Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
CHASKA EXPLORATION: Menjelajahi Tasikmalaya, Menyulam Ilmu dan Aksi Nyata untuk SDGs

Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG), FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia, kembali menorehkan jejak bermakna melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan 1 (KKL 1) bertema CHASKA EXPLORATION. Lebih dari sekadar praktik akademik, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu, mengabdi kepada masyarakat, sekaligus berkontribusi pada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Eksplorasi Wilayah: Dari Gunung hingga Samudra

Selama enam hari, mahasiswa melakukan observasi dan pemetaan di tujuh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya—dari kawasan adat Kampung Naga di Salawu, hingga pesisir Pantai Cipatujah. Aktivitas lapangan ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis pemetaan, tetapi juga membuka kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan wilayah dan kelestarian lingkungan (SDG 11: Sustainable Cities and Communities serta SDG 15: Life on Land).
Melalui kegiatan penyusunan peta aset desa yang diserahkan kepada pemerintah setempat, mahasiswa turut mendukung tata kelola desa berbasis data. Peta ini menjadi instrumen penting bagi perencanaan pembangunan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan—sejalan dengan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions).

Picture1

Integrasi Ilmu: Dari Ruang Kelas ke Dunia Nyata

Ilmu-ilmu dasar seperti interpretasi citra, kartografi, penginderaan jauh, hingga geografi manusia dihidupkan melalui praktik nyata di lapangan. Mahasiswa belajar bahwa pemetaan bukan sekadar koordinat dan garis, melainkan pijakan untuk memahami relasi manusia dengan lingkungannya.
Dengan ritme kerja cepat, disiplin, dan akurasi tinggi, para peserta dilatih untuk memiliki ketangguhan, komunikasi efektif, dan kerjasama tim—kompetensi yang sangat relevan dalam mencapai SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).

Kolaborasi, Kepemimpinan, dan Pengabdian

Tidak hanya sebagai peserta, sebagian mahasiswa juga berperan sebagai Steering Committee (SC). Dari perencanaan hingga eksekusi, mereka merasakan langsung tantangan mengelola logistik, dinamika tim, hingga koordinasi lapangan. Pengalaman ini menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sosial, yang sejalan dengan SDG 4 (Quality Education)—memberikan pembelajaran bermakna di luar ruang kelas.
Selain itu, interaksi dengan masyarakat lokal menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah empati, menghormati kearifan lokal, dan membangun jejaring sosial yang harmonis—pondasi bagi pencapaian SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Bimbingan Akademik dan Investasi Masa Depan

Di bawah arahan para dosen SPIG, kegiatan ini berlangsung terarah dan terstandar. Setiap tahap, mulai dari teknik pengukuran hingga etika sosial, diajarkan dengan cermat. Hal ini menunjukkan sinergi antara pendidikan tinggi dan pengabdian masyarakat dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing global.

Menyulam Ilmu untuk Dunia yang Berkelanjutan

CHASKA EXPLORATION bukan hanya catatan perjalanan, melainkan investasi ilmu dan karakter. Dengan semangat kebersamaan dan keberlanjutan, kegiatan ini menjadi kontribusi nyata mahasiswa SPIG dalam menjawab tantangan global dan mendukung terwujudnya agenda SDGs di tingkat lokal.
Karena sejatinya, setiap langkah kecil di desa, hutan, gunung, hingga pesisir adalah bagian dari langkah besar menuju bumi yang lebih lestari dan manusia yang lebih berdaya.