Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Hari Buku Nasional 2026: Ikhtiar Prodi IPAI UPI Membumikan Tradisi Iqra dan Penguatan Literasi Islami

Bandung - Momentum Hari Buku Nasional yang diperingati pada 17 Mei 2026 menjadi pemantik penting bagi Program Studi Ilmu Pengetahuan Agama Islam (IPAI) FPIPS UPI untuk merefleksikan kembali esensi wahyu pertama al-Qur'an, yaitu perintah iqra (bacalah). Di tengah gempuran disrupsi digital yang sering kali menggerus ketahanan fokus manusia, buku tetap berdiri kokoh sebagai medium utama transfer keilmuan dan pembentukan karakter ulul albab. Peringatan tahun ini juga diperkuat oleh kutipan legendaris Ki Hajar Dewantara: "Sesungguhnya, hidup itu ibarat sebuah buku. Siapa yang tidak pernah belajar, sama saja dengan buku yang tidak pernah dibaca."

Membaca bukan sekadar aktivitas mekanis mengeja aksara, melainkan proses kognitif mendalam untuk mendekonstruksi dan merekonstruksi makna. Kajian dalam Journal of Islamic Education (Sinta 2) menegaskan bahwa integrasi tradisi literasi klasik (turats) dengan literasi modern sangat krusial dalam membangun epistemologi Islam yang inklusif di era kontemporer. Budaya membaca yang terstruktur akan menumbuhkan daya nalar kritis (tafakkur dan tadabbur) yang membentengi generasi muda dari paparan hoaks serta pendangkalan pemikiran keagamaan yang marak di ruang siber.

Langkah proaktif Prodi IPAI UPI dalam memelihara ekosistem literasi ini sejalan dengan komitmen global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Akses terhadap bahan bacaan berkualitas serta penciptaan atmosfer akademik yang literat di lingkungan kampus merupakan kunci utama dalam menjamin pendidikan yang inklusif, merata, dan meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat (lifelong learning) bagi seluruh sivitas akademika.

Sebagai prodi yang terakreditasi internasional dan unggul, IPAI UPI terus mendorong mahasiswa untuk memproduksi karya tulis ilmiah, buku, dan artikel riset. Buku dipandang sebagai jembatan yang menghubungkan realitas empiris dengan nilai-nilai ketuhanan. Melalui penguatan kelompok diskusi, penyediaan referensi digital yang sahih, serta penulisan kreatif, mahasiswa dilatih untuk tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, melainkan juga produsen pemikiran yang mencerahkan umat.

Peringatan Hari Buku Nasional ini sejatinya merupakan undangan terbuka bagi kita semua untuk kembali membuka lembaran-lembaran kitab keilmuan, mengasah kedalaman spiritual, dan memperluas cakrawala intelektual. Mari kita jadikan membaca sebagai kebutuhan spiritual dan intelektual yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dengan buku di tangan dan iman di dada, mari bersama-sama melangkah maju menjadi pelopor yang membawa perubahan transformatif, demi tegaknya peradaban Islam yang rahmatan lil 'alamin serta bangsa yang cerdas berkarakter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *