[MRL UPI NEWS] Pengabdian Kepada Masyarakat Luar Negeri Dosen Manajemen Resort dan Leisure Mengusung Cinta Tanah Air Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat Luar Negeri Guna Mendorong SDGs 4, 11 dan 16. Pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi menegaskan peran dosen tidak hanya sebagai pendidik dan peneliti, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial. Melalui kegiatan pengabdian, dosen diharapkan mampu mengimplementasikan hasil riset dan pengetahuan akademik untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Penerapan kegiatan ini merupakan upaya dari perguruan tinggi agar dapat hadir sebagai mitra strategis dalam pembangunan, penguatan kapasitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sumber : Dokumentasi Penulis, 2025
Bertepatan dengan momentum bulan ulang tahun Negara Indonesia, pada tanggal 1 Agustus 2025, tim dosen Program studi Manajemen Resort dan leisure yang diwakilkan oleh Widyastuti, S.Sos., M.P.Par dan Aramdha Redo Pratma bersama tim dosen kepariwisataan UPI melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dosen bagi WNI di Thailand. Kegiatan ini menghadirkan nuansa semangat nasionalisme dan cinta tanah air. Tema yang dibawakan oleh tim dosen Manajemen Resort dan Leisure, yaitu “Cinta Tanah Air di Era Global: Inovasi Permainan Tradisional dan Virtual tour destinasi wisata untuk Warga Negara Indonesia di Thailand”. Melalui tema tersebut, tim dosen ingin menanamkan kembali nilai nasionalisme dan memperkuat ikatan persaudaraan antar-WNI melalui pendekatan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, yaitu permainan tradisional.
Permainan Tradisional sebagai Media Budaya
Permainan tradisional Indonesia dipilih sebagai media utama dalam kegiatan ini. Menurut Widyastuti, selaku dosen prodi manajemen resort dan lesirure UPI, permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi yang mampu membangkitkan kenangan masa kecil sekaligus mengingatkan akan akar budaya bangsa. “Permainan ini mengingatkan kita semua akan indahnya budaya dan nilai gotong royong yang melekat dalam diri bangsa Indonesia,” jelasnya.
Dalam perspektif pariwisata, permainan tradisional juga selaras dengan konsep leisure, yaitu pemanfaatan waktu luang wisatawan melalui aktivitas rekreatif, edukatif, maupun sosial. Dengan demikian, pengenalan kembali permainan tradisional tidak hanya relevan untuk WNI di perantauan, tetapi juga dapat menjadi potensi daya tarik pariwisata berbasis budaya.
Sementara itu, Armandha Redo Pratama menambahkan bahwa permainan tradisional juga menjadi sarana strategis untuk menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. “Misi cinta tanah air ini semoga dapat kita ajarkan dan tanamkan kepada generasi penerus, minimal di lingkungan keluarga kita sendiri,” tegasnya.
Misi Cinta Tanah Air dan SDGs
Lebih dari sekadar kegiatan budaya, PkM ini membawa misi penanaman cinta tanah air di era globalisasi. Di tengah derasnya arus global, identitas bangsa harus terus dijaga. Melalui kegiatan ini, dosen FPIPS UPI mengingatkan pentingnya menjaga tradisi dan budaya Indonesia, meskipun tinggal di luar negeri.
Misi ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan pendidikan berkualitas, pelestarian budaya, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, kegiatan ini mendorong peningkatan kapasitas individu sekaligus memperkuat identitas kultural WNI.

Sumber : Dokumentasi Penulis, 2025
Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan bagi para peserta. Selain mempererat persaudaraan, kegiatan ini juga mengingatkan WNI akan pentingnya menanamkan budaya Indonesia kepada generasi penerus. Banyak peserta yang berharap program seperti ini dapat terus berlanjut.
“Kami senang dengan terselenggaranya kegiatan PKM dosen ini, mempererat persaudaraan sesame WNI di perantauan dan menambah wawasan tentang tanah air”, tutur Bapak Simon, WNI asal Padang yang kini tinggal di Bangkok.
Bagi tim dosen UPI, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian masyarakat dapat diperluas ke ranah internasional. Hal ini sekaligus memperlihatkan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan global.
Integrasi Penguatan SDG’s
Kegiatan Pk Mdosen di luar negeri ini merupakan bentuk realisasi dari penanaman SDG’s dalam scoop global. Berkaitan dengan nilai cinta tanah air dalam penerapan permainan tradisional dan virtual tour, maka hal ini sejalan dengan niali SDG’s berikut:
SDG 4 (Quality Education) yang menekankan pentingnya pendidikan berbasis nilai, termasuk penanaman semangat kebangsaan dan penghargaan terhadap budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengangkat inovasi permainan tradisional misalnya, menjadi media edukasi yang mengakar pada kearifan lokal sekaligus adaptif terhadap era global.

Sumber : Dokumentasi Penulis, 2025
Selain itu, cinta tanah air juga terkait dengan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Melalui pelestarian budaya dan warisan tradisi, masyarakat—baik di dalam negeri maupun diaspora—diajak untuk berperan aktif dalam menjaga identitas bangsa. Pariwisata berkelanjutan bukan hanya soal menarik wisatawan, tetapi juga tentang bagaimana komunitas tetap kokoh dengan nilai budayanya.

Sumber : Dokumentasi Penulis, 2025
Terakhir, cinta tanah air memperkuat SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions). Persatuan sesama Warga Negara Indonesia di perantauan mencerminkan stabilitas sosial yang dilandasi rasa nasionalisme. Identitas kebangsaan yang kuat menjadi fondasi untuk membangun masyarakat yang inklusif, damai, dan berkeadilan.
Ingin tahu lebih banyak tentang Manajemen Resort dan Leisure UPI? Cek Sosial Media Kami!
Instagram | Youtube | Line | TikTok | Website
#PkM #MRLUPI #SDGs #SDG4 #SDG11 #SDG16 #QualityEducation #VivaTourismus #VivaMRL