Program Studi SPIG menyelenggarakan kegiatan Monitoring Magang Berdampak pada hari Jumat, 24 April 2026 sebagai bagian dari implementasi kebijakan Kampus Berdampak yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran berbasis pengalaman nyata di dunia kerja. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dengan melibatkan 30 instansi mitra, baik dari sektor pemerintah maupun swasta, serta dihadiri oleh 85 mahasiswa peserta magang, mentor instansi, dosen pembimbing lapangan, dan Tim Penggerak Magang Berdampak.

Kegiatan diawali dengan proses presensi kehadiran mahasiswa sebagai bentuk pendataan administratif sekaligus memastikan partisipasi aktif seluruh peserta. Tahapan ini menjadi penting dalam mendukung tertibnya pelaksanaan kegiatan serta sebagai dasar evaluasi kehadiran dalam program magang yang tengah berlangsung.
Selanjutnya, acara dibuka dengan sesi pengarahan yang disampaikan oleh Tim Penggerak MBKM yaitu Ibu Anisa Nabila Rizki Ramadhani, S.T., M.T. Dalam sesi ini, mahasiswa diberikan penegasan mengenai pentingnya luaran (output) magang yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dan berdampak. Luaran yang dimaksud mencakup laporan kegiatan, produk inovatif, artikel ilmiah, infografis, mdoul dan video documenter yang terintegrasi dengan capaian pembelajaran program studi.
Koordinator Magang Berdampak Ibu Asri Ria Affriani, M.Eng. turut memberikan sambutan yang menekankan urgensi kegiatan monitoring sebagai instrumen evaluasi berkala. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa magang berdampak tidak hanya berorientasi pada kehadiran mahasiswa di instansi, tetapi juga pada kualitas kontribusi dan relevansi pengalaman kerja terhadap kompetensi akademik mahasiswa.
Memasuki sesi inti, Tim Magang Berdampak memaparkan secara rinci syarat dan ketentuan luaran magang. Penjelasan ini mencakup standar penilaian, indikator keberhasilan, serta bentuk-bentuk luaran yang diharapkan dari masing-masing mahasiswa. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mengklarifikasi berbagai aspek teknis, termasuk mekanisme pelaporan dan validasi luaran oleh dosen pembimbing serta mentor instansi.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembahasan dan monitoring progres magang yang telah berlangsung selama tiga bulan yaitu dari Februari s.d. April 2026. Pada sesi ini, masing-masing kelompok mahasiswa berdasarkan instansi mitra mempresentasikan capaian, kendala, serta rencana tindak lanjut. Diskusi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan Tim MBKM, dosen pembimbing lapangan, serta mentor dari instansi terkait.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari segi keterampilan teknis maupun soft skills seperti komunikasi, adaptasi, dan problem solving. Beberapa mahasiswa bahkan telah berhasil menghasilkan luaran berupa inovasi program kerja, sistem digital sederhana, hingga rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan instansi.
Namun demikian, terdapat pula sejumlah tantangan yang diidentifikasi, antara lain keterbatasan akses data, dinamika kerja di instansi, serta perbedaan ekspektasi antara mahasiswa dan mitra. Melalui forum ini, berbagai pihak berupaya mencari solusi konstruktif guna memastikan keberlanjutan dan optimalisasi program magang.
Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bersama dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan magang berdampak. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia kerja dalam menciptakan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan profesional.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi SPIG menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi Perjanjian Kerjsama yang berorientasi pada pembelajaran kontekstual dan berdampak nyata, baik bagi mahasiswa, institusi pendidikan, maupun mitra kerja.