Penulis : Elin Muthmainnah (2308426) dan Muhammad Farhan Nurhakim (2408870)
Editor : Syalwa Ramadianti Nugraha (2407430)
Bandung - Mahasiswa Pendidikan Geografi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada 12–15 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan 98 mahasiswa peserta dan didukung oleh 87 panitia, bekerja sama dengan perangkat desa serta masyarakat setempat.

Mengusung tema Penguatan Ekonomi Masyarakat melalui Pemanfaatan Potensi Lokal dan Strategi Adaptasi Masyarakat terhadap Mitigasi Bencana, kegiatan P2M ini difokuskan pada empat bidang utama, yaitu pendidikan, sosial dan ekonomi, lingkungan, serta pemetaan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara partisipatif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana, khususnya gempa bumi.
Pada bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan program Geografi Mengajar di SDN Tanara dengan memberikan edukasi mitigasi bencana gempa bumi kepada siswa kelas IV hingga VI. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan pembuatan poster mitigasi bencana, sehingga siswa mampu memahami potensi bahaya serta langkah penyelamatan diri sejak dini.

Di bidang sosial dan ekonomi, mahasiswa melaksanakan kegiatan pendampingan masyarakat melalui penyebaran benih ikan serta pelatihan pembudidayaan ikan sebagai upaya penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Pada bidang lingkungan, mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti pembersihan lingkungan di RW 1 hingga RW 4 serta kegiatan penanaman 50 bibit pohon di lahan dengan tutupan vegetasi rendah. Kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung mitigasi bencana berbasis lingkungan.

Sementara itu, pada bidang pemetaan, mahasiswa melaksanakan pembuatan dan pemasangan alat peringatan dini bencana gempa, pemasangan peta jalur evakuasi, serta penyusunan peta rawan bencana melalui pengolahan data spasial yang dikombinasikan dengan kegiatan ground checking. Peta-peta tersebut kemudian dihimpun dalam bentuk album peta sebagai media informasi dan panduan kebencanaan bagi masyarakat Desa Banjarsari.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat, kegiatan P2M juga diisi dengan sosialisasi pembudidayaan ikan dan pengenalan alat peringatan dini bencana gempa yang dihadiri oleh warga Desa Banjarsari. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara terbuka dan diikuti oleh masyarakat sekitar dengan antusias. Pada sesi pembudidayaan ikan, warga diberikan pemahaman mengenai teknik dasar budidaya, perawatan, serta potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari sektor perikanan. Sementara itu, pada sesi pengenalan alat peringatan dini bencana gempa, masyarakat dibekali informasi mengenai fungsi, cara kerja, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika alat peringatan dini memberikan sinyal bahaya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Rangkaian kegiatan P2M ditutup dengan kegiatan ngaliwet bersama antara mahasiswa dan masyarakat. Selain sebagai penutup kegiatan, momen ini menjadi simbol kebersamaan dan mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan warga Desa Banjarsari.
Melalui kegiatan P2M ini, mahasiswa Pendidikan Geografi tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana. Dampak yang dirasakannya, meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai budidaya ikan sebagai sumber ekonomi alternatif, bertambahnya pemahaman warga terhadap fungsi alat peringatan dini gempa, serta tersedianya peta jalur evakuasi dan peta rawan bencana sebagai panduan keselamatan bersama. Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat Desa Banjarsari untuk terus mengembangkan potensi lokal secara mandiri, memperkuat budaya sadar bencana, serta menjadi contoh pengabdian berkelanjutan yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa.