BANDUNG — Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali melebarkan sayap kontribusinya di tingkat global. Dua mahasiswi terbaik rumpun keagamaan angkatan 2023, Kayla Nurul Tahira dan Zalva Rizka Oktaviani, secara resmi dinyatakan lolos seleksi ketat sebagai peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Tahun 2026. Capaian prestisius ini mengukuhkan komitmen prodi IPAI UPI dalam memfasilitasi mahasiswa guna mengaktualisasikan keilmuan secara makro melampaui sekat-sekat teritorial negara.


Kelolosan dua srikandi kependidikan Islam ini sebagai aktor pemberdayaan sekaligus pemateri program di kancah internasional merefleksikan nilai luhur dakwah transnasional kontemporer. Di dalam prinsip Islam, pengabdian masyarakat secara universal merupakan manifestasi nyata dari konsep rahmatan lil 'alamin—membawa kemaslahatan bagi semesta alam tanpa memandang batas geografis. Melalui program KKN Internasional ini, Kayla dan Zalva diproyeksikan menjadi duta akademik yang mengawinkan keluhuran etika sosial Islam dengan keterampilan terapan sosiologis untuk membantu memecahkan problematika komunitas global secara inklusif dan objektif.
Jika ditinjau dari dimensi akademis dan teori sosiologi pendidikan, program pengabdian masyarakat lintas negara memiliki kontribusi linear terhadap penguatan kecerdasan budaya (cultural intelligence) dan ketahanan global (global resilience) mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ilmiah teoretis yang dimuat dalam jurnal nasional bereputasi Sinta 2, keterlibatan mahasiswa dalam program KKN internasional terbukti efektif mengasah kemampuan berpikir kritis tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) serta mempercepat pematangan kompetensi pedagogis transformatif. Melalui laboratorium sosial berskala global ini, mahasiswa dilatih untuk merekonstruksi pendekatan edukatif agar adaptif terhadap kemajemukan sosial budaya masyarakat dunia.
Kiprah internasional yang diukir oleh mahasiswa prodi IPAI UPI ini juga menjadi wujud sumbangsih nyata institusi terhadap pemenuhan target global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), keterlibatan ini membuktikan bahwa atmosfer akademik di UPI berhasil menyediakan sistem pembelajaran yang merdeka, berwawasan global, dan inklusif. Di samping itu, program pemberdayaan masyarakat yang akan dijalankan oleh mahasiswa di lokasi tujuan secara substantif mendukung capaian SDG Poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas kultural yang berkelanjutan.
Keberhasilan Kayla Nurul Tahira dan Zalva Rizka Oktaviani menembus program KKN Internasional 2026 ini mempertegas eksistensi prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI sebagai lumbung penggerak peradaban yang kompetitif di level dunia. Prestasi monumental ini menjadi seruan sekaligus pemantik motivasi yang kuat bagi seluruh mahasiswa prodi IPAI lainnya untuk berani mendobrak zona nyaman, memperluas cakrawala berpikir, serta aktif mengukir prestasi di berbagai panggung internasional. Mari kita satukan doa dan dukungan terbaik agar langkah perjuangan delegasi IPAI ini senantiasa diberikan kelancaran dan membawa keberkahan bagi almamater tercinta. Pemuda IPAI adalah pelopor kemajuan yang siap membawa kedamaian bagi dunia. Salam Pelopor dan Unggul!
