BANDUNG, UPI — Program Studi Manajemen Resort dan Leisure (MRL), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan Guest Lecture Mata Kuliah Pengantar Pariwisata dengan tema “The Art of Tour Guiding” pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di Gedung Geugeut Winda / Pusat Kegiatan Mahasiswa, Universitas Pendidikan Indonesia.
Guest lecture ini menghadirkan Putri Wafda Fauziah, S. Par., M. Par., seorang Professional Tour Guide – Certified, juga merupakan alumni dari prodi MRL yang sekarang berkiprah sebagai pemandu wisata profesional dan juga akademisi sebagai narasumber. Kegiatan dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih aplikatif kepada mahasiswa mengenai profesi pemandu wisata sekaligus memperkenalkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam memberikan pengalaman perjalanan yang berkualitas kepada wisatawan.

Foto 1. Kaprodi MRL, Moderator Acara dan Narasumber di Panggung
Tema “The Art of Tour Guiding” dipilih untuk menegaskan bahwa menjadi pemandu wisata bukan sekadar kemampuan menyampaikan informasi mengenai destinasi. Seorang tour guide dituntut mampu membangun komunikasi, menciptakan suasana perjalanan yang menyenangkan, memahami karakter wisatawan, mengelola dinamika kelompok, serta menyampaikan cerita dan informasi destinasi secara menarik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual mengenai tour guiding, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai praktik dan tantangan yang dihadapi oleh pemandu wisata di lapangan. Perspektif dari praktisi diharapkan dapat mempertemukan pengetahuan akademik yang diperoleh mahasiswa di kelas dengan kebutuhan dan realitas industri pariwisata. Acara ini dibuka dengan sambutan kaprodi MRL Dr. Ghoitsa Rohmah Nurazizah, M.Si yang menekankan bahwa prodi MRL mendukung dan memfasilitasi mahasiswa untuk kompeten dan profesional.
"Prodi sangat memfasilitasi mahasiswa dan dibekali dengan pengetahuan juga praktikal dalam pelaksanaan pembelajaran yang aplikatif", ujar Dr. Ghoitsa.
Sesi diskusi dalam acara Guest Lecture ini dipandu oleh Dr. Erry Sukriah, M.S.E sebagai moderator yang memandu sesi diskusi dalam acara.
"Kepemanduan membutuhkan teknik dan strategi tertentu yang harus dibiasakan dagar perjalnana aktivitas wisata menjadi lebih menyenangkan dan berkesan bagi wisatawan", ujar Dr.Erry. Dalam sesi guest lecture, mahasiswa juga diarahkan untuk melihat tour guiding sebagai salah satu profesi strategis dalam ekosistem pariwisata. Pemandu wisata memiliki peran penting sebagai penghubung antara wisatawan, destinasi, masyarakat lokal, dan berbagai produk pariwisata. Kemampuan seorang pemandu dalam menginterpretasikan destinasi turut menentukan bagaimana wisatawan memahami, merasakan, dan mengingat pengalaman perjalanan mereka.
Dosen pengampu Mata Kuliah Pengantar Pariwisata, Dr. Erry Durian, M.S.E. dan Widyastuti, S.Sos., M. P. Par., turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran yang memperkaya pengalaman akademik mahasiswa melalui keterlibatan praktisi industri.
Pesan Narasumber
“Menjadi tour guide bukan hanya tentang bagaimana kita menjelaskan sebuah destinasi, tetapi bagaimana kita mampu membuat wisatawan memahami, merasakan, dan membawa pulang cerita dari setiap perjalanan. Seorang guide harus mampu menjadi storyteller, communicator, sekaligus representasi dari destinasi yang dibawanya.”
— Putri Wafda Fauziah, S. Par., M. Par.

Foto 2. Sesi Pematerian Guest Lecture oleh Narasumber
Melalui kegiatan guest lecture ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa industri pariwisata membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan tentang destinasi, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, pelayanan, kepemimpinan, storytelling, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai karakter wisatawan.
Kegiatan Guest Lecture “The Art of Tour Guiding” sekaligus menjadi ruang pembelajaran kolaboratif antara dunia akademik dan industri. Kehadiran praktisi di dalam proses pembelajaran diharapkan dapat memberikan wawasan profesional kepada mahasiswa serta memotivasi mereka untuk mempersiapkan kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri pariwisata.

Foto 3. Sesi Foto Bersama Narasumber, Tim Dosen MRL, Panitia dan Mahasiswa Baru MRL 2026
Dengan demikian, pembelajaran Pengantar Pariwisata tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman yang membantu mahasiswa mengenali berbagai peluang profesi dan kompetensi yang dapat dikembangkan dalam industri pariwisata, khususnya dalam bidang tour guiding.