Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
SATU CERITA DIBALIK GELAR S.GEO 

Tanggal: 29 September 2026 

Penulis: Kaulia Azzahro Husein (SaIG, 2101253)

Penyunting: Reva Laelatul Zahra

Ada banyak hal yang ternyata baru saya pahami setelah menjalani skripsi. Salah satunya adalah bahwa sebuah penelitian tidak hanya membutuhkan data dan teori, tetapi juga membutuhkan waktu, ketelitian, dan kemauan untuk terus mencari jawaban ketika semuanya terasa membingungkan.

Perjalanan saya dalam menyelesaikan skripsi dimulai dari sebuah topik yang kemudian berkembang menjadi penelitian, saya mulai berkenalan lebih jauh dengan citra Sentinel-2A, SIG, ArcGIS, perhitungan metode rasional, hingga analisis regresi menggunakan SPSS. Nama-nama tersebut mungkin terdengar biasa sekarang, tetapi pada awalnya banyak hal yang membuat saya bertanya-tanya. Ada data yang harus dicari, peta yang harus diolah, hasil yang harus diperiksa kembali, dan beberapa kali saya harus mengulang pekerjaan karena hasilnya belum sesuai. Bahkan persoalan kecil dalam pengolahan data terkadang bisa membuat saya menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk menemukan letak kesalahannya.

Di tengah proses tersebut, revisi menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. Ada kalanya saya datang membawa hasil yang menurut saya sudah cukup baik, tetapi ternyata masih ada bagian yang harus diperbaiki. Dari sana saya belajar untuk tidak terlalu cepat merasa selesai. Setiap masukan akhirnya menjadi kesempatan untuk melihat kembali penelitian saya dari sudut pandang yang berbeda.

Yang paling sulit mungkin bukan selalu persoalan teknis. Ada hari-hari ketika saya kehilangan semangat, kesehatan yang memburuk, terlalu lelah untuk melanjutkan, atau hanya menatap layar laptop tanpa tahu harus mengerjakan bagian yang mana terlebih dahulu. Melihat perjalanan teman-teman yang sudah lebih dulu sampai di tahap akhir juga terkadang membuat saya merasa tertinggal. Namun, saya mencoba mengingat bahwa perjalanan ini memang milik saya sendiri. Saya tidak bisa mengukur keberhasilan hanya dari seberapa cepat seseorang menyelesaikan skripsinya.

Ada satu hal yang kemudian saya pegang selama proses ini: “tidak apa-apa berjalan pelan, selama tidak benar-benar berhenti”. Ketika tidak mampu menyelesaikan banyak hal, saya mencoba menyelesaikan satu hal kecil. Ketika belum memahami suatu bagian, saya mencoba mempelajarinya kembali. Begitulah skripsi saya berjalan tidak selalu cepat, tidak selalu mudah, tetapi perlahan terus bergerak.

Saya juga beruntung memiliki orang-orang yang tetap hadir selama proses tersebut. Kepada keluarga, teman-teman, dan orang-orang terdekat yang memberikan semangat dengan caranya masing-masing, saya menyampaikan terima kasih. Kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si.. dan Bapak Hendro Murtianto, M.Sc., terima kasih atas waktu, arahan, koreksi, dan kesabaran selama membimbing saya. Setiap masukan yang diberikan menjadi bagian dari proses yang membuat penelitian ini semakin baik.

Kini, ketika melihat kembali file-file penelitian, tabel, peta, catatan revisi, dan halaman skripsi yang pernah terasa begitu sulit untuk diselesaikan, saya menyadari bahwa semuanya telah menjadi bagian dari sebuah cerita. Cerita tentang seseorang yang beberapa kali merasa tidak yakin, tetapi tetap memilih untuk mencoba lagi.

Skripsi ini mungkin hanya sebuah kewajiban akademik untuk mendapatkan gelar S.Geo, tetapi bagi saya, proses di baliknya jauh lebih berarti. Saya belajar bahwa kemampuan tidak selalu muncul karena kita sudah siap. Terkadang kemampuan itu justru tumbuh karena kita dipaksa untuk bertahan menghadapi sesuatu yang sebelumnya kita pikir tidak sanggup kita selesaikan.

Saya tidak ingin mengingat masa skripsi hanya sebagai masa penuh revisi dan tekanan. Saya ingin mengingatnya sebagai salah satu fase kehidupan yang pernah membuat saya ragu terhadap diri sendiri, tetapi pada akhirnya juga mengajarkan saya untuk lebih percaya kepada diri sendiri.

Pada akhirnya, skripsi ini bukan hanya menjadi bukti bahwa saya telah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi bukti bahwa saya mampu melewati proses yang tidak selalu mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *