Repost dari Infobandungsatu.com-Kepala Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., tampil sebagai pembicara dalam rangkaian seminar internasional di Belanda pada awal Februari 2026.
Guru Besar bidang museologi itu menyampaikan presentasi di Bronbeek, Arnhem, pada 6 Februari 2026 dan di University of Rotterdam pada 9 Februari 2026. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Oost Indisch Doof.
Dalam forum yang dihadiri akademisi dan pemerhati sejarah Indonesia itu, Leli memaparkan hasil riset, gelar karya, serta memperkenalkan koleksi dan inovasi digital Museum Pendidikan Nasional UPI di kancah internasional.
“Presentasi ini menarik perhatian para akademisi dan peneliti yang tertarik menjalin kerja sama penelitian sejarah dan pendidikan sejarah, khususnya terkait kolonialisme dan imperialisme,” ujar Leli dalam keterangan tertulis.
Ia menampilkan koleksi digital museum yang dikembangkan berbasis teknologi imersif di berbagai platform.
Selain itu, Leli juga memaparkan hasil riset tentang Bupati era kolonial, P.A.A. Djajadiningrat, serta serial film dokumenter tentang Dominique Willem Berretty, pendiri Villa Isola yang kini menjadi gedung rektorat UPI.
Serial dokumenter tersebut mengangkat kisah hidup Dominique Willem Berretty, wartawan sekaligus pemilik konglomerasi pers di Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Film itu mendapat predikat “Excellent” dari Dutch Studies Leiden University.
Berretty membangun Villa Isola pada Oktober 1932 hingga Maret 1933 dengan rancangan arsitek C.P. Wolff Schoemaker dan anggaran sekitar ƒ500.000. Namun, ia hanya sempat menempati bangunan tersebut selama kurang dari satu tahun.
Pada akhir 1934, Berretty meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Douglas DC-2 Uiver milik KLM yang jatuh di dekat perbatasan Suriah-Irak, tak jauh dari kilang minyak Rutbah. Peristiwa itu hingga kini memunculkan berbagai spekulasi dan kontroversi di Belanda.
Menurut Leli, narasi sejarah yang dihadirkan melalui pendekatan sinematografi dan dukungan kecerdasan buatan berhasil membangun kembali memori kolektif era kolonial di hadapan audiens Belanda.
Dalam rangka memperkuat dialog lintas generasi dan perspektif sejarah, Museum Pendidikan Nasional UPI juga menjajaki kolaborasi dengan University of Applied Sciences Rotterdam melalui Glitch Project. Program ini akan melibatkan sekolah-sekolah di Indonesia dalam dialog tentang kolonialisme dan imperialisme, salah satunya SMP Prima Cendekia Islami (PCI) Baleendah, Kabupaten Bandung.
Selain itu, kerja sama juga dijajaki dengan peneliti di Bronbeek dan Onderwijs Museum. Direktur Onderwijs Museum bahkan dijadwalkan mengundang kembali Museum Pendidikan Nasional UPI pada Juni 2026.
Tak hanya itu, Rijksmuseum di Amsterdam juga menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dengan UPI dalam pengembangan riset dan penguatan jejaring museum internasional.