Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Lingkar Dosen Muda PKn UPI Bahas Paradoks Ruang Publik Digital dalam Kegiatan Insight26

Bandung - Pada hari Rabu, 13 Mei 2026 - Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor Terintegrasi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia menggelar acara perdana Insight26 – Lingkar Dosen Muda PKn dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026. Acara ini juga merupakan ajang pembuktian eksistensi Dosen Muda PKn dalam membagikan wawasan mereka sebagai akademisi keilmuan kewarganegaraan di Indonesia.

Kegiatan yang mengangkat tema “Paradoks Ruang Publik dalam Konektivitas Digital” tersebut menghadirkan dua Dosen Muda PKn sebagai pembicara, yakni Dr. Supriyono, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Ratna Fitria, S.Pd., M.Si. Acara dipandu oleh mc Annisa Muharromah, S.Pd., dan moderator Mulia Sari, S.Pd yang keduanya merupakan mahasiswi Magister Pendidikan Kewarganegaraan serta bagian dari Forum Komunikasi Mahasiswa Magister dan Doktor Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia. Acara ini diikuti oleh hampir lebih dari 200 orang yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga akademisi yang antusias mendiskusikan tantangan ruang publik digital di era modern.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Dr. Syaifullah, S.Pd., M.Si. menegaskan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi refleksi sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga pengingat akan tantangan baru yang hadir di era digital. Ruang publik kini tidak lagi dibatasi oleh geografi, melainkan berkembang melalui konektivitas digital yang menghadirkan berbagai peluang sekaligus paradoks sosial. Moderator yaitu Mulia Sari, S.Pd membuka sesi diskusi dengan menjelaskan bahwa tema yang diangkat dinilai relevan bagi dunia pendidikan kewarganegaraan, terutama dalam membangun kesadaran kritis generasi muda terhadap penggunaan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Pada sesi pemaparan pertama, Dr. Supriyono menekankan pentingnya pembentukan karakter demokratis dalam menghadapi tantangan era digital. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kecakapan digital, tetapi juga harus menjunjung nilai-nilai Pancasila seperti toleransi, tanggung jawab, kejujuran, musyawarah, dan penghormatan terhadap perbedaan. Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Ratna Fitria mengulas bagaimana ruang publik digital memiliki sifat yang membebaskan sekaligus mengekang. Ia menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam merancang dan menggunakan teknologi secara inklusif demi terciptanya ruang publik yang demokratis dan bermartabat.

Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Acara Insight26 ini menyampaikan bahwa pendidik kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam membekali generasi muda dengan literasi digital kritis dan kompetensi kewarganegaraan digital yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Melalui kegiatan Insight26 ini pula, Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor Terintegrasi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia berharap dapat menunjukan esksistensi Lingkar Dosen Muda PKn serta dapat mendorong kolaborasi akademik, pengembangan kurikulum, serta pengabdian masyarakat yang lebih relevan dengan tantangan ruang publik digital di masa depan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *