SINGAPURA — Delegasi mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Molada Hutagalung berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan tampil sebagai peserta aktif dalam ajang International Youth Innovation Summit (IYIS) yang digelar di Singapura. Forum internasional bergengsi ini mempertemukan ratusan pemuda inovatif dari berbagai penjuru dunia untuk berdiskusi dan menawarkan solusi atas isu-isu global yang mendesak, mulai dari perubahan iklim hingga kesenjangan sosial dan tata kelola hukum.
Dalam forum tersebut, mahasiswa Ilmu Hukum UPI membawa kontribusi nyata dengan mempresentasikan gagasan inovatif bertajuk penguatan kerangka hukum berbasis teknologi untuk mendorong keadilan sosial di negara berkembang. Mereka memaparkan model regulasi yang memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai instrumen deteksi dini pelanggaran hak asasi manusia, sebuah terobosan yang mendapat apresiasi luas dari delegasi mancanegara maupun para pakar hukum internasional yang hadir sebagai panelis.
Keberhasilan mahasiswa Ilmu Hukum UPI di IYIS diharapkan menjadi titik tolak bagi pengembangan kurikulum yang lebih berorientasi global di lingkungan kampus. Pihak universitas menyatakan dukungan penuh terhadap keterlibatan mahasiswa dalam forum internasional sebagai bagian dari visi UPI untuk melahirkan generasi hukum yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga berdaya saing di kancah dunia. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi UPI sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi hukum terdepan di Indonesia.
