Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Lahirkan Inovator Muda: Mahasiswa IPAI UPI Sukses Paparkan Riset Transformasional pada Sidang Skripsi 2026

Bandung - Alhamdulillah, Program Studi Sarjana Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah sukses menyelenggarakan Sidang Skripsi dan Artikel Ilmiah pada hari Kamis, 30 April 2026. Bertempat di Gedung A FPIPS, kegiatan akademik prestisius yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi ajang pembuktian kapasitas keilmuan bagi enam belas mahasiswa yang telah merampungkan tugas akhirnya. Agenda ini menjadi gerbang akhir sekaligus tonggak awal bagi para cendekiawan muda Islam dalam mempertanggungjawabkan hasil riset dan penemuan terbaik mereka di hadapan dewan penguji.

Transformasi Riset Pendidikan Agama Islam

Pelaksanaan ujian sidang sarjana ini secara resmi didasarkan pada Surat Keputusan Dekan FPIPS UPI Nomor: T-1967/UN40.A2/HK.00.03/2026 tentang Pengangkatan Panitia dan Pelaksanaan Ujian Sidang Sarjana pada Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam. Hal ini merupakan manifestasi dari visi UPI sebagai universitas yang "Pelopor dan Unggul" dalam mencetak pendidik yang tangguh secara spiritual dan kritis secara akademik. Sejalan dengan kajian literatur keislaman kontemporer pada berbagai jurnal ilmiah bereputasi (Sinta dan Scopus), pendekatan pendidikan agama pada era kiwari dituntut secara teoretis untuk terus beradaptasi dengan disrupsi teknologi serta dinamika psikososial peserta didik guna memastikan nilai-nilai transendental tetap relevan secara empiris di ruang kelas.

Ragam Inovasi dan Temuan Ilmiah Mahasiswa

Sidang kali ini menampilkan spektrum penelitian yang sangat luas dan relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Para mahasiswa berani menelaah dimensi-dimensi krusial, mulai dari integrasi teknologi masa depan hingga wacana pendidikan inklusif. Sebagai contoh, Della Putri Aprillianti mempresentasikan kajiannya yang cemerlang mengenai pemanfaatan Deep Learning dalam Pendidikan Agama Islam untuk menumbuhkan nilai-nilai religius pada Generasi Z. Merespons arus digitalisasi, Nursani Awal Artha Nugraha juga menelaah secara mendalam tentang kesiapan guru PAI terkait gamifikasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Al-Qur'an.

Tidak hanya berfokus pada instrumen teknologi, aspek pemikiran klasik, moderasi, dan inklusivitas turut menjadi sorotan tajam. Oktavia Fitriani mengkaji perspektif guru PAI terhadap praktik moderasi beragama di sekolah menengah di Indonesia. Pada kajian pemikiran tokoh klasik, Ariq Muammar mengangkat rekonstruksi empat kebajikan utama dalam karya agung Ibnu Miskawaih, Tahdhib Al-Akhlaq, untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum modern. Di samping itu, Alma Nur Fadilah menghadirkan pemetaan krusial mengenai materi pendidikan seksual dalam buku ajar PAI berdasarkan fase perkembangan anak. Pada ranah pendidikan inklusif, Siti Nurlaeli Sariyah menghadirkan riset tentang pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an khusus bagi anak tunarungu , sementara Siti Sopa Lismaya memfokuskan risetnya pada asesmen adaptif bagi siswa berkebutuhan khusus.

Komitmen Unggul Menuju Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Berbagai diskursus penelitian yang dipaparkan oleh mahasiswa IPAI UPI ini mencerminkan komitmen institusi yang sangat kokoh terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), temuan-temuan riset ini secara eksplisit mengupayakan inovasi agar pendidikan agama menjadi lebih inklusif, merata, dan bermutu tinggi bagi semua kalangan, termasuk kelompok disabilitas. Lebih dari itu, deretan penelitian yang mengkaji moderasi beragama turut berkontribusi signifikan pada pencapaian SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan mempromosikan masyarakat yang damai dan toleran melalui instrumen edukasi di sekolah.

Daftar Mahasiswa Peserta Sidang

Berikut adalah 16 nama mahasiswa yang berdedikasi memaparkan karya tugas akhir mereka pada agenda sidang ini:

  • Della Putri Aprillianti
  • Oktavia Fitriani
  • Siti Zahra Pratiwi
  • Salis
  • Alma Nur Fadilah
  • Feryal Zeinia
  • Nursani Awal Artha Nugraha
  • Salma Rohimah Rukmana
  • Siti Nurlaeli Sariyah
  • Zidny Hikmatiar
  • Risa Melinda Septiani
  • Alya Muti'ah Setiani
  • Siti Sopa Lismaya
  • Ariq Muammar
  • Wayan Gastiadirrijal
  • Mhd. Aksaril Huda Ritonga

Sebagai penutup, perjalanan intelektual para mahasiswa sejatinya tidak terhenti di ruang persidangan ini. Pengalaman meneliti, menggali data empiris, dan mempertahankan argumentasi akademik adalah bekal fundamental untuk terjun ke tengah masyarakat. Diharapkan ilmu yang telah ditempa dan diperoleh selama menimba ilmu di kampus Bumi Siliwangi dapat diimplementasikan dengan penuh kebijaksanaan, menjadi sumbangsih nyata, serta senantiasa memberikan manfaat yang luas bagi nusa, bangsa, dan agama. Selamat dan sukses kepada para mahasiswa yang telah tuntas melalui ujian ini, semoga keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menyertai setiap langkah pengabdian di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *