Segenap sivitas akademika dan masyarakat umum diundang untuk menghadiri dan memeriahkan agenda Kajian Rutin (Kantin) IPAI yang diselenggarakan oleh BEM HIMA Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia. Pada kesempatan istimewa ini, Kantin IPAI akan mengangkat kajian mendalam seputar Tafsir Tarbawi dengan fokus telaah pada ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Kegiatan akademik non-formal ini merupakan salah satu bentuk perwujudan komitmen institusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Melalui fasilitas diskursus keislaman yang mudah diakses oleh publik, Prodi IPAI berupaya menyediakan pendidikan yang inklusif guna mencetak generasi pembelajar yang tidak hanya tajam secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual.
Berikut adalah rincian informasi pelaksanaan kajian:
- Tema Kajian: Tauhid, Integritas, dan Kehancuran Peradaban (QS. Hud: 50-60)
- Narasumber: Dr. KH. Aam Abdussalam, M.Pd.
- Hari, Tanggal: Sabtu, 2 Mei 2026
- Waktu Pelaksanaan: Pukul 05.00 WIB s.d. selesai
- Lokasi / Platform: Zoom Cloud Meetings
Bagi para jamaah yang ingin berpartisipasi, silakan bergabung melalui akses berikut:
- Tautan Zoom: https://zoom.us/j/97030218775 (Meeting ID: 970 3021 8775 | Passcode: ipai2025)
- Grup WhatsApp: Bergabung ke Grup WhatsApp
- Unduh Materi: Akses Materi Kajian
- Siaran Ulang: Dapat disaksikan melalui kanal YouTube HIMA IPAI
Apabila Anda memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi narahubung kami melalui WhatsApp: Irsyad (0895-2052-8394) atau Alfin (0878-7814-5092).
Sebagai penutup, menelaah dan merenungi tafsir ayat-ayat suci Al-Qur'an bukanlah sekadar rutinitas keagamaan, melainkan fondasi utama dalam membangun kembali peradaban yang berintegritas dan bermartabat. Mari kita jadikan majelis ilmu ini sebagai ruang refleksi diri untuk terus memperteguh tauhid kita di tengah dinamika zaman. Semoga ikhtiar kita dalam menuntut ilmu senantiasa dilimpahi keberkahan dan memacu kita menjadi insan pendidik yang pelopor dan unggul.
