Bandung, 17 November 2025 - Pelaksanaan Lomba Debat Civics Hukum tingkat mahasiswa sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia resmi digelar sebagai bagian dari rangkaian acara perayaan Dies Natalis Ke-71 Pendidikan Kewarganegaraan Terintegrasi bekerja sama dengan Forum Komunikasi (Forkom) Mahasiswa S2 dan S3 Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia. Babak penyisihan dan semifinal diselenggarakan pada hari Rabu-Kamis, tanggal 12–13 November 2025.
Lomba debat ini diikuti mahasiswa dengan penuh antusiasme dan semangat kompetitif. Sebanyak 12 tim dari angkatan 2023-2025 dengan masing-masing tim beranggotakan tiga mahasiswa, berpartisipasi dalam babak penyisihan dan semifinal yang berlangsung selama dua hari. Setiap tim tampil dengan persiapan matang, menghadirkan argumentasi akademik yang tajam dan analisis kritis terhadap isu-isu civics dan hukum yang relevan. Mulia Sari, S.Pd sebagai Ketua Umum Forkom dan Ketua Panitia Penyelenggara Lomba Debat, menyebutkan bahwa lomba debat ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan berpikir kritis, tetapi juga ruang pembelajaran untuk memperkuat kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan pemahaman terhadap dinamika kewarganegaraan modern.
Dengan mengangkat tema besar “Transformasi Keberlanjutan Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menghadapi Isu-Isu Kewarganegaraan Abad 21,” para peserta ditantang untuk mengelaborasi isu-isu terkini mulai dari perkembangan teknologi, keterlibatan digital warga negara, tantangan lingkungan hidup, hingga dinamika multikulturalisme global.

Sebagai inisiator Lomba Debat, Bapak Dr. Syaifullah, M.Si., selaku Ketua Prodi Pendidikan Kewarganegaraan Terintegrasi, mengatakan bahwa mosi debat tersebut dirancang guna memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan pemikiran visioner mengenai arah baru pendidikan kewarganegaraan, sekaligus merumuskan gagasan strategis terkait peran generasi muda dalam menghadapi tantangan global.
Bu Dr. Sri Wahyuni Tanshzil, M.Pd., selaku Sekretaris Prodi Pendidikan Kewarganegaraan Terintegrasi, menambahkan bahwa debat berlangsung intens dan berkualitas, memperlihatkan bahwa mahasiswa PPKn Universitas Pendidikan Indonesia mampu mengintegrasikan teori, data, dan konteks sosial secara komprehensif dalam menyampaikan argumen.
Dari rangkaian kompetisi babak penyisihan, terpilih 6 tim terbaik yang melaju ke babak semifinal melalui proses penilaian yang ketat oleh juri yang terdiri dari kolaborasi dosen, mahasiswa S2 dan S3 Pendidikan Kewarganegaraan UPI. Keenam tim menunjukkan performa unggul dengan ketepatan argumen, ketajaman analisis, serta kemampuan menyusun strategi debat yang efektif.
Selain itu, suasana kompetitif tetap terjaga dengan penuh sportivitas, mencerminkan karakter civics modern yang menekankan dialog, etika, dan penghargaan terhadap perbedaan pandangan. Bu Bu Pitria Sopianingsih, M.Pd. selaku Ketua Panitia Dies Natalis Ke-71 Pendidikan Kewarganegaraan Terintegrasi juga menjelaskan bahwa debat ini berhasil menunjukan potensi besar mahasiswa PPKn, terutama kemampuan dalam hal penggunaan data empiris dan ketepatan merespons argumen lawan.
Dengan berakhirnya babak penyisihan dan semifinal, Panitia resmi menetapkan bahwa babak final akan diselenggarakan pada Acara Puncak Dies Natalis Ke-71 Prodi Pendidikan Kewarganegaraan Terintegrasi pada hari Kamis, tanggal 20 November 2025 di Gedung Achmad Sanusi, Universitas Pendidikan Indonesia. Dua tim terbaik akan berhadapan dalam kompetisi puncak yang diharapkan menjadi ajang unjuk performa terbaik dan pemikiran paling progresif mengenai masa depan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Lomba ini menjadi bukti komitmen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam membangun tradisi intelektual yang kritis, berbudaya dialog, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
