BANDUNG — Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan agenda diseminasi pemikiran akademis dan praktis melalui program EDUTALK Podcast. Acara yang disiarkan melalui kanal resmi YouTube IPAI UPI pada Sabtu, 16 Mei 2026 ini, dipandu oleh trio mahasiswa aktif prodi IPAI angkatan 2024 selaku pewawancara, yakni Ed Fabian Jingga, Najla Sakilah Hafsah, dan Naila Safuka. Forum diskusi edukatif ini menghadirkan pakar sekaligus dosen senior rumpun kependidikan Islam UPI, Dr. Nurti Budiyanti, M.Pd., sebagai pemateri utama untuk mengupas tuntas topik strategis: "Pembelajaran Berbasis Bimbingan".
Penyelenggaraan EDUTALK ini menggarisbawahi urgensi rekonstruksi peran guru yang tidak sekadar mentransfer materi kognitif (transfer of knowledge), melainkan sebagai pembimbing moral. Di dalam epistemologi Islam, proses pendidikan (tarbiyah) harus menyentuh ranah afektif dan spiritual secara utuh guna membentuk keluhuran akhlak mulia. Dr. Nurti Budiyanti, M.Pd. selaku narasumber memaparkan secara mendalam bahwa bimbingan terbaik meneladani pola kepemimpinan profetik Rasulullah SAW, yang senantiasa melihat para peserta didik dengan pandangan kasih sayang (bi 'ainir rahmah). Melalui pendekatan humanis ini, dukungan dan nilai bimbingan keagamaan dapat merasuk ke dalam hati, sehingga mampu menggerakkan kesadaran siswa untuk mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan makro.
Jika ditinjau dari dimensi akademis dan teori psikologi kependidikan, konsep pembelajaran berbasis bimbingan ini mengawinkan prinsip teologis Islam dengan teori sosial-humaniora barat secara harmonis. Berdasarkan riset ilmiah kontemporer yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi Sinta 2, penyediaan bantuan terstruktur di dalam kelas memiliki kontribusi linear terhadap penguatan motivasi intrinsik dan ketahanan akademik (academic resilience) mahasiswa. Forum ini membedah integrasi konseptual antara teori interaksi sosial Lev Vygotsky mengenai tutor sebaya dan teori scaffolding Jerome Bruner dengan pemikiran ulama besar Imam Al-Ghazali. Modifikasi strategi ini dinilai sangat efektif untuk mengatasi studi kasus kesulitan belajar sosiologis pada anak cerdas yang cenderung introvert agar tetap adaptif dalam metode pembelajaran kelompok.
Langkah proaktif prodi IPAI UPI dalam memproduksi konten edukasi digital yang mencerahkan masyarakat ini juga menjadi manifestasi nyata dari komitmen institusi terhadap pemenuhan target global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), edisi EDUTALK ini menyuguhkan panduan konseptual non-formal yang inklusif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional para tenaga pendidik di era digital. Selain itu, penanaman karakter dan etika komunikasi yang damai di dalam ekosistem bimbingan sekolah berkelindan erat dengan pencapaian SDG Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions).
Suksesnya peluncuran video EDUTALK oleh mahasiswa prodi IPAI UPI ini menjadi bukti autentik komitmen universitas dalam merajut tradisi intelektual yang aplikatif dan responsif terhadap dinamika zaman. Pemateri utama, Dr. Nurti Budiyanti, menutup sesi diskusi dengan sebuah pesan keteladanan luhur bahwa pendidik sejati bagaikan seorang tukang kebun yang sabar menyirami tanaman dengan ilmu dan memupuknya dengan kasih sayang hingga mekar mewangi bagi semesta. Mari kita jadikan butir-butir pemikiran berharga dari podcast ini sebagai momentum untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri demi mengharumkan nama almamater tercinta. Pemuda IPAI adalah pelopor pendidikan dan penggerak kemajuan umat yang membawa rahmat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!
