Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mencari Arah, Menemukan Jalan: Perjalanan Menyelesaikan Skripsi 

Penulis: Rahman Firmansyah (SaIG, 2207426)

Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Dok. Penulis

Hal yang dapat dipelajari dari skripsi bahwa sebuah perjalanan tidak selalu berjalan lurus. Ada jalan yang harus diputar, ada persimpangan yang membuat kita ragu menentukan arah, ada pula jalan yang tiba-tiba terasa buntu. Kurang lebih seperti itulah perjalanan saya menyelesaikan skripsi. Berawal dari sebuah ketertarikan saya terhadap transportasi umum yang kemudian memunculkan gagasan sederhana untuk mengambil tema skripsi transportasi umum di Bandung Raya, perjalanan tersebut kemudian berkembang menjadi penelitian yang mempertemukan saya dengan data, peta, software, revisi, administrasi, hingga akhirnya membawa saya sampai pada satu titik yang sejak awal ingin saya capai: menyelesaikan studi sebagai mahasiswa Sains Informasi Geografi. 

Skripsi saya berjudul “Evaluasi Aksesibilitas Transportasi Umum bagi Pekerja Komuter di Bandung Raya Menggunakan Spatial Network Analysis for Multimodal Transport System (SNAMUTS)”. Secara sederhana, penelitian saya bertujuan untuk melihat bagaimana karakteristik jaringan transportasi umum di Bandung Raya serta bagaimana tingkat aksesibilitasnya bagi pekerja komuter. Namun, di balik judul yang cukup panjang tersebut, terdapat perjalanan yang jauh lebih panjang untuk sampai pada hasil akhirnya. 

Perjalanan tersebut sebenarnya tidak langsung dimulai dari penelitian ini. Layaknya mahasiswa lain, saya sempat mengalami fase mencari-cari topik yang kira-kira dapat diteliti dan sesuai dengan bidang keilmuan yang saya miliki. Ada banyak pertimbangan yang muncul, mulai dari ketersediaan data, pengambilan data lapangan, kemampuan dalam mengolahnya, metode yang digunakan. Pertimbangan tersebut muncul sejak saya mengerjakan tugas pada mata kuliah Metode Penelitian.

Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil topik mengenai aksesibilitas transportasi umum di Bandung Raya. Ketertarikan tersebut muncul karena transportasi merupakan salah satu bagian yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Selain itu, ide tersebut muncul dari ketertarikan saya terhadap transportasi umum utamanya setelah mendapatkan mata kuliah PJ Transportasi. Sebagai mahasiswa Sains Informasi Geografi, saya melihat terdapat ruang untuk menggabungkan SIG dengan analisis jaringan transportasi.

Setelah mendapatkan Surat Keputusan pembimbing, saya mulai benar-benar masuk ke dalam dunia skripsi. Saya bersyukur mendapatkan dua dosen pembimbing, yaitu Bapak Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc. dan Ibu Dr. Tania Septi Anggraini, S.T., M.T., Ph.D.. Dari proses bimbingan bersama beliau, saya belajar bahwa skripsi bukan hanya tentang menghasilkan tulisan sebanyak mungkin, tetapi juga tentang bagaimana setiap bagian yang ditulis memiliki alasan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada awalnya saya cukup bersemangat. Ada ekspektasi bahwa segalanya akan berjalan lancar. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai memahami bahwa skripsi memiliki tantangan sendiri. Ada hari ketika semuanya terasa mudah, tetapi ada juga hari ketika satu halaman terasa sangat berat.

Proses mengerjakan skripsi kemudian diisi dengan berbagai peristiwa yang mungkin terdengar sederhana jika diceritakan sekarang, tetapi cukup menguras tenaga ketika dijalani. Mengumpulkan data yang ternyata melelahkan, membuka berbagai sumber, mengolah data, membuat peta, memperbaiki tulisan, melakukan bimbingan, kemudian kembali memperbaiki bagian yang sama.

Dok. Penulis

Ada kalanya saya merasa sudah berada di tahap akhir, tetapi setelah mendapatkan masukan dari dosen pembimbing ternyata masih ada banyak hal yang harus diperbaiki. Pada saat itu, rasanya seperti sudah melihat garis finish, tetapi ternyata masih ada beberapa putaran lagi yang harus dilalui. Belum lagi ketika hasil pekerjaan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ada data yang harus diperiksa ulang, ada bagian yang harus dikerjakan ulang, ada revisi dari dosen pembimbing. Di situlah saya mulai belajar bahwa dalam skripsi, kemampuan untuk menerima kenyataan yang bisa saja berbanding terbalik dengan ekspektasi.

Salah satu hal yang sangat membantu selama proses tersebut adalah keberadaan teman-teman seperjuangan SaIG angkatan 2022. Meskipun masing-masing memiliki kesibukan dan permasalahan sendiri, sekadar bertukar cerita mengenai skripsi terkadang sudah cukup untuk membuat saya merasa bahwa saya tidak sendirian dalam menghadapi proses ini. Ada kalanya kami saling bertanya mengenai progres, saling mengingatkan, atau hanya mengeluh bersama mengenai revisi, bahkan hanya bertemu sesaat di kampus sudah cukup menambah semangat.

Di tengah perjalanan tersebut, saya juga semakin menyadari pentingnya komunikasi dengan dosen pembimbing. Ada beberapa hal yang jika dipikirkan sendiri justru semakin rumit. Setelah didiskusikan, ternyata masalahnya tidak serumit yang dibayangkan. Dari bimbingan, saya belajar untuk tidak terlalu melekat pada hasil pekerjaan sendiri. Ketika ada bagian yang harus diperbaiki, bukan berarti seluruh pekerjaan saya buruk. Revisi adalah bagian dari proses untuk membuat penelitian menjadi lebih baik.

Setelah melalui berbagai proses tersebut, perlahan skripsi mulai menemukan bentuk akhirnya. Saya mulai mempersiapkan diri untuk mendaftarkan sidang. Semakin dekat dengan sidang perasaan saya campur aduk. Ada rasa lega karena akhirnya sampai di tahap tersebut, tetapi di sisi lain muncul rasa takut. Sampai akhirnya tibalah 1 Juli 2026, hari di mana saya harus mempertanggungjawabkan penelitian saya. Salah satu hal yang membuat sidang saya menjadi pengalaman tersendiri adalah hadirnya Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi, yang pada saat itu juga bertindak sebagai salah satu dosen penguji saya. Pada hari itu saya harus berdiri di hadapan beliau bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai peneliti yang harus mempertanggungjawabkan hasil penelitian saya. Di sisi lain, saya juga harus menghadapi pertanyaan dan masukan dari dosen penguji lainnya yaitu Ibu Siti Zahrotunisa, S.Si., M.Sc. dan Bapak Achmad Fadhilah, S.Pd., M.Sc.yang turut memberikan perspektif berbeda terhadap penelitian saya.

Dok. Penulis

Tentu ada rasa gugup. Tetapi ketika sidang benar-benar berlangsung, suasananya ternyata tidak seseram yang saya bayangkan sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan menjadi kesempatan bagi saya untuk menjelaskan apa yang sudah saya kerjakan. Saya kemudian menyadari bahwa ketakutan sebelum sidang sering kali jauh lebih besar daripada sidangnya sendiri.

Sampai akhirnya saya tiba di tahap yudisium. Di titik tersebut saya baru benar-benar merasakan bahwa perjalanan panjang itu telah selesai. Bukan berarti semua proses setelah menjadi sarjana akan menjadi mudah. Justru setelah ini akan ada perjalanan baru yang mungkin jauh lebih tidak pasti. Namun, setidaknya satu perjalanan yang selama ini menjadi tanggung jawab saya sebagai mahasiswa telah berhasil saya selesaikan.

Dok. Penulis

Untuk adik-adik tingkat yang sedang atau akan menghadapi skripsi, pesan yang ingin saya sampaikan adalah jangan terlalu takut sebelum menjalaninya. Skripsi memang tidak mudah. Akan ada revisi, kebingungan, rasa malas, rasa ingin menyerah. Tetapi semua itu merupakan bagian dari perjalanan yang pada akhirnya akan menjadi cerita ketika sudah berhasil dilewati. Dan jangan membandingkan perjalanan kalian dengan orang lain karena setiap orang memiliki jalannya sendiri.

Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi. Terima kasih atas segala arahan dan perhatian selama saya menjadi bagian dari SaIG. Bimbingan dan budaya akademik yang ditanamkan selama saya berkuliah di SaIG sangat bermanfaat dalam penyelesaian skripsi ini. Secara khusus, saya juga berterima kasih karena Bapak menjadi salah satu dosen penguji dalam sidang skripsi saya. Pertemuan tersebut menjadi salah satu momen yang cukup berkesan bagi saya, karena orang yang selama ini saya kenal sebagai Ketua Program Studi akhirnya turut menguji dan mengantarkan saya melewati salah satu tahapan terakhir sebagai mahasiswa.

Terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapak Prof. Dr. rer. nat. Nandi. S.Pd., M.T., M.Sc.. dan Ibu Dr. Tania Septi Anggraini, S.T., M.T., Ph.D., selaku dosen pembimbing saya. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan arahan, mengoreksi, dan menemani proses penelitian saya dari awal hingga akhir. Berbagai masukan yang diberikan selama proses bimbingan menjadi bagian penting dari perjalanan saya dalam menyelesaikan skripsi ini.

Terima kasih kepada seluruh dosen dan jajaran Program Studi Sains Informasi Geografi yang telah memberikan ilmu dan pengalaman selama saya menjalani perkuliahan. Setiap proses yang saya lalui selama menjadi mahasiswa, baik yang menyenangkan maupun yang melelahkan, pada akhirnya menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk saya sampai di titik ini.

Dan tentu saja, terima kasih kepada SaIG angkatan 2022. Empat tahun yang awalnya dimulai dengan sekumpulan mahasiswa yang belum saling mengenal, pada akhirnya membawa kami sampai ke titik di mana satu per satu mulai menyelesaikan perjalanan masing-masing. Terima kasih telah menjadi teman seperjalanan selama masa perkuliahan, termasuk ketika kita sama-sama menghadapi berbagai tugas, praktikum, himpunan, hingga perjuangan menyelesaikan skripsi.

Pada akhirnya, skripsi bukan hanya tentang bagaimana kita menghasilkan sebuah karya ilmiah. Skripsi adalah perjalanan panjang yang mengajarkan bagaimana kita menghadapi sesuatu yang belum tentu berjalan sesuai rencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *