Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Pengukuhan Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc. Sebagai Profesor Bidang Geografi Perencanaan Wilayah

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan agenda Pengukuhan Guru Besar Tahun 2026 di Gedung Ahmad Sanusi UPI pada tanggal 7–8 Mei 2026. Kegiatan berlangsung secara khidmat dan dihadiri oleh pimpinan universitas, sivitas akademika, keluarga, mahasiswa, alumni, serta tamu undangan dari berbagai institusi.

Dalam agenda tersebut, Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang keilmuan Geografi Perencanaan Wilayah. Pengukuhan ini menjadi pencapaian akademik tertinggi sekaligus bentuk apresiasi atas kontribusi beliau dalam pengembangan ilmu geografi, perencanaan wilayah, dan pendidikan berbasis spasial.

Pada orasi ilmiahnya, Prof. Nandi menyoroti pentingnya pendekatan geografi perencanaan wilayah dalam menghadapi dinamika urbanisasi dan perkembangan kawasan peri-urban. Beliau menjelaskan bahwa wilayah peri-urban merupakan arena transisi yang menentukan arah perkembangan metropolitan karena menjadi ruang pertemuan antara konversi lahan, tekanan hidrologi, serta perubahan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurut Prof. Nandi, topik tersebut menjadi sangat penting karena kota saat ini mengalami urbanisasi yang sangat cepat. Kota berkembang sebagai pusat ekonomi dan mobilitas, namun pada saat yang sama juga memperluas tekanan pembangunan ke wilayah pinggiran. Kondisi tersebut memunculkan berbagai tantangan baru seperti banjir, panas perkotaan, krisis air, serta penyusutan ruang terbuka yang membutuhkan pembacaan spasial secara lebih presisi.

Selain itu, beliau juga menekankan adanya persoalan keadilan spasial, di mana ketimpangan layanan dasar, risiko bencana, dan kerentanan sosial sering kali tersebar tidak merata di berbagai wilayah. Dalam orasinya, Prof. Nandi menegaskan bahwa kota bukan sekadar wilayah administratif, melainkan sebuah sistem sosial-ekologis yang saling terhubung dan harus dipahami secara terpadu.

Dalam paparannya, Prof. Nandi turut menjelaskan rantai risiko akibat perubahan penggunaan lahan di kawasan peri-urban. Konversi lahan dinilai dapat meningkatkan limpasan permukaan dan risiko banjir, mengurangi kapasitas resapan air, serta memperbesar kerentanan sosial pada kelompok masyarakat tertentu. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan perlu dirancang secara terintegrasi agar tidak memindahkan beban lingkungan dan risiko sosial dari satu wilayah ke wilayah lain.

Sebagai bagian dari solusi konseptual, Prof. Nandi memperkenalkan Spatially Integrated Regional Planning Framework, yaitu kerangka perencanaan wilayah berbasis integrasi spasial yang menghubungkan observasi spasial, analisis lintas sektor, desain kebijakan terpadu, tata kelola kolaboratif, hingga evaluasi adaptif berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, data geospasial diposisikan sebagai dasar penting dalam mendukung pengambilan keputusan publik yang lebih responsif dan berkelanjutan.

Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan geografi berbasis geospasial dalam meningkatkan literasi spasial masyarakat. Literasi spasial dinilai menjadi kemampuan penting untuk memahami dinamika wilayah, membaca risiko, serta mendukung proses perencanaan pembangunan yang berbasis data dan kondisi keruangan.

Pengukuhan guru besar ini menjadi momentum penting bagi Program Studi Pendidikan Geografi UPI dalam memperkuat budaya akademik, pengembangan riset, dan inovasi pembelajaran. Capaian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu geografi perencanaan wilayah serta mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *