Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Ketika Laut Masuk ke Daratan: Dampak Banjir Rob terhadap Kondisi Sosial dan Ekonomi Masyarakat Pesisir Desa Mayangan, Kabupaten Subang. 

Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2 SPIG 24 yang dilaksanakan di Desa Mayangan, Kabupaten Subang, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengamati secara langsung berbagai kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat pesisir. Salah satu permasalahan utama yang ditemukan di lapangan adalah banjir rob yang hingga saat ini masih menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat setempat. Banjir rob merupakan fenomena naiknya muka air laut yang menggenangi wilayah daratan pesisir, terutama pada saat pasang tinggi. Di Desa Mayangan, kejadian ini bukan lagi peristiwa yang jarang terjadi, melainkan telah menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh mahasiswa KKL 2 SPIG 24, banjir rob memberikan dampak yang cukup besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya nelayan. Sebagian besar penduduk Desa Mayangan menggantungkan mata pencahariannya pada sektor perikanan dan aktivitas kelautan. Ketika banjir rob terjadi, aktivitas nelayan seringkali terganggu karena akses menuju tempat tambatan perahu dan lokasi pelelangan ikan menjadi lebih sulit untuk dilalui. Selain itu, genangan air laut yang masuk ke area permukiman dan fasilitas pendukung perikanan dapat menyebabkan kerusakan pada alat tangkap, perahu, maupun sarana penyimpanan hasil tangkapan. Kondisi tersebut mengakibatkan meningkatnya biaya perawatan dan perbaikan yang harus ditanggung oleh nelayan, sementara pendapatan yang diperoleh tidak selalu stabil.

Dampak ekonomi juga dirasakan oleh masyarakat yang bekerja di luar sektor perikanan. Beberapa pelaku usaha kecil dan pedagang mengalami hambatan dalam menjalankan aktivitas usahanya akibat akses jalan yang tergenang. Mobilitas masyarakat menjadi terbatas sehingga kegiatan distribusi barang dan jasa tidak dapat berjalan secara optimal. Dalam kondisi tertentu, banjir rob bahkan menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat menurun karena warga lebih memprioritaskan upaya menjaga dan memperbaiki kondisi rumah serta lingkungan tempat tinggal mereka.

Dari aspek sosial, banjir rob turut memengaruhi kualitas hidup masyarakat pesisir. Genangan air yang memasuki kawasan permukiman menyebabkan lingkungan menjadi kurang nyaman untuk ditinggali. Aktivitas sehari-hari, seperti berangkat sekolah, bekerja, maupun melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan, sering kali terganggu akibat kondisi jalan yang tergenang. Selain itu, keberadaan air rob yang menggenang dalam waktu cukup lama berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan sanitasi lingkungan.  Masyarakat harus beradaptasi dengan kondisi tersebut agar tetap dapat menjalankan aktivitas secara normal. 

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, masyarakat Desa Mayangan menunjukkan kemampuan adaptasi yang cukup baik. Berdasarkan hasil pengamatan tim KKL 2 SPIG 24, berbagai upaya telah dilakukan oleh warga untuk mengurangi dampak banjir rob, seperti meninggikan lantai rumah, membuat tanggul sederhana, memperbaiki akses jalan lingkungan, serta menyesuaikan waktu aktivitas dengan kondisi pasang surut air laut. Bentuk adaptasi tersebut mencerminkan ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi ancaman lingkungan yang terjadi secara berulang.

Melalui kegiatan KKL 2 SPIG 24, dapat dipahami bahwa banjir rob bukan hanya permasalahan lingkungan, tetapi juga memiliki keterkaitan yang erat dengan aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanganan yang terintegrasi melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pihak terkait. Dengan adanya langkah mitigasi dan adaptasi yang berkelanjutan, diharapkan dampak banjir rob di Desa Mayangan dapat diminimalkan sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus terjaga dan meningkat di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *