Sosiologi Admission Night (SAN), atau yang secara umum dikenal sebagai Penerimaan Anggota Baru
(PAB), merupakan kegiatan puncak dari rangkaian proses kaderisasi yang diselenggarakan oleh
Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukuhkan mahasiswa
baru sebagai anggota himpunan serta membangun karakter dasar mereka agar sesuai dengan nilai-
nilai yang diajarkan dalam ilmu sosiologi. Melalui SAN, mahasiswa diarahkan untuk menginternalisasi
rasa solidaritas, kemandirian, mentalitas yang tangguh, serta kemampuan beradaptasi dalam
dinamika kehidupan sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Dengan demikian, SAN
bukan hanya berfungsi sebagai proses penerimaan anggota baru, tetapi juga menjadi upaya
pembinaan yang ditujukan untuk membentuk pribadi yang beretika, bertanggung jawab, dan siap
berperan aktif dalam lingkungan akademik maupun masyarakat luas.
Pelaksanaan SAN tahun ini diselenggarakan di lingkungan outdoor, tepatnya di Detasemen Kavaleri
Barakuda (Denkavkud), selama dua hari pada Sabtu–Minggu, pada tanggal 8–9 November 2025.
Pemilihan lokasi outdoor menunjukkan bahwa kegiatan ini memang diarahkan untuk membentuk
ketahanan mental, meningkatkan kerja sama, serta melatih kemampuan adaptasi peserta melalui
pengalaman langsung di situasi yang lebih menantang. Adapun sasaran utama program kerja SAN
tahun ini adalah mahasiswa baru Pendidikan Sosiologi angkatan 2025, serta mahasiswa yang
sebelumnya belum dinyatakan lulus dalam rangkaian kaderisasi. Dengan demikian, kegiatan ini
menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai keorganisasian sekaligus memastikan bahwa seluruh
anggota baru memiliki karakter dan integritas yang sesuai dengan standar Himpunan Mahasiswa
Pendidikan Sosiologi.
Pelaksanaan kegiatan SAN terbukti memberikan dampak positif tidak hanya bagi peserta, tetapi juga
bagi seluruh panitia yang terlibat. Bagi peserta, kegiatan ini memberikan manfaat yang sejalan dengan
tujuan program kerja, yaitu membentuk karakter yang berdaya tahan, meningkatkan solidaritas, serta
memperkuat kesiapan mereka untuk beradaptasi dalam lingkungan akademik dan sosial. Sementara
itu, bagi panitia, keterlibatan dalam penyelenggaraan SAN menjadi pengalaman pembelajaran yang
penting. Panitia memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai alur kerja, koordinasi, serta
dinamika pelaksanaan kegiatan berskala organisasi. Melalui proses tersebut, panitia tidak hanya
mengembangkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan, tetapi juga memperkuat rasa tanggung
jawab, kolaborasi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas-tugas organisasi.

Dalam pelaksanaannya, Sociology Admission Night (SAN) tidak terlepas dari berbagai dinamika yang
muncul di lapangan. Meskipun seluruh rancangan kegiatan telah dipersiapkan dengan matang,
beberapa kekurangan tetap ditemukan dan menjadi bagian dari proses implementasi program kerja.
Secara umum, kegiatan masih dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, namun
sejumlah kendala menjadi perhatian penting bagi evaluasi. Beberapa hambatan yang muncul antara
lain kurang optimalnya komunikasi antar panitia, terbatasnya koordinasi dengan pihak Denkavkud
sebagai penyedia lokasi kegiatan, serta respons panitia yang belum sepenuhnya tanggap dalam
menangani kendala teknis maupun situasional yang terjadi selama kegiatan berlangsung. Kendala-
kendala tersebut menunjukkan bahwa setiap program kerja memiliki ruang untuk perbaikan, sekaligus
menjadi pembelajaran berharga bagi penyelenggaraan SAN di masa mendatang.
Sebagai ketua pelaksana Sociology Admission Night (SAN), saya (Ilman) berharap bahwa kegiatan ini
ke depannya dapat memperoleh dukungan yang lebih komprehensif dari berbagai elemen, tidak
hanya dari BEM HMPS semata. Keterlibatan pihak dosen, alumni maupun pihak-pihak pendukung
lainnya turut diharapkan dalam bentuk dukungan moril maupun materil, baik yang bersifat jasmani
maupun rohani. Hal ini penting mengingat SAN merupakan rangkaian strategis dalam membentuk
kader-kader baru yang akan berkontribusi bagi Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi maupun
bagi program studi secara keseluruhan. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari berbagai pihak, baik
melalui pemberian saran yang konstruktif maupun bantuan langsung pada saat pelaksanaan kegiatan,
akan sangat memperkuat kualitas penyelenggaraan SAN serta memastikan keberlanjutan pembinaan
kaderisasi di masa mendatang.
