Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
DINAMIKA MAHASISWA TINGKAT AKHIR: MEMETAKAN ARAH, BERADAPTASI, DAN MERAIH GELAR S.GEO

Penulis: Syaefunnisa (SaIG, 2203082)

Penyunting: Muhammad Naufal Rifasyah (SaIG, 2500436)

Dok. Penulis

“Bikin stress”, “sangat menguras energi”, dan “pusing banget” menjadi kata-kata yang sering saya dengar setiap bertanya kepada orang-orang yang sedang mengerjakan skripsi. Mendengar banyak pengalaman dari orang-orang terdekat terkait skripsi cukup membuat saya khawatir karena skripsi menjadi hal yang sangat penting dan menentukan apakah saya bisa lulus dan mendapatkan gelar sarjana yang sudah saya dambakan. Banyak hal yang membuat saya overthinking terkait skripsi ini, tetapi sesulit apapun itu pasti harus dilalui dan tentunya akan terlewati bukan?

Kekhawatiran terkait skripsi ini dimulai pada saat semester 5, dimana pada semester ini saya mengontrak mata kuliah metode penelitian. Mata kuliah ini memberikan banyak insight terkait komponen-komponen apa saja yang harus ada dan diperhatikan pada suatu penelitian. Selain itu, pada mata kuliah ini juga kami dibimbing dari awal seperti menentukkan topik penelitian, variabel yang akan digunakan, sampai penyusunan setiap babnya hingga menghasilkan output akhir berupa proposal penelitian. Tahap yang paling sulit bagi saya adalah tahap menentukan topik penelitian karena nantinya hal ini yang akan menjadi landasan utama penelitian yang akan dibuat. Butuh waktu cukup lama untuk saya dapat menentukan topik yang memiliki urgensi cukup tinggi, dapat relevan dengan prodi SaIG, dan yang pastinya benar-benar saya minati agar nantinya saya bisa mengerjakan penelitian ini dengan senang hati. Tak lama, saya menemukan isu terkait wilayah yang diwacanakan akan dilakukan pemekaran wilayah. Hal ini cukup menarik buat saya karena nyatanya usulan terkait pemekaran wilayah di Indonesia ini sangat banyak, namun belum ada yang direalisasikan kembali karena adanya moratorium pemekaran wilayah. Dari situ terbesit lah mengapa hal ini bisa terjadi dan apakah isu pemekaran wilayah ini dapat diintegrasikan dengan teknologi geospasial untuk dapat menciptakan kebijakan pemekaran wilayah yang lebih tepat dan optimal. Topik ini saya gunakan untuk tugas metode penelitian saya dan mendapat banyak masukan dari dosen pengampu mata kuliah metode penelitian, yakni bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. Masukan-masukan tersebut sangat membantu untuk menyempurnakan proposal skripsi saya, namun hal tersebut tetap membuat saya ragu pada diri saya sendiri apakah topik ini masih dapat dilanjutkan atau tidak. 

Seiring berjalannya waktu hingga akhirnya tiba di semester 6 dimana proposal skripsi yang telah dihasilkan dari mata kuliah metode penelitian ini diarahkan untuk diproyeksikan menjadi proposal skripsi yang sebenarnya yang dapat diajukan untuk seminar proposal. Pada saat itu, saya semakin bingung terkait arah penelitian topik ini dan bimbang apakah tetap dilanjut atau tidak. Namun, jika harus memilih topik lain pun saya merasa kurang sreg karena topik pemekaran wilayah ini benar-benar minat utama saya. Akhirnya saya melakukan bimbingan dengan dosen wali sekaligus dosen pembimbing proposal skripsi saya, bapak Haikal Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Sc. Bimbingan tersebut menjadi secercah harapan dan semangat bagi saya untuk tetap melanjutkan topik proposal ini berkat dukungan dan arahan dari Pak Haikal. Bimbingan tersebut membuat saya lebih terarah akan kemana penelitian ini akan dibuat dan ditujukan. Setelah bimbingan tersebut, saya kembali membedah isi proposal penelitian saya untuk melihat bagian mana saja yang perlu diperbaiki berdasarkan arahan yang sudah dijelaskan pada bimbingan pertama sekaligus ilmu serta masukan yang sudah didapatkan pada mata kuliah metode penelitian. Walaupun cukup kesulitan akan membagi waktu antara mengerjakan proposal, perkuliahan dan juga magang mandiri yang sedang berlangsung pada saat itu, saya berusaha untuk setiap harinya tetap berprogres dengan tujuan dapat maju ke seminar proposal sebelum pelaksanaan magang PKL di semester 7 berlangsung. Namun, progres tersebut berlangsung lambat setelah bimbingan pertama dengan dosen wali karena adanya kesibukan akademik, organisasi, dan juga magang mandiri yang berlangsung dalam satu waktu. Saya cukup khawatir akan target yang saya telah buat, tetapi saya memutuskan untuk fokus terlebih dahulu pada kegiatan perkuliahan dan organisasi yang tengah berlangsung agar proses penyusunan proposal nya lebih optimal. Setelah semester 6 berakhir, saya mulai berprogres kembali menyusun proposal saya hingga seluruh bagian dari bab 1-3 selesai. Setiap harinya saya menyusun proposal tersebut bersama dengan beberapa teman SaIG 2022 baik di kampus maupun diluar kampus. Menyusun proposal bersama teman-teman membuat saya senang dan bersemangat karena dalam prosesnya kita bisa sambil berdiskusi dan bercanda gurau yang membuat proses penyusunan menjadi lebih santai. Butuh waktu 1 minggu setelah semester 6 berakhir untuk saya dapat menyelesaikan proposal skripsi saya. Kemudian saya melakukan bimbingan kembali dengan Pak Haikal selaku dosen pembimbing saya dan mendapatkan feedback baik terkait hasil proposal skripsi saya. Beliau mengarahkan untuk saya langsung saja maju untuk seminar proposal dan yang cukup mengejutkan jadwal seminar proposalnya langsung keluar setelah saya daftar, yakni 9 Juli 2025. Rentang waktu dari saya daftar hingga jadwalnya itu hanya satu minggu juga dan membuat saya jauh lebih kaget dan khawatir. Rasa takut dan overthinking muncul, terlebih setelah melihat daftar dosen pembahas yang dimana seminar proposal saya akan diuji oleh dosen yang benar-benar ahli di topik yang saya pilih ini. Namun, saya berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa saya bisa untuk menghadapi seminar proposal. Pada saat hari H seminar proposal, presentasi pada dosen pembahas berlangsung baik dan lancar. Terdapat beberapa masukan dari dosen pembahas yang sangat membantu untuk menyelaraskan tujuan dari penelitian ini. Saya senang karena telah berhasil mencapai target untuk dapat seminar proposal sebelum melakukan magang PKL di semester 7 sehingga nantinya pada saat magang nanti saya sudah bisa melaksanakan pengolahan skripsi saya. 

Setelah menuntaskan seminar proposal di bulan Juli, fokus saya beralih ke magang PKL pada Agustus 2025. Kala itu, progres skripsi sempat terhenti sejenak sembari menunggu turunnya SK dosen pembimbing. Tak lama kemudian, pada minggu ke-3 bulan Agustus 2025, prodi memberikan SK dosen pembimbing skripsi dan menunjukkan bahwa dosen pembimbing skripsi saya antara lain Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, M.S. dan Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc. Sebelumnya, beliau pernah menjadi dosen pembahas proposal skripsi saya sehingga selanjutnya menjadi dosen pembimbing skripsi saya. Di satu sisi, saya merasa takut dan khawatir karena kedua dosen pembimbing saya merupakan dosen senior yang ahli di bidang perencanaan wilayah dan perumusan kebijakan-kebijakan tata ruang. Tetapi, di sisi lain saya merasa senang karena saya mendapatkan dosen pembimbing yang relevan dengan topik skripsi saya sehingga dapat sekaligus belajar lebih banyak terkait topik pemekaran wilayah ini dari masukan-masukan yang nantinya akan diberikan di setiap bimbingannya dan membuat penyusunan skripsi lebih optimal. Namun, karena pada saat itu saya sedang melaksanakan magang PKL, saya agak bingung untuk mengatur jadwal dan target saya kedepannya karena kebetulan saya melakukan magang PKL di sebuah konsultan lingkungan yang memiliki beban kerja cukup berbeda dibandingkan magang mandiri sebelumnya. Saya juga sempat khawatir apakah perusahaan dapat memperbolehkan saya untuk sesekali ke kampus untuk melakukan bimbingan atau tidak. Alhamdulillah, perusahaan tempat saya melakukan magang PKL ini terbuka untuk mahasiswa magangnya apabila ada urusan ke kampus dengan syarat dan ketentuan tetap berlaku. Oleh karena itu, saya kembali menyusun target saya kedepannya agar tetap dapat melaksanakan magang PKL dengan baik sekaligus tetap berprogres menyelesaikan skripsi saya. 

Selama periode magang PKL, saya berusaha untuk tetap menyicil baik itu penyusunan draf maupun pengolahan data skripsi baik saat pekerjaan magang telah selesai maupun saat sedang libur. Saya juga mengusahakan untuk paling tidak dalam satu bulan, saya melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing saya sekitar 3-4 kali. Dalam realisasinya, tentu tidak berjalan mulus. Tantangan terberat saya pada saat itu yakni harus membagi waktu antara magang, berorganisasi, dan juga mengerjakan skripsi dalam waktu yang bersamaan. Setiap harinya saya selalu membuat list prioritas target yang harus saya kerjakan dalam satu hari, bahkan dalam satu minggu. List tersebut dibuat agar saya dapat lebih terorganisir dan seluruh target dapat tercapai. Namun, hambatan selalu muncul tidak terduga dan menjadi distraksi bagi kegiatan lainnya seperti bentrok jadwal bimbingan, proses birokrasi yang memakan cukup banyak waktu, urusan organisasi yang, hingga pekerjaan magang yang cukup padat membuat rasanya saat pulang ke rumah fisik tak sanggup lagi untuk mengerjakan pekerjaan lainnya. Terkadang hasil bimbingan pun tak selalu membuahkan hasil yang baik membuat saya harus kembali merencanakan perbaikan yang lebih efektif untuk penelitian saya. Rasa pesimis, takut, dan khawatir setiap harinya muncul dan tak jarang membuat saya kehilangan motivasi untuk mengerjakan skripsi. Namun, saya yakin fase ini adalah fase yang wajar dialami dan tetap harus dihadapi agar segera terlewati. Setiap saya kehilangan motivasi atau demotivation, saya mencoba untuk melakukan kegiatan atau hal-hal kecil yang menyenangkan seperti mendengarkan musik, main game, jalan-jalan. Walaupun sederhana, setiap setelah melakukannya selalu membuat saya lebih relax dalam menghadapi kegiatan yang padat. Saya juga selalu memberi reward untuk diri saya sendiri setiap telah melakukan progres penelitian skripsi saya, seperti membeli kopi ukuran large yang enak dan menenangkan, makan ramen yang segar dan pedas, hingga memberi waktu berleha-leha dan rebahan seharian di hari Sabtu setelah menyelesaikan pengolahan setiap rumusan masalah. Terlihat sederhana, tapi membuat saya jauh lebih menghargai setiap hal yang telah saya lakukan. Kegiatan yang padat ini terus saya lakukan dari bulan Agustus hingga Desember 2025. Cukup melelahkan setiap harinya, namun saya berhasil menyelesaikan 70% progres skripsi saya dan melaksanakan kegiatan magang dan organisasi dengan baik. Setelah periode magang PKL selesai pada bulan Desember 2025, saya memberikan sedikit waktu untuk diri saya sendiri beristirahat dari hiruk pikuk kegiatan yang sudah dilakukan selama 6 bulan kebelakang. Saya menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman-teman terdekat selama beberapa waktu sebagai bentuk liburan untuk diri saya sendiri. Namun, hal tersebut tidak membuat saya lupa dengan kewajiban yang harus saya segera selesaikan, yakni skripsi. 

Setelah tahun berganti menjadi 2026, saya merasa jauh lebih gugup dan khawatir akan target penyelesaian skripsi saya. Walaupun proses pengolahannya sisa pengolahan final, tetap membuat saya khawatir apakah saya bisa segera menyelesaikan skripsi saya atau tidak. Saya mulai menyusun kembali target penyelesaian skripsi baru dimana bulan Maret 2025 ditargetkan telah mendapatkan acc skripsi dan sudah bisa daftar sidang skripsi hingga akhirnya bisa mengikuti wisuda di bulan Mei atau Juli 2026. Saya semakin bersemangat untuk dapat segera menyelesaikan skripsi saya karena adanya dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat yang turut menyemangati saya di setiap prosesnya. Pada akhir bulan Januari 2026, saya mulai melakukan bimbingan yang lebih intensif dengan kedua dosen pembimbing saya. Namun, masalah mulai muncul karena adanya perubahan kebijakan yang berkaitan dengan topik skripsi saya dan berpengaruh pada penelitian yang saya lakukan. Hal ini cukup membuat saya goyah dan bingung terkait langkah apa yang selanjutnya harus saya lakukan. Tentunya saya tidak mungkin untuk mengulang penelitian saya karena progresnya yang sudah cukup jauh. Namun, jika dilanjutkan pun tujuan dari penelitian ini akan sia-sia. Bimbingan tersebut membuat saya cukup terpuruk dan kehilangan motivasi. Saya merasa hilang arah dan tidak yakin dengan keberlanjutan penelitian ini. Pilihan dari dosen pembimbing saya ada dua, antara mengubah tujuan dari penelitian ini dengan wilayah dan topik yang sama atau mengubah wilayah kajian dengan tujuan dan topik penelitian yang sama. Kedua opsi tersebut memiliki plus minusnya tersendiri dan hal tersebut membuat saya menjadi bimbang. Terlebih lagi, saya merasa jauh lebih pesimis karena melihat progres teman-teman seangkatan lainnya yang sudah lebih jauh. Rasa takut dan khawatir tidak dapat sidang di Bulan Maret semakin tinggi, pasalnya masalah ini membuat saya tidak dapat melanjutkan progres skripsi yang telah saya kerjakan sebelumnya pada periode magang PKL tahun 2025. Namun, saya mencoba untuk memaksakan diri sendiri mencari solusi dari masalah skripsi ini karena saya merasa tidak ada gunanya jika hanya berdiam diri dan pasrah. Masalah ini akan terus muncul dan tidak dapat dihindari sehingga saya memaksakan diri untuk mau tidak mau tetap menghadapi masalah skripsi ini. 

Satu bulan saya mencoba mencari solusi mana yang lebih efektif untuk saya pilih guna menyelesaikan masalah skripsi ini hingga tak kenal waktu, setiap hari saya kumpulkan referensi-referensi terkait yang bisa saya tunjukkan pada dosen pembimbing guna membantu saya dalam memilih opsi penyelesaian masalah ini, saya paksakan diri saya untuk tetap maju menghadapi masalah ini walaupun membuat fisik dan mental saya setiap harinya semakin turun karena dihantui rasa takut tidak dapat mencapai target dan rasa ketertinggalan progres skripsinya dari teman-teman lainnya. Walaupun begitu, saya terus meyakinkan diri saya bahwa masalah ini akan tetap terlewati karena tuhan tidak akan memberikan kesulitan kepada hambanya melampaui batasan dari hambanya itu sendiri. Satu bulan tersebut menjadi bulan yang sangat berat bagi saya karena merasa bersalah pada diri sendiri karena tidak bisa melakukan progres skripsi yang signifikan. Namun, hal ini akhirnya mendapatkan titik terang dari hasil bimbingan dengan dosen pembimbing dimana solusi yang lebih efektif dipilih adalah mengubah wilayah kajian dengan topik penelitian yang sama. Saya merasa sangat lega karena akhirnya saya bisa kembali mengerjakan skripsi saya walaupun terdapat banyak bagian yang harus saya ulang terutama di bagian pengolahan data setiap rumusan wilayah. Pada saat itu saya juga menyadari bahwa saya tidak bisa sidang di bulan Maret 2026 sehingga pada saat itu juga saya mengubah target saya menjadi sidang di bulan April 2026. Setelah bimbingan tersebut, saya langsung memperbaiki draf skripsi saya menjadi versi dengan wilayah yang telah diubah, dimana sebelumnya wilayah penelitiannya berada di Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Bandung. Cukup jauh, namun keduanya memiliki urgensi yang sama terkait pemekaran wilayah. Progres penyusunan skripsi saya setelah bimbingan tersebut menjadi jauh lebih cepat dimana progresnya dimulai dengan mengubah draf bab 1-3. Seminggu kemudian saya melakukan bimbingan kembali terkait draf bab 1-3 yang terbaru hingga akhirnya disetujui untuk lanjut mengolah data. Saya terus berprogres setiap harinya dari mulai mengolah data, menyusun draf, melakukan bimbingan kepada dosen pembimbing setiap minggunya, hingga mendatangi instansi untuk birokrasi kebutuhan data meskipun pada saat itu bertepatan dengan bulan ramadhan. Waktu terus berjalan dan saya tetap berusaha untuk terus berprogres hingga akhir setelah lebaran idul fitri draf skripsi saya selesai. Tahapan selanjutnya yakni menyerahkan draf final kepada kedua dosen pembimbing untuk mendapatkan persetujuan agar saya dapat melakukan sidang akhir skripsi. Pada tahapan ini, saya juga mengalami kendala karena padatnya jadwal dari kedua dosen pembimbing karena bertepatan juga dengan padatnya jadwal akademik prodi dan fakultas yang membuat saya harus menyesuaikan jadwal kedua dosen pembimbing saya. Walaupun begitu, saya tetap berusaha yakin bahwa saya bisa segera mendaftar sidang skripsi di bulan April atau Mei 2026 agar dapat mengikuti wisuda di bulan Juli 2026. Namun, saya juga tetap berusaha menyiapkan ruang ikhlas untuk diri saya sendiri jika nantinya target saya tidak tercapai karena sebaik-sebaiknya rencana yang telah kita buat, pastinya tuhan memiliki rencana yang paling terbaik buat kita. Dan qadarullah, ternyata saya baru bisa mendapatkan acc  skripsi saya di Bulan Mei 2026 dan baru bisa sidang di Bulan Juni 2026. Hal ini membuat rencana saya untuk bisa mengikuti wisuda di bulan Mei dan Juli 2026 gagal. Kecewa? tentu ada, tapi saya yakin itu merupakan rencana yang telah tuhan buat dan berikan pada saya karena rencana ini adalah rencana yang terbaik untuk saya. Saya mencoba ikhlas dan tetap menjalankan rencana yang telah berlangsung. Pada saat proses mengurus administrasi untuk daftar sidang pun terdapat beberapa kendala yang terjadi, namun saya bersyukur dari pihak prodi dapat membantu dan memberikan solusi untuk saya sehingga akhirnya saya dapat melaksanakan sidang skripsi di Bulan Juni 2026.

Dok. Penulis

Saya senang karena akhirnya dapat melaksanakan sidang skripsi yang menandakan bahwa perjalanan perkuliahan saya di program studi Sains Informasi Geografi ini akan segera berakhir. Walaupun banyak hambatan yang terjadi selama proses penyusunan skripsi, saya merasa bersyukur karena jawaban dari doa-doa saya setiap harinya terkabulkan pada hari-H pelaksanaan sidang skripsi dimana saya mendapatkan kemudahan dalam memaparkan hasil skripsi saya dan masukan-masukan yang diberikan dosen penguji merupakan masukan yang membangun dan membuat skripsi saya menjadi lebih baik. Rasa tidak menyangka, senang, dan bersyukur menjadi satu setelah saya selesai dan keluar dari ruangan sidang akhir. Saya bangga terhadap diri saya sendiri yang tidak menyerah sekalipun harus mengulang pengolahan penelitiannya dengan waktu yang terbilang cukup cepat. Walaupun terdapat banyak kendala, tapi saya tidak menyesal dengan pemilihan topik skripsi saya ini karena dari mengerjakan skripsi ini saya banyak belajar terkait pembuatan kebijakan tata ruang, komponen-komponen yang perlu diperhatikan dalam merealisasikan kebijakan pemekaran wilayah, dan dampak dari kebijakan ini baik bagi lingkungan dan kondisi sosial serta perekonomian wilayah setempat. Saya juga berterima kasih pada keluarga dan kerabat atas dukungan yang diberikan serta pihak program studi Sains Informasi Geografi, baik dari bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selaku kepala program studi, ibu Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, MS. dan bapak Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc. selaku dosen pembimbing skripsi serta seluruh jajaran dosen beserta staf yang telah membantu saya dan memberikan solusi di setiap kendala yang saya alami hingga akhirnya saya bisa mencapai sidang akhir skripsi. 

Jika melihat lagi ke belakang, memang benar yang dikatakan orang-orang bahwa skripsi ini fase yang paling melelahkan dan bikin stres. Pengalaman yang sebelumnya hanya saya dengar, ternyata saya rasakan juga sendiri dan sudah terlewati. Prosesnya memang melelahkan, tetapi hasilnya bisa membayar segala lelah yang telah dirasakan sebelumnya. Jadi, cape dan stres pas skripsian itu memang wajar kok! Hal yang terpenting adalah kita harus tetap lawan rasa cape, stres, malas, dan demot itu biar skripsinya cepat selesai. Kalau memang ada yang tidak sesuai rencana, jangan dulu menyerah ya! Selalu percaya pada rencana tuhan dan siapkan juga rencana lainnya agar bisa tetap berprogres. Untuk kalian yang sedang di fase skripsian, semangat selalu yaa!! Gelar S.Geo sudah menantimu!!

Dok. Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *