Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Babak Penyisihan Lomba Orasi Kebangsaan PPKn UPI Sukses Digelar Secara Daring dalam Rangka Dies Natalis ke-71

Bandung, 17 November 2025 - Babak penyisihan Lomba Orasi Kebangsaan untuk mahasiswa tingkat sarjana Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia, telah sukses dilaksanakan pada tanggal 12–18 November 2025 secara daring sebagai bagian dari rangkaian acara perayaan Dies Natalis Ke-71 Pendidikan Kewarganegaraan Terintegrasi bekerja sama dengan Forum Komunikasi (Forkom) Mahasiswa S2 dan S3 Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Sebagai inisiator Lomba Orasi Kebangsaan, Bapak Dr. Syaifullah, M.Si., selaku Ketua Prodi Pendidikan Kewarganegaraan Terintegrasi, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang penting bagi mahasiswa angkatan 2023–2025 untuk menunjukkan kapasitas intelektual, karakter kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi publik dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan abad ke-21. Dengan mengusung tema besar “Transformasi Keberlanjutan Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menghadapi Isu-Isu Kewarganegaraan Abad 21”, penyisihan tahun ini menghadirkan suasana kompetitif dan inspiratif yang mencerminkan kompetensi warga negara muda yang kritis dan berintegritas.

Dalam babak penyisihan, belasan peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kelas menyajikan orasi dengan penekanan pada lima isu strategis: pendidikan, hukum dan hak asasi manusia, politik, sosial, dan kebudayaan. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan inovatif terkait bagaimana Pendidikan Kewarganegaraan dapat bertransformasi menghadapi tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi, disrupsi sosial, hingga dinamika kehidupan demokrasi kontemporer. Mulia Sari, S.Pd sebagai Ketua Umum Forkom dan Ketua Panitia Penyelenggara Lomba Orasi Kebangsaan, menyebutkan bahwa kreativitas penyampaian, ketajaman analisis, serta keberanian peserta dalam merumuskan solusi menjadi sorotan utama para juri dalam memberikan penilaian.

Pelaksanaan secara daring tidak mengurangi antusiasme peserta maupun kualitas penyampaian orasi. Bu Dr. Sri Wahyuni Tanshzil, M.Pd., selaku Sekretaris Prodi Pendidikan Kewarganegaraan Terintegrasi, mengambarkan bahwa selama enam hari penyisihan, ruang virtual penuh dengan diskusi, argumentasi kritis, serta narasi-narasi kebangsaan yang menginspirasi.

Kemudian Bu Pitria Sopianingsih, M.Pd. selaku Ketua Panitia Dies Natalis Ke-71 Pendidikan Kewarganegaraan Terintegrasi, menambahkan bahwa ini menunjukkan bahwa generasi muda khususnya mahasiswa PPKn UPI memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila melalui ide-ide segar yang relevan dengan konteks zaman, sebab tidak sedikit orasi yang membahas urgensi penguatan literasi digital, pengarusutamaan HAM, revitalisasi budaya lokal, serta perlunya masyarakat sipil yang adaptif terhadap perubahan global.

Setelah melalui penilaian yang ketat, panitia berhasil menetapkan tiga peserta terbaik yang berhak melaju ke babak final. Ketiga finalis tersebut akan tampil di Acara Puncak Dies Natalis Ke-71 Prodi Pendidikan Kewarganegaraan Terintegrasi pada hari Kamis, tanggal 20 November 2025 di  Gedung Achmad Sanusi, Universitas Pendidikan Indonesia. Ketiga finalis akan membawa gagasan mereka ke panggung final yang akan menjadi arena penentuan juara. Final ini diharapkan menjadi puncak perayaan intelektualitas dan kepemimpinan mahasiswa PPKn UPI dalam memperkuat narasi kebangsaan yang inklusif, visioner, dan berkelanjutan. Dengan terselenggaranya babak penyisihan ini, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan UPI kembali menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda sebagai warga negara kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *