Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Pertemuan Perdana Magang Berdampak PT. Tortuga Xcel Dynamic: Menyiapkan Generasi Geospasial Adaptif dan inovatif (SDGs Quality Education)
Dibuat Oleh: kelompok Magang Berdampak PT. Tortuga Xcel Dynamics

Bandung, 31 Januari 2026, Di tengah perkembangan industri geospasial yang semakin bergantung pada teknologi digital, kesiapan mahasiswa untuk memahami perangkat kerja modern menjadi bagian penting sebelum terjun ke lapangan. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan kumpulan pertama kelompok Magang Berdampak PT. Tortuga Xcel Dynamics yang dilaksanakan pada 31 Januari.

Pertemuan perdana tersebut bukan sekadar agenda administratif atau perkenalan formal, melainkan menjadi fondasi awal bagi seluruh peserta magang untuk memahami pola kerja industri, membangun komunikasi profesional, serta mempersiapkan perangkat dan kemampuan teknis yang akan digunakan selama proses magang berlangsung. Kegiatan ini secara tidak langsung mendukung SDGs 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis industri, serta SDGs 9: Industry, Innovation and Infrastructure karena mahasiswa diperkenalkan langsung pada teknologi dan perangkat lunak yang digunakan dalam bidang survei, pemetaan, dan geospasial.

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Awal Perjalanan Profesional Mahasiswa Magang

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan bersama pembimbing lapangan dari PT. Tortuga Xcel Dynamics. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh gambaran umum mengenai profil perusahaan, ruang lingkup pekerjaan, sistem kerja, target magang, serta alur koordinasi yang akan diterapkan selama kegiatan berlangsung.

Pembimbing lapangan juga menekankan bahwa dunia survei dan pemetaan tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan sikap profesional, kemampuan komunikasi, disiplin, ketelitian, dan kerja sama tim yang baik. Hal tersebut menjadi penting karena pekerjaan geospasial pada dasarnya merupakan pekerjaan kolaboratif yang melibatkan berbagai tahapan mulai dari pengukuran, pengolahan data, hingga penyajian hasil.

Selain mengenal pembimbing lapangan, kegiatan ini juga menjadi ajang awal bagi seluruh peserta untuk saling mengenal dan membangun chemistry tim. Kelompok magang PT. Tortuga Xcel Dynamics terdiri dari 12 mahasiswa, yaitu:

  1. Ramdan Setiawan
  2. Shazadil Akhyar Rezky
  3. Rizki Muhamad Ramdan
  4. Muhammad Iqbal
  5. Muhammad Arya Bimantara
  6. Muhammad Thufail Makarim
  7. Rahmad Chaeril Fauzi Lubis
  8. Alya Aulia Azriana Putri
  9. Deden
  10. Ajmal Arief
  11. Muhammad Fiqia Akbar
  12. Ilman Fadilah Rahmatilah

Dengan latar belakang, kemampuan, dan pengalaman yang beragam, seluruh mahasiswa diharapkan dapat saling melengkapi selama proses magang berlangsung. Keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan utama dalam membangun tim yang adaptif, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan lapangan.

Instalasi Software sebagai Langkah Awal Adaptasi Teknologi

Salah satu agenda utama dalam pertemuan pertama ini adalah instalasi berbagai software yang akan digunakan selama kegiatan magang. Tahapan ini menjadi sangat penting karena hampir seluruh pekerjaan survei dan pemetaan modern saat ini tidak dapat dipisahkan dari perangkat lunak pengolahan data. Mahasiswa diarahkan untuk menginstal beberapa software utama, seperti Trimble Business Center, Agisoft Metashape, Emlid Studio, serta beberapa software pendukung lainnya. Proses instalasi dilakukan secara bertahap agar seluruh perangkat mahasiswa siap digunakan untuk berbagai kebutuhan pengolahan data GNSS, fotogrametri, pemetaan, hingga visualisasi hasil.

Persiapan software pada awal magang menjadi langkah strategis karena mahasiswa tidak hanya dituntut mampu melakukan pengukuran di lapangan, tetapi juga harus mampu memahami bagaimana data hasil pengukuran diolah menjadi informasi geospasial yang dapat digunakan secara profesional.

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Mengenal Peran Setiap Software dalam Industri Geospasial

Trimble Business Center menjadi salah satu software utama yang diperkenalkan karena memiliki peran penting dalam pengolahan data GNSS, pengelolaan baseline, penyesuaian jaringan, hingga analisis ketelitian hasil survei. Software ini umum digunakan dalam pekerjaan pengukuran statik, RTK, stake out, hingga pengolahan data topografi.

Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan Agisoft Metashape, yaitu software yang digunakan dalam pengolahan data fotogrametri berbasis citra. Melalui software ini, kumpulan foto udara dapat diubah menjadi orthophoto, dense cloud, model tiga dimensi, hingga digital elevation model yang sangat penting dalam kegiatan pemetaan modern. Software lain yang turut dipasang adalah Emlid Studio. Perangkat lunak ini digunakan untuk pengolahan data GNSS statik secara sederhana dan efisien. Mahasiswa dapat memanfaatkan software tersebut untuk membaca file observasi, membentuk baseline, hingga menghasilkan koordinat hasil pengamatan.

Selain software utama tersebut, mahasiswa juga dipersiapkan untuk menggunakan berbagai software pendukung lain yang relevan dengan kebutuhan magang. Hal ini menunjukkan bahwa dunia survei dan pemetaan saat ini tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan lapangan, tetapi juga sangat membutuhkan penguasaan teknologi digital dan perangkat lunak pengolahan data.

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Membangun Fondasi Sebelum Terjun ke Lapangan

Pertemuan pertama ini menjadi fondasi yang sangat penting sebelum mahasiswa memasuki tahapan pengukuran dan pekerjaan teknis berikutnya. Dengan adanya pengenalan terhadap sistem kerja perusahaan, pembimbing lapangan, perangkat lunak, serta anggota tim, mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi proses magang.

Lebih dari sekadar agenda perkenalan, kegiatan ini menjadi titik awal terbentuknya pola pikir profesional mahasiswa. Mereka mulai memahami bahwa seorang surveyor modern tidak hanya dituntut untuk mampu mengoperasikan alat, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengolah data secara tepat, serta bekerja secara efektif dalam tim. Melalui pertemuan perdana ini, PT. Tortuga Xcel Dynamics tidak hanya memberikan arahan awal kepada mahasiswa, tetapi juga membuka ruang pembelajaran yang akan menjadi bekal penting dalam membentuk sumber daya manusia geospasial yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *