Penulis: Ai Sulastri (SaIG, 2206656), Ridho Alfi Mubarok (SaIG, 2206471) dan Khairul Anam (SaIG, 2203948)
Penyunting: Hilmy Nurizky

Dok. Penulis
Tim SPAIG 1.0 lahir dari kolaborasi mahasiswa Sains Informasi Geografi (SaIG) dan Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) angkatan 2022. Tim ini terdiri atas mahasiswa SPIG, yaitu Addien Munadiya Yunadi, Salwa Dwi Putri Syatibi, dan Dian Nugraheni, serta mahasiswa SaIG, yaitu Ai Sulastri, Ridho Alfi Mubarok, dan Khairul Anam. Nama “SPAIG” menjadi simbol sinergi dua program studi yang memiliki fondasi keilmuan geospasial yang kuat. Berawal dari keinginan sederhana untuk mencoba tantangan baru dan mengisi kegiatan positif di tengah padatnya aktivitas akademik semester 7, SPAIG 1.0 memberanikan diri mengikuti seleksi Open House Badan Informasi Geospasial (BIG RI) melalui pembuatan konten bertema “Peta Kita”. Dari tahap awal inilah perjalanan penuh cerita dan pembelajaran dimulai.

Dok. Penulis
Proses seleksi tidak berjalan tanpa hambatan. Di sela jadwal magang dan kesibukan akademik, tim menyempatkan diri melakukan photo shoot untuk kebutuhan konten. Namun, kendala besar muncul ketika seluruh file hasil pengambilan gambar mengalami corrupted dan tidak dapat digunakan. Berbagai upaya penyelamatan dilakukan, tetapi waktu terus berjalan. Dengan sisa waktu pengumpulan yang sangat terbatas, pengambilan ulang akhirnya dilakukan hanya oleh dua orang anggota tim. Situasi ini menjadi ujian nyata atas komitmen, ketangguhan, dan kekompakan SPAIG 1.0 sejak tahap awal.

Dok. Penulis
Perjuangan tersebut akhirnya berbuah manis ketika dari lebih dari 50 tim yang mendaftar, SPAIG 1.0 berhasil lolos ke 20 besar dan berhak melaju ke babak final Kompetisi Geospasial Nasional. Babak final ini dilaksanakan secara langsung di Kantor Badan Informasi Geospasial (BIG), Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 12 November 2025, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Open House BIG 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi geospasial generasi muda, memperkenalkan peran strategis BIG dalam penyediaan dan pengelolaan informasi geospasial nasional, serta menjadi wadah pengembangan kemampuan analisis, pemetaan, dan pemecahan masalah berbasis data spasial.
Menjelang babak kompetisi, tantangan kembali dihadapi ketika salah satu anggota tim tidak dapat mengikuti tahap selanjutnya karena harus menjalani praktikum lapangan. Setelah melalui diskusi internal dan koordinasi dengan panitia, tim memutuskan untuk melakukan pergantian anggota. Keputusan ini tidak mudah, namun diambil demi menjaga keberlanjutan perjuangan tim. Pada hari kompetisi, atmosfer terasa sangat intens dan menantang. Tim harus menyelesaikan berbagai bentuk soal, mulai dari pilihan ganda, analisis spasial, interpretasi citra, penyusunan puzzle peta, hingga teka-teki silang geospasial dalam waktu yang terbatas. Selain adu pengetahuan, kompetisi ini juga menuntut kecepatan, ketepatan, dan kerja sama tim yang solid.

Dok. Penulis
Hasil akhir menjadi momen yang membanggakan bagi SPAIG 1.0. Tim SPAIG 1.0 berhasil meraih Juara Harapan 1 pada Kompetisi Geospasial Nasional 2025, di tengah persaingan ketat dengan tim-tim hebat dari berbagai universitas terbaik di Indonesia. Pada ajang ini, Juara 1 diraih oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Juara 2 oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Juara 3 oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Capaian SPAIG 1.0 menjadi bukti bahwa mahasiswa SaIG, bersama SPIG, mampu bersaing secara kompetitif dalam olimpiade geospasial nasional dengan mahasiswa dari universitas ternama. Harapannya, raihan ini menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya yang lebih baik, sekaligus memperkuat eksistensi dan kepercayaan diri mahasiswa SaIG untuk terus berkontribusi dan berprestasi di bidang geospasial.

Dok. Penulis
Kesibukan di semester akhir bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan berprestasi, selama mampu mengelola waktu, menjaga komitmen, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Pengalaman SPAIG 1.0 membuktikan bahwa di tengah tuntutan akademik, magang, dan kewajiban lainnya, semangat untuk belajar dan berkompetisi tetap dapat diwujudkan. Raihan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa SaIG untuk terus berani mengambil peluang, mengembangkan potensi diri, dan aktif berkontribusi di bidang geospasial. Bagi kami, Ai Sulastri, Khairul Anam, dan Ridho Alfi Mubarok, kompetisi ini menjadi penutup perjalanan mengikuti ajang kompetisi geospasial selama menempuh studi di SaIG, sekaligus menjadi kenangan berharga dan pijakan awal untuk melangkah ke tantangan berikutnya di dunia profesional.




Dok. Penulis