Bandung, 2025 —
Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Angkatan
2024 tengah melaksanakan Praktikum Detail Situasi yang berlangsung
selama satu semester penuh pada Semester 3. Praktikum ini merupakan salah satu
kegiatan inti dalam kurikulum SPIG yang bertujuan membekali mahasiswa dengan
keterampilan dasar pemetaan menggunakan metode survei terestris.
Sebagai mata kuliah lapangan pada semester
menengah, Praktikum Detail Situasi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk
menerapkan teori pengukuran yang telah dipelajari sebelumnya. Kegiatan ini
mencakup pengukuran berbagai objek permukaan bumi seperti bangunan, jalan,
pagar, saluran air, pepohonan, serta fitur topografi yang terdapat di area
praktikum.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan berbagai instrumen survei terestris, termasuk Total Station, Theodolite, Rambu Ukur, Roll Meter, dan alat sketsa lapangan. Setiap kelompok bekerja secara bergiliran dalam mengoperasikan alat, membaca rambu, mencatat hasil pengukuran, hingga menyusun sketsa situasi. Proses ini tidak hanya melatih ketelitian dan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga meningkatkan kerja sama tim serta ketepatan dalam pengolahan data.
Meskipun praktikum masih berlangsung, mahasiswa
Angkatan 2024 menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tetap bersemangat
meski harus berhadapan dengan kondisi lapangan yang menantang, seperti cuaca
panas, medan yang bervariasi, dan objek pengukuran yang kompleks. Tantangan
tersebut justru menjadi pengalaman berharga dalam membentuk kesiapan mahasiswa
sebagai calon surveyor profesional.
Pada kegiatan Detail Situasi, mahasiswa
melakukan observasi langsung terhadap berbagai objek permukaan seperti
bangunan, pagar, jalan, saluran air, vegetasi, serta fitur lingkungan lainnya
untuk memetakan kondisi aktual di lapangan secara menyeluruh. Observasi
dilakukan dengan cermat untuk memastikan setiap objek terekam sesuai bentuk,
posisi, dimensi, dan karakteristiknya.
Selain menggambar atau mencatat lokasi objek,
mahasiswa juga menambahkan informasi pendukung seperti kondisi fisik objek,
arah orientasi, batas area, serta hubungan spasial antarf fitur di sekitarnya.
Proses ini menuntut ketelitian tinggi dalam pengamatan sekaligus kemampuan
memahami konteks spasial sehingga peta yang dihasilkan nantinya dapat
merepresentasikan kondisi lapangan secara akurat, rinci, dan informatif.
Melalui
praktikum yang tengah berlangsung ini, Program Studi SPIG berharap mahasiswa
mampu memahami seluruh tahapan survei terestris secara komprehensif, mulai dari
proses pengukuran di lapangan hingga penyusunan peta detail situasi yang
akurat. Pada akhir kegiatan, mahasiswa akan menghasilkan peta detail situasi
lengkap, laporan teknis, serta evaluasi pengukuran sebagai
bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus syarat kelulusan praktikum.
Penulis: Devika Natasya