Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Prodi PPKn UPI Gelar Seminar Inspiratif dalam Rangka Penerimaan KKL dan Penandatanganan PKS UMP dengan UPI: Soroti Etika Akademik dalam Pemanfaatan AI

Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Seminar Inspiratif dalam rangka penerimaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Program Studi PPKn Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Program Studi PPKn Terintegrasi UPI. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Gedung FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia.

Seminar ini mengangkat tema “Etika Akademik dalam Pemanfaatan AI: Membangun Global Citizenship pada Warga Negara Digital” dan menghadirkan Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., Guru Besar FPIPS UPI sekaligus Direktur Global Citizenship Center (GCC), sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan akademik bagi mahasiswa yang akan melaksanakan KKL.

Pelaksanaan KKL merupakan bagian dari kurikulum Program Studi PPKn Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang bertujuan untuk mengimplementasikan teori dan konsep yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung yang relevan dengan kompetensi keilmuan PPKn.

Sebagai bentuk pembekalan awal, seminar inspiratif ini difokuskan pada pemahaman etika akademik dalam pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kesadaran etis, sikap kritis, serta tanggung jawab dalam penggunaan AI, khususnya dalam konteks pendidikan dan kewarganegaraan digital.

Kegiatan seminar diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber yang dimoderatori oleh Annisa Muharommah, S.Pd. Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan konsep kewarganegaraan digital serta perbedaan antara sekadar pengguna teknologi dengan warga negara digital yang memiliki kesadaran terhadap etika, jejak digital, dan dampak penggunaan teknologi di ruang publik digital.

Materi seminar juga menyoroti peran AI sebagai alat bantu yang kualitas hasilnya sangat bergantung pada cara pengguna mengajukan pertanyaan dan memanfaatkannya. Oleh karena itu, penggunaan AI dalam konteks akademik perlu disertai dengan pemahaman etika agar tidak bertentangan dengan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas akademik. Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai etika akademik, kewarganegaraan digital, serta tanggung jawab sebagai warga negara global di era teknologi. Bekal tersebut diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan KKL, proses pembelajaran, serta dalam kehidupan digital sehari-hari. Ke depan, kegiatan akademik semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari kolaborasi antar perguruan tinggi serta sebagai upaya membangun kesadaran bersama bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *