Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
MELANGKAH TANPA MENINGGALKAN: CATATAN REFLEKSI SAIG 2022 MENJELANG UJIAN SIDANG SKRIPSI

Penulis : Fajar Rizky Ramadhan (SaIG, 2210174)

Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Dok. Penulis

Dok. Penulis

Menjelang pendaftaran sidang skripsi gelombang kedua bulan Juli ini, mahasiswa Sains Informasi Geografi (SaIG) angkatan 2022 dihadapkan pada momen refleksi mendalam setelah menghadiri pertemuan hangat bersama Ketua Program Studi, Pak Lili. Di tengah riuh pikuk perjuangan menyelesaikan bab demi bab demi mengejar gelar sarjana, pembekalan tersebut hadir bukan sekadar sebagai agenda administratif, melainkan sebagai pengingat jujur tentang arti sebuah perjalanan akademik. Pertemuan ini menyadarkan banyak dari kita bahwa kesibukan akhir ini, sering kali membuat kita terlalu fokus pada garis finis diri sendiri, hingga tanpa sadar menutup mata dari kawan-kawan seperjuangan yang masih tertatih di belakang.

Melalui diskusi tersebut, terungkap sebuah kenyataan yang mengetuk empati. Masih banyak rekan satu angkatan yang berjuang keras menghadapi kendalanya masing-masing. Kesadaran ini memukul telak rasa apatis dan egoisme. Sebuah teguran bahwa melangkah sendiri mungkin membuat kita bergerak lebih cepat, tetapi melangkah bersama akan membawa kita lebih jauh. Teman-teman angkatan SaIG 22 bukanlah sekadar rekan sekelas, melainkan keluarga yang sudah berjuang bersama sejak awal. Mengejar keberhasilan diri sendiri tentu penting, tetapi melupakan mereka yang berada di sisi kanan dan kiri kita adalah hal yang harus segera diperbaiki dengan aksi nyata untuk saling menopang dan membantu hingga bisa lulus bersama-sama.

Selain mengasah solidaritas, wejangan dari Pak Lili juga membuka mata akan pentingnya pembenahan sikap dan etika sebelum melangkah ke dunia kerja. Keberhasilan di masa depan tidak pernah ditentukan oleh tingginya capaian akademik semata, melainkan dibentuk oleh integritas, kedisiplinan, cara berkomunikasi, serta kepribadian yang rendah hati. Karakter profesional dan rasa tanggung jawab inilah yang menjadi modal utama dalam menjaga nama baik diri sendiri maupun almamater. Dunia kerja menuntut kita untuk mampu beradaptasi dan bekerja sama secara solid, sehingga sikap sombong dan tidak peduli harus dibuang jauh-jauh dari sekarang agar tidak menjadi kebiasaan buruk di masa depan.

Refleksi dari pertemuan ini menjadi batu pijakan baru bagi mahasiswa SaIG angkatan 2022 untuk saling menggenggam tangan, meruntuhkan dinding ketidakpedulian, dan mempererat rasa kekeluargaan. Nasihat yang disampaikan tumbuh dari rasa kepedulian yang tulus agar seluruh mahasiswa dapat sukses bersama. Bersama semangat baru ini, tekad untuk merangkul dan membantu kawan-kawan yang masih berjuang menyelesaikan skripsinya semakin menguat. Pada akhirnya, pencapaian yang diraih bersama-sama akan terasa jauh lebih bermakna dan membanggakan daripada sekadar selebrasi kemenangan yang dinikmati sendirian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *