

BANDUNG, UPI – Asosiasi Profesi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia (APRIPSSI) menyelenggarakan APRIPSSI International Conference & National Congress 2026 pada 27–28 Oktober 2026 di Auditorium Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Lantai 6, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Kegiatan ini mengangkat tema “Reimagining Social Studies Education in the Age of AI: Preparing Critical and Responsible Global Citizens” sebagai respons terhadap perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan tantangan transformasi pendidikan ilmu sosial.
Konferensi internasional dan kongres nasional ini menjadi ruang pertemuan bagi akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, serta pemerhati Pendidikan IPS untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, dan mendiskusikan arah pengembangan Pendidikan IPS di tengah perubahan teknologi dan dinamika masyarakat global.
Penyelenggaraan kegiatan di lingkungan UPI, khususnya FPIPS, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan keilmuan Pendidikan IPS melalui forum akademik berskala nasional dan internasional.
Menghadirkan Perspektif Akademisi Nasional dan Internasional
Konferensi ini menghadirkan tiga pembicara utama (keynote speakers) dari institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Filipina, yaitu Prof. Dr. Ersis Warmansyah Abbas, BA., M.Pd. dari Universitas Lambung Mangkurat; Prof. Dr. Erlina Wiyanarti, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia; serta Dr. Zyralie Avila Lotivio-Bedural dari Philippine Normal University.
Kehadiran para pembicara tersebut memberikan ruang pertukaran perspektif mengenai perkembangan Pendidikan IPS dalam menghadapi perubahan sosial, kemajuan teknologi digital, serta kebutuhan kompetensi masyarakat abad ke-21.
Tema yang diangkat menempatkan kecerdasan buatan bukan sekadar sebagai perangkat teknologi dalam pembelajaran, melainkan juga sebagai fenomena yang perlu dikaji secara kritis dalam perspektif ilmu sosial. Perkembangan AI menghadirkan peluang dalam inovasi pembelajaran, tetapi sekaligus memunculkan tantangan terkait literasi digital, etika, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis.
Oleh karena itu, Pendidikan IPS memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, tetapi juga memahami implikasi sosialnya serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Empat Subtema untuk Merespons Transformasi Pendidikan IPS
Untuk memperluas ruang diskusi akademik, konferensi ini mengangkat empat subtema utama yang mencerminkan berbagai tantangan dan peluang pengembangan Pendidikan IPS.
Pertama, Reimagining Social Studies Education: New Paradigms, Curriculum, and Competencies in the Age of AI, yang membahas pembaruan paradigma, kurikulum, dan kompetensi Pendidikan IPS dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan.
Kedua, AI-Enhanced Social Studies Learning: Innovative Pedagogies, Digital Technologies, and Human-AI Collaboration, yang berfokus pada pemanfaatan AI dalam inovasi pedagogi, teknologi digital, serta kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran.
Ketiga, Critical AI Literacy, Digital Citizenship, and Ethical Reasoning in Social Studies Education, yang menyoroti pentingnya literasi AI kritis, kewargaan digital, dan penalaran etis sebagai kompetensi yang perlu dikembangkan melalui Pendidikan IPS.
Keempat, Enhancing Social Studies Teaching and Learning in the 21st Century, yang membahas penguatan praktik pembelajaran dan pengajaran ilmu sosial agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat abad ke-21.
Keempat subtema tersebut menunjukkan bahwa transformasi Pendidikan IPS tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga mencakup pembaruan substansi keilmuan, penguatan kompetensi peserta didik, dan pengembangan tanggung jawab sosial dalam kehidupan digital.
Memperkuat Publikasi dan Jejaring Keilmuan Pendidikan IPS
Selain menjadi forum presentasi dan diskusi ilmiah, kegiatan ini juga menyediakan peluang publikasi bagi para peneliti dan akademisi melalui sejumlah jurnal nasional dan internasional yang menjadi mitra publikasi.
Beberapa jurnal yang tercantum dalam peluang publikasi kegiatan ini antara lain Jurnal Teori dan Praktis Pembelajaran IPS, JIPSINDO, The Kalimantan Social Studies Journal (KSSJ), International Journal Pedagogy of Social Studies (IJPSS), Harmoni Sosial, The Innovation of Social Studies Journal (ISSJ), The Journal of Social Development, serta JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial).
Kehadiran peluang publikasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong diseminasi hasil penelitian dan memperluas kontribusi akademisi terhadap perkembangan keilmuan Pendidikan IPS. Forum ini juga membuka kesempatan bagi para peneliti untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, dan mengembangkan potensi kolaborasi penelitian lintas institusi.
Kongres Nasional sebagai Ruang Penguatan Organisasi Profesi
Selain konferensi internasional, kegiatan ini juga menjadi momentum penyelenggaraan Kongres Nasional APRIPSSI. Kongres nasional memiliki arti penting sebagai ruang konsolidasi organisasi profesi dalam memperkuat koordinasi, komunikasi, dan arah pengembangan Pendidikan IPS di Indonesia.
Pertemuan akademisi dan anggota organisasi dari berbagai institusi diharapkan dapat memperkuat kontribusi APRIPSSI dalam merespons perkembangan pendidikan, kebutuhan profesi, serta tantangan pengembangan keilmuan IPS di tingkat nasional.
Melalui penyelenggaraan APRIPSSI International Conference & National Congress 2026, UPI dan APRIPSSI menghadirkan ruang dialog yang menghubungkan perkembangan pemikiran akademik dengan kebutuhan nyata dunia pendidikan.
Lebih dari sekadar forum ilmiah, kegiatan ini menegaskan bahwa masa depan Pendidikan IPS tidak dapat dilepaskan dari kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan tanggung jawab sosial.
Dengan mengusung semangat Reimagining Social Studies Education in the Age of AI, konferensi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembaruan paradigma Pendidikan IPS sekaligus memperkuat peran pendidikan ilmu sosial dalam mempersiapkan warga negara global yang kritis, adaptif, dan bertanggung jawab.