Bandung, 30 Januari 2026 – Sivitas akademika Program Studi Ilmu Pengetahuan Agama Islam (IPAI) FPIPS UPI kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang riset dan inovasi tingkat nasional. Prof. Dr. Udin Supriadi, M.Pd., Guru Besar Prodi IPAI, secara resmi ditetapkan sebagai Penerima Hibah Riset Inovasi Indonesia Maju (RIIM) Gelombang 10 Tahun 2026. Proyek riset yang diusulkan berfokus pada pengembangan metode "Ulul Ilmi" berbasis aplikasi Smart Religious, sebuah langkah strategis untuk memperkuat karakter mahasiswa di era digital.
Transformasi Metodologi Pendidikan di Era Smart Society
Pengembangan aplikasi Smart Religious ini merupakan respons terhadap tantangan degradasi karakter di perguruan tinggi akibat arus informasi yang tidak terfilter. Secara teoretis, integrasi teknologi dalam pendidikan karakter selaras dengan konsep Digital Pedagogy, di mana alat digital tidak hanya digunakan sebagai media, tetapi sebagai instrumen transformasi kognitif dan afektif. Riset ini berupaya memformulasikan kembali metode tradisional "Ulul Ilmi"—yang menekankan pada kedalaman ilmu dan ketajaman mata hati—ke dalam ekosistem digital yang adaptif bagi generasi Z.
Penelitian dalam jurnal bereputasi global sering menekankan bahwa efektivitas pembentukan karakter di era modern sangat bergantung pada kemampuan institusi dalam memadukan nilai-nilai moral dengan platform teknologi yang interaktif. Dengan memanfaatkan aplikasi Smart Religious, Prof. Udin Supriadi berupaya menciptakan model pembelajaran yang mandiri dan terukur, sehingga karakter unggul tidak lagi sekadar menjadi teori, melainkan praktik keseharian yang didukung oleh data dan sistem digital yang presisi.
Kontribusi Strategis terhadap Capaian SDGs
Keberhasilan raihan hibah RIIM ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen UPI terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Melalui inovasi metode pembelajaran berbasis aplikasi, riset ini berkontribusi pada peningkatan aksesibilitas materi karakter berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri dan kehidupan sosial masa kini.
Selain itu, fokus pada pembentukan "Karakter Unggul Mahasiswa" juga bersinggungan langsung dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan perangkat lunak pendidikan domestik. Inovasi ini membuktikan bahwa bidang pendidikan agama mampu bersaing dalam ekosistem riset nasional yang kompetitif, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai religius dapat menjadi pilar bagi infrastruktur sosial yang tangguh di masa depan.
Visi Masa Depan: Kepeloporan IPAI dalam Riset Nasional
Penerimaan hibah RIIM Gelombang 10 ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Prof. Dr. Udin Supriadi, M.Pd. secara pribadi, tetapi juga memperkuat posisi Program Studi IPAI UPI sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam riset keagamaan berbasis teknologi. Program studi berkomitmen untuk terus mendukung para dosen dalam melakukan riset-riset transformatif yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Diharapkan, aplikasi Smart Religious yang dikembangkan nanti dapat diimplementasikan secara luas, baik di lingkungan UPI maupun di perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa visi "Pelopor dan Unggul" bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang berlandaskan pada riset ilmiah yang kuat dan pengabdian yang tulus terhadap peradaban bangsa.
Prestasi Prof. Dr. Udin Supriadi, M.Pd. mengingatkan kita bahwa ilmu pengetahuan dan iman adalah dua sayap yang harus dikembangkan secara beriringan. Inovasi "Ulul Ilmi" melalui teknologi digital ini mengajak kita untuk merenung bahwa di tengah hiruk-pikuk modernitas, esensi karakter tetap menjadi kompas utama manusia. Semoga raihan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berkarya, memadukan kecanggihan akal dengan kemuliaan budi demi masa depan Indonesia yang lebih bermartabat.
