikuti sesi daring tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran dan interaksi akademik antara kedua institusi.

Memasuki pekan kedua, mulai 26 Oktober 2026, kegiatan berlanjut secara luring di Indonesia dengan kedatangan dua dosen dan enam mahasiswa dari Philippine Normal University. Kehadiran delegasi PNU menjadi kesempatan bagi peserta untuk melanjutkan diskusi akademik sekaligus memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui interaksi lintas budaya.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si. Wakil Dekan Bidang Akademik / Pendidikan dan Penjaminan Mutu serta Prof. Eri Kurniawan, M.A., Ph.D. Kepala Divisi Kemitraan Internasional. Kehadiran perwakilan fakultas dan universitas tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan.


Mempertemukan Perspektif Global dan Lokal
Mengusung tema Integrated Social Studies Education for Global-Local Challenge, program ini menempatkan pendidikan ilmu sosial sebagai ruang untuk memahami keterkaitan antara persoalan global dan realitas kehidupan lokal.

 

Melalui perkuliahan bersama, mahasiswa dari Indonesia dan Filipina memperoleh kesempatan untuk bertukar perspektif mengenai pendidikan Social Studies dalam konteks sosial dan budaya masing-masing negara. Pertemuan tersebut juga membuka ruang untuk mendiskusikan bagaimana pembelajaran ilmu sosial dapat dikembangkan agar relevan dengan tantangan masyarakat yang terus berubah.

Kolaborasi lintas negara ini menjadi penting karena persoalan sosial tidak selalu dapat dipahami melalui satu perspektif. Pengalaman, nilai, dan konteks budaya yang berbeda dapat memperkaya cara mahasiswa memahami masyarakat serta merumuskan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual.
Dengan mempertemukan peserta dari dua negara, Summer Course ini tidak hanya berorientasi pada pertukaran pengetahuan akademik, tetapi juga pada pengembangan pemahaman lintas budaya sebagai bagian dari pengalaman belajar.


Belajar dari Sejarah dan Kebudayaan Indonesia
Selain perkuliahan bersama, rangkaian kegiatan di Indonesia akan dilengkapi dengan eksplorasi budaya dan kunjungan ke sejumlah tempat yang memiliki nilai historis serta budaya.
Dua di antaranya adalah Museum Pendidikan Nasional dan Saung Angklung Udjo di Bandung.

Kunjungan ke Museum membuka kesempatan bagi peserta untuk mengenal sejarah hubungan internasional, solidaritas antarbangsa, dan peran Indonesia dalam dinamika global. Pengalaman tersebut relevan dengan tema program yang menghubungkan perspektif global dengan konteks lokal.
Sementara itu, kunjungan ke Saung Angklung Udjo memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal kebudayaan Sunda melalui seni musik tradisional angklung. Interaksi dengan praktik kebudayaan lokal menjadi salah satu cara untuk memahami bagaimana identitas, nilai, dan tradisi masyarakat diwariskan serta dipertahankan di tengah perubahan zaman.

Kedua agenda tersebut memperluas pengalaman belajar di luar ruang kelas. Sejarah dan kebudayaan tidak hanya dipelajari sebagai materi akademik, tetapi juga dikenali melalui tempat, artefak, praktik seni, dan pengalaman langsung.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat pembelajaran ilmu sosial yang menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan masyarakat. Melalui pengalaman tersebut, peserta diharapkan dapat melihat bagaimana konteks lokal menjadi bagian penting dalam memahami persoalan yang lebih luas.
Memperluas Ruang Kolaborasi Akademik Internasional
Pelaksanaan Summer Course melalui pembelajaran daring dan luring menunjukkan upaya kedua institusi untuk membangun pengalaman akademik lintas negara secara bertahap. Interaksi virtual membuka ruang pertemuan awal, sedangkan kegiatan tatap muka memberikan kesempatan untuk memperdalam diskusi melalui pengalaman bersama.

Bagi Pendidikan IPS UPI dan Philippine Normal University, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui perspektif internasional.

Lebih dari sekadar pertemuan dua institusi, Summer Course ini menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pembelajaran ilmu sosial tidak berhenti pada teori dan konsep di ruang kelas. Pemahaman terhadap masyarakat juga tumbuh melalui dialog, perjumpaan budaya, dan pengalaman menyaksikan secara langsung realitas sosial yang berbeda.

Melalui tema “Integrated Social Studies Education for Global-Local Challenge”, UPI dan PNU mempertemukan dua konteks nasional dalam satu ruang pembelajaran bersama. Dari ruang kelas hingga situs sejarah dan kebudayaan, program ini membuka kesempatan untuk mengembangkan pemahaman bahwa tantangan global perlu dibaca dengan mempertimbangkan pengalaman dan kearifan lokal.

Rangkaian kegiatan Summer Course ini selanjutnya diharapkan dapat memperkuat hubungan akademik antara kedua institusi dan membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan ilmu sosial di tingkat internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *