
Pada tanggal 11–13 November 2025, Universiti Kebangsaan Malaysia kembali menjadi tuan rumah International Future Scientists Conference (iFSC) 2025. Tahun ini, salah satu mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Najwa Kautsar Suhardimansyah dari Program Studi Pendidikan IPS, turut menjadi bagian dari ajang ilmiah internasional bergengsi tersebut.
Konferensi yang diselenggarakan oleh Pusat PERMATA@pintar Negara ini dikenal sebagai ruang pertemuan para peneliti muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan inovatif di bidang STREAM—Science, Technology, Research, Engineering, Arts, dan Mathematics. Tidak hanya menjadi kompetisi, iFSC juga menjadi wadah pertukaran ilmu dan inspirasi lintas budaya.
Hari Pertama: Menginjakkan Kaki di Negeri Tetangga dan Menata Harapan
Sesampainya di kampus Universiti Kebangsaan Malaysia, suasana akademik terasa begitu hidup. Ratusan peserta dari berbagai institusi tampak memenuhi area registrasi, saling menyapa dan larut dalam semangat ilmiah.
Najwa memulai harinya dengan melakukan pendaftaran ulang dan menerima perlengkapan kegiatan. Setelah itu, ia bergerak menuju area pameran untuk menyiapkan stand presentasi. Di sinilah ia menata poster, materi presentasi, dan semua persiapan teknis yang akan menjadi “panggung” penelitiannya selama konferensi berlangsung. Hari pertama benar-benar menjadi masa pemanasan: membangun fokus, menenangkan diri, dan menyiapkan strategi.
Hari Kedua: Saatnya Presentasi – Menyampaikan Gagasan di Hadapan Dunia
Hari kedua menjadi momen paling menegangkan sekaligus mendebarkan. Dua orang juri berpengalaman berkeliling mengunjungi setiap stand peserta. Ketika tiba giliran Najwa, ia menyampaikan penjelasan lengkap tentang penelitian yang ia bawa dalam kategori Social Science.


Dengan penuh percaya diri, Najwa memaparkan latar belakang, temuan, hingga manfaat risetnya kepada para juri. Selain sesi penilaian, seluruh peserta juga mengikuti seminar yang memperkaya wawasan dan membuka kesempatan bertukar ide dengan peneliti muda lainnya.
Di sinilah terasa bagaimana konferensi ini bukan hanya soal lomba—tetapi juga tentang membangun relasi, memperluas perspektif, dan belajar menghargai keragaman pendekatan penelitian dari berbagai negara.
Hari Ketiga: Seminar dan Pengumuman Pemenang – Mengukir Prestasi
Pagi terakhir konferensi diisi dengan seminar lanjutan. Kemudian tibalah saat yang ditunggu: pengumuman awardee!
Ketika nama Najwa disebut sebagai peraih Bronze Medal untuk kategori Social Science, suasana haru dan bangga menyelimuti momen tersebut. Perjalanan riset yang panjang akhirnya membuahkan hasil. Tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama baik Program Studi Pendidikan IPS dan Universitas Pendidikan Indonesia di tingkat internasional.


Prestasi yang Membanggakan
- Kategori: Social Science
- Pencapaian: Juara 3 (Bronze Medal)
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di kancah global dan memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Penutup: Lebih dari Sekadar Kompetisi, Ini adalah Perjalanan Ilmiah
Partisipasi dalam iFSC 2025 merupakan pengalaman berharga yang tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, jejaring internasional, serta motivasi untuk terus meneliti dan berkarya.
Melalui cerita ini, semoga semakin banyak mahasiswa Indonesia yang terinspirasi untuk melangkah ke panggung internasional dan mengenalkan inovasi penelitian dari tanah air kepada dunia.