Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Pelaksanaan Survei Pendahuluan Analisis Geospasial Deteksi Penyakit Kesehatan Tanaman Sawit di Perkebunan Panglejar, Subang 

Penulis: Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. 

Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Pada tanggal 9 Juli 2026, tim peneliti melaksanakan kegiatan survei pendahuluan ke kantor KSO PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 1, yang berlokasi di Perkebunan Panglejar, Kabupaten Subang. Kegiatan survei ini merupakan langkah awal dari pelaksanaan riset kolaborasi Universitas Pendidikan Indonesia yang berfokus pada pemodelan geospasial presisi untuk mendeteksi penyebaran penyakit pada tanaman kelapa sawit.  

Fokus utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sebaran patogen Ganoderma boninense yang menyebabkan penyakit Basal Stem Rot (BSR). Penyakit jamur pada akar dan batang ini menjadi ancaman yang serius bagi tingkat produktivitas kelapa sawit, sehingga sangat dibutuhkan sebuah sistem peringatan dini yang aplikatif dan berbasis data keruangan untuk mencegah penyebaran infeksi yang lebih masif di wilayah Provinsi Jawa Barat.  

Dok. Penulis

Kunjungan survei pendahuluan ini disambut dengan sangat baik oleh pihak manajemen dan staf di kantor Perkebunan Panglejar. Pertemuan tersebut diisi dengan sesi diskusi yang komprehensif mengenai kondisi kesehatan tanaman kelapa sawit di wilayah operasional mereka. Pihak pengelola perkebunan memaparkan berbagai tantangan pemeliharaan yang saat ini dihadapi, serta dinamika lingkungan sekitar yang secara langsung memengaruhi tingkat produktivitas tanaman.  

Melalui diskusi teknis ini, tim peneliti memperoleh banyak informasi penting yang akan dijadikan sebagai bahan masukan awal penelitian. Data operasional dari pihak pengelola kebun sangat dibutuhkan untuk menyelaraskan rencana pengolahan data penginderaan jauh dengan realitas kondisi agronomis di lapangan, sehingga hasil analisis spasial yang dihasilkan nantinya dapat lebih akurat dan relevan. 

Dok. Penulis

Tujuan utama dari dilaksanakannya survei pendahuluan ini adalah untuk mengumpulkan data awal penelitian, di mana salah satunya adalah penentuan batas spasial yang jelas untuk area Afdeling III yang telah disepakati sebagai kawasan kajian utama. Total luasan area perkebunan di Afdeling III mencapai kurang lebih 500 hektar. Skala luasan ini dinilai sangat ideal untuk menguji tingkat keandalan pemanfaatan citra satelit PlanetScope, yang memiliki keunggulan berupa resolusi spasial tinggi mencapai 3 meter.  

Selain itu, dari hasil koordinasi teknis bersama pihak KSO PTPN IV Distrik Jawa Barat Banten, tim peneliti memperoleh informasi berharga bahwa pihak perkebunan telah memiliki data rekaman LiDAR (Light Detection and Ranging) khusus di area Perkebunan Panglejar tersebut. Fakta ini memberikan peluang yang sangat baik untuk meningkatkan akurasi serta nilai kebaruan penelitian, yakni melalui integrasi data struktur vertikal tajuk sawit (Canopy Height Model/CHM) yang diekstrak dari LiDAR dengan fitur multi-indeks spektral yang dihasilkan oleh citra satelit PlanetScope.  

Dok. Penulis

Selain melakukan koordinasi di kantor dan penentuan batas wilayah kajian, tim peneliti juga berkesempatan untuk turun langsung melakukan peninjauan lapangan ke dalam blok-blok area perkebunan. Kegiatan observasi lapangan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan tegakan tanaman kelapa sawit. Tim mengamati berbagai indikator fisik pada pohon sawit, mulai dari pohon yang masih sehat hingga pohon yang mulai menunjukkan gejala infeksi awal penyakit Ganoderma boninense.   

Gejala visual yang diamati meliputi perubahan warna daun yang menguning, pelepah yang mulai mengering, serta tanda-tanda kerusakan jaringan pada bagian batang pohon. Data pengamatan langsung ini nantinya akan berfungsi sebagai parameter validasi lapangan untuk mengkalibrasi model klasifikasi yang berbasis indeks vegetasi, seperti NDVI, GBNDVI, dan SAVI. Berbagai indeks vegetasi tersebut akan diproses secara komputasi untuk mengklasifikasikan kondisi kesehatan tanaman kelapa sawit ke dalam empat kategori utama, yaitu kategori sehat, terinfeksi ringan, terinfeksi berat, dan mati.  

Dok. Penulis

Kegiatan survei pendahuluan ini telah mengumpulkan data awal dan informasi lapangan yang sangat penting bagi kelancaran tahap penelitian selanjutnya. Harapannya, dengan melakukan observasi langsung di area perkebunan dan diskusi teknis bersama pihak pengelola, dapat menghasilkan dasar yang kuat untuk menyempurnakan metode analisis geospasial yang sedang dirancang kedepannya.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *