Bandung, 2 Mei 2026 – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendapatkan tawaran kerja sama dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program “Sharing Literasi dan Inklusi Keuangan” yang ditujukan bagi mahasiswa. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung gerakan nasional peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Melalui surat yang disampaikan oleh BCA Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sumbersari, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan jasa keuangan, serta pengenalan berbagai produk perbankan yang dapat mendukung kebutuhan mahasiswa di era digital.
Kegiatan akan dilaksanakan dalam bentuk sharing knowledge dengan pendekatan yang interaktif dan menarik, termasuk penggunaan metode gamifikasi maupun presentasi edukatif. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari secara bijak dan bertanggung jawab.

Selain sesi edukasi, BCA juga berencana menghadirkan booth informasi perbankan di lingkungan fakultas untuk memberikan layanan konsultasi dan informasi terkait produk perbankan. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa yang memenuhi persyaratan juga dapat memperoleh fasilitasi pembukaan rekening sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses terhadap layanan keuangan formal.
Ketua Program Studi PPKn FPIPS UPI menyambut baik inisiatif ini sebagai salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa. Literasi keuangan menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebagai warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan kehidupan sosial-ekonomi di masa depan.
Melalui kolaborasi ini, Prodi PPKn FPIPS UPI berharap mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pengelolaan keuangan pribadi, pengambilan keputusan finansial yang tepat, serta pentingnya inklusi keuangan dalam mendukung pembangunan masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi dan finansial di era digital, sekaligus mendorong terbentuknya generasi muda yang cakap, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
