Penulis: Sypa Septiani (SaIG, 2309216) dan Achmad Fadhilah, S.Pd., M.Sc.
Penyunting: Reva Laelatul Zahra
Pada Senin, 24 November 2025, tim yang terdiri dari satu dosen, yaitu Bapak Achmad Fadhilah, S.Pd., M.Sc, bersama tiga mahasiswa Sains Informasi Geografi melakukan kunjungan akademik ke PT Omni Spasial Strategis (OSSMAP) Kota Bandung dalam rangka pelaksanaan program dosen berkegiatan di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kegiatan ini bertujuan untuk bertukar pengalaman antara dosen sebagai akademis di kampus dengan direktur OSSMAP, Bapak Satria Subagja, S.T. beserta manajer dan para staf selaku pelaku industri bidang geospasial. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa Sains Informasi Geografi pada ekosistem industri geospasial sekaligus memahami bagaimana teknologi, standar kerja, dan kebutuhan kompetensi diterapkan di sektor profesional.

PT OSSMAP merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang informasi geospasial dan menyediakan layanan komprehensif terkait survei, pengolahan data, pemetaan, serta penyediaan informasi spasial untuk berbagai institusi pemerintah maupun swasta. Perusahaan ini memiliki sejarah yang panjang sebagai kelanjutan dari PT Blom Nusantara, yang berdiri pada tahun 2000 di Jawa Barat sebagai unit produksi dari BLOM AS, sebuah grup perusahaan pemetaan Eropa yang berpusat di Norwegia dan telah menjadi pelopor kegiatan pemetaan global sejak tahun 1954. Berangkat dari latar belakang tersebut, PT OSSMAP hingga kini masih menangani proyek-proyek bertaraf internasional dari negara seperti Norwegia, Finlandia, dan Swedia.

Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua setelah kunjungan pertama pada hari Selasa, 11 November 2025 oleh Bapak Achmad Fadhilah, S.Pd., M.Sc., dan Ibu Tiara Handayani, S.Si., M.Sc. Kunjungan pertama merupakan sesi pemaparan mengenai keilmuan dan kompetensi lulusan Prodi Sains Informasi Geografi UPI yang terdiri atas 4 bidang: penginderaan jauh, sistem informasi geografis, survei pemetaan, dan kartografi. Pada kunjungan tersebut juga disampaikan mengenai kurikulum, keilmuan dan riset dosen, serta kegiatan kemahasiswaan. Kunjungan kedua merupakan sesi pemaparan profil perusahaan, sejarah, serta ruang lingkup kegiatan OSSMAP yang disampaikan oleh Direktur PT OSSMAP yakni Bapak Satria. Pada kunjungan kedua juga, kami diajak melihat secara langsung proses pekerjaan yang sedang berjalan. Berdasarkan pengamatan saat kunjungan kemarin, OSSMAP tengah mengerjakan beberapa proyek pemetaan internasional, di antaranya pembuatan 3D City Model, pemrosesan Aerial Triangulation (AT) untuk menghasilkan titik koordinat berakurasi tinggi, serta pengolahan data LiDAR dan foto udara. Tingkat ketelitian data yang dikelola perusahaan tersebut sudah sangat tinggi, sehingga mampu mengidentifikasi objek kecil seperti jembatan, mobil, kabel, hingga menara. Hal ini menunjukkan bahwa akurasi pemetaan masa kini tidak lagi terbatas pada bentuk permukaan bumi secara umum, tetapi telah berkembang pada level detail yang sangat spesifik.

Selain mengenalkan teknologi pemetaan, kunjungan ini juga memberikan wawasan mengenai pentingnya pembaruan peta dasar secara berkala. Negara-negara seperti Finlandia dan Norwegia sangat menekankan pentingnya data geospasial sehingga melakukan pembaruan peta dasar setiap empat tahun sekali. Peta dasar memiliki fungsi strategis dalam berbagai sektor, seperti mitigasi bencana, pemantauan keamanan, penilaian pajak bangunan, serta perencanaan tata kota. Kesadaran akan pentingnya peta dasar dan frekuensi pembaruannya menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan data spasial.
Dalam diskusi kemarin, PT OSSMAP juga menekankan perlunya pergeseran pemikiran dari yang awalnya memetakan menuju memodelkan. Hal ini berarti bahwa data spasial tidak hanya berperan sebagai representasi geografis, tetapi juga sebagai model informasi yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor masyarakat melalui tampilan yang informatif, interaktif, dan mudah digunakan. Sebagai bagian dari pengalaman kunjungan, kami juga berkesempatan mencoba visualisasi hasil pemetaan 3D menggunakan kacamata stereoscope, yang memberikan gambaran nyata mengenai integrasi antara data spasial dan teknologi visualisasi modern.
Dari sisi infrastruktur, OSSMAP telah menggunakan perangkat keras berkapasitas tinggi untuk mendukung pekerjaan pemrosesan data skala besar. Perusahaan ini dilengkapi dengan 10 unit HP ProLiant Server, 50 unit workstation, dan jaringan internal 10 Gbps yang memastikan kelancaran dan kestabilan alur kerja data. Selain itu, OSSMAP terus mengembangkan perangkat lunak, tools internal, dan sistem otomasi yang memungkinkan proses pemetaan dilakukan dengan lebih cepat dan efisien, serta terus diperbarui sesuai perkembangan teknologi global.

Secara keseluruhan, kunjungan kali ini memberikan pemahaman awal yang cukup menarik mengenai bagaimana industri geospasial beroperasi dan berkembang. Kami sebagai dosen dan mahasiswa memperoleh banyak sekali wawasan khususnya mengenai standar kualitas, kebutuhan pembaruan data, paradigma pemodelan spasial, serta integrasi antara perangkat keras, perangkat lunak, dan sumber daya manusia. Kunjungan ini merupakan pengalaman yang akan menjadi bekal penting bagi kami untuk memahami tuntutan kompetensi di dunia industri, sekaligus menjadi inspirasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian di bidang Sains Informasi Geografi.
