Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
ISOT 2026 Segera Digelar, FPIPS UPI Perkuat Kolaborasi Internasional untuk Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan

BANDUNG – Sepuluh hari menjelang penyelenggaraannya, International Seminar on Tourism (ISOT) 2026 semakin dekat. Seminar internasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Kepariwisataan, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 10 November 2026, di Universitas Pendidikan Indonesia melalui format konferensi hybrid.

ISOT 2026 merupakan kegiatan kolaboratif yang melibatkan empat program studi di lingkungan Kepariwisataan FPIPS UPI, yaitu Manajemen Resort & Leisure (MRL), Manajemen Pemasaran Pariwisata (MPP), Manajemen Industri Katering (MIK), dan Pendidikan Pariwisata (Dikpar). Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi akademik dalam memperluas ruang diskusi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan perspektif keilmuan di bidang pariwisata.

Tahun ini, ISOT mengangkat tema “Transforming Tourism System: Advancing Sustainability, Environmental, and Spatial Resilience and Community Empowerment Across Destination.” Tema tersebut menyoroti pentingnya transformasi sistem pariwisata melalui penguatan keberlanjutan, ketahanan lingkungan dan spasial, serta pemberdayaan masyarakat di berbagai destinasi wisata.

Seminar ini menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar pariwisata dari berbagai perguruan tinggi internasional dan nasional. Sebagai keynote speaker, ISOT 2026 menghadirkan Prof. Neil Carr dari University of Otago, Selandia Baru. Sementara itu, pembicara utama lainnya adalah Dr. Fitri Rahmafitria dari FPIPS UPI, Dr. Elise Mognard dari Taylor's University, Malaysia, serta Dr. Tan Kim Lin dari James Cook University, Singapura.

Selain sesi utama, ISOT 2026 juga menghadirkan lima tema dalam sesi paralel (parallel sessions) yang mencakup berbagai isu strategis dalam pengembangan pariwisata. Kelima tema tersebut meliputi Sustainable Tourism Industry, Hospitality, and Governance; Digital Transformation, Media, and Visitor Engagement; Research, Learning, and Sustainability Awareness in Tourism; Environmental Sustainability and Climate Resilience in Tourism; serta Community Empowerment, Social Inclusion, and Cultural Heritage in Tourism.

Sesi paralel tersebut menghadirkan pembicara dari berbagai institusi, di antaranya Dr. Ersy Ervina dari Telkom University, Yudhiet Fajar Dewantara dari Universitas Bunda Mulia, Prof. Dr. Abd Rasid bin Abd Rahman dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia, Prof. I Nyoman Sunarta dari Universitas Udayana, serta Prof. Dr. Muhammad Baiquni dari Universitas Gadjah Mada.

Melalui rangkaian diskusi dan pertukaran gagasan tersebut, ISOT 2026 diharapkan menjadi ruang akademik untuk mempertemukan peneliti, akademisi, dan praktisi dalam membahas tantangan serta peluang transformasi pariwisata. Berbagai perspektif yang dihadirkan diharapkan dapat memperkaya pengembangan pengetahuan dan praktik pariwisata yang lebih berkelanjutan, tangguh, inklusif, serta berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Dengan mengusung semangat kolaborasi lintas program studi dan lintas negara, penyelenggaraan ISOT 2026 menjadi salah satu upaya Kepariwisataan FPIPS UPI untuk memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan sektor pariwisata di tingkat nasional maupun internasional.

Sepuluh hari lagi menuju ISOT 2026! Mari menjadi bagian dari ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan untuk masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dapat diakses melalui laman resmi isot.upi.edu dan Instagram @isot_upi2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *