Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mahasiswa Pendidikan Geografi UPI Laksanakan Praktikum Perencanaan Wilayah di Kota Cirebon

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi angkatan 2024 Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan Praktikum Perencanaan Wilayah di Kota Cirebon dengan mengusung tema “Identifikasi Permasalahan Spasial dalam Perumusan Alternatif Kebijakan Penataan Wilayah Berbasis Isu Lokal di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.”

Kegiatan praktikum ini dilaksanakan pada Senin, 27 April 2026 di Aula Wangsakerta, Sekretariat Daerah Kota Cirebon dan diikuti oleh 82 mahasiswa Pendidikan Geografi UPI. Praktikum dibimbing langsung oleh dosen penanggung jawab, Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc..

Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan teori perencanaan wilayah dengan kondisi nyata di lapangan melalui pendekatan analisis spasial dan kajian kebijakan berbasis isu lokal. Mahasiswa didorong untuk memahami secara langsung berbagai persoalan wilayah perkotaan, mulai dari banjir dan drainase, pengelolaan sampah, alih fungsi lahan, penataan pedagang kaki lima (PKL), hingga pelestarian situs budaya dan pengembangan ekonomi lokal.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperoleh pematerian dan mengikuti forum diskusi bersama beberapa instansi Pemerintah Kota Cirebon, di antaranya Bapperida, dan PUPR Kota Cirebon. Materi yang disampaikan mencakup arah pembangunan wilayah Kota Cirebon, permasalahan implementasi tata ruang, pengelolaan lingkungan, strategi penanganan banjir, hingga pengembangan UMKM berbasis wilayah.

Pemilihan Kecamatan Kesambi sebagai lokasi utama praktikum didasarkan pada kompleksitas isu perencanaan wilayah yang terdapat di kawasan tersebut. Berbagai permasalahan seperti banjir akibat sistem drainase yang tidak optimal, alih fungsi lahan, keberadaan bangunan liar di bantaran sungai, kemacetan akibat aktivitas PKL, serta pengelolaan ruang publik dan situs budaya menjadi objek kajian utama mahasiswa.

Selama praktikum, mahasiswa dibagi ke dalam 10 kelompok kajian yang masing-masing mengangkat tema spesifik, seperti kajian hidrologi dan manajemen banjir, perubahan penggunaan lahan, penataan kawasan perdagangan, wilayah perbatasan, pelestarian situs budaya, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan tata ruang terpadu. Kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, pemetaan spasial, wawancara masyarakat, Focus Group Discussion (FGD), serta analisis data berbasis GIS.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memahami konsep perencanaan wilayah secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan analisis kritis terhadap dinamika ruang perkotaan dan penyusunan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Praktikum ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis lapangan yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa Pendidikan Geografi dalam menghadapi tantangan pembangunan wilayah yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *