Penulis: Diana Sumirah (SaIG, 2202528)
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Menyelesaikan skripsi bukanlah perjalanan yang selalu berjalan sesuai dengan rencana. Terdapat masa ketika semuanya terasa begitu jelas dan penuh semangat, tetapi ada pula saat ketika rasa ragu dan lelah mulai muncul. Bagi penulis, skripsi bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah penelitian, tetapi juga tentang belajar menghadapi ketidakastian, mencari jalan keluar ketika menemui kesulitan, dan tetao melangkat ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. Selama menjalani Selama menjalani perkuliahan di Sains Informasi Geografi, penulis mendapatkan berbagai pengalaman yang secara perlahan membentuk cara berpikir dan cara menghadapi persoalan. Tidak semua proses berjalan dengan mudah, tetapi dari pengalaman tersebut penulis belajar untuk tidak langsung menyerah ketika menemukan kesulitan.

Dok. Penulis
Dalam perjalanan ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi atas arahan dan dukungan yang diberikan selama masa perkuliahan hingga penulis menuntaskan studi. Terima kasih pula penulis sampaikan kepada dosen pembimbing skripsi, Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. dan Ibu Silmi Afina Aliyan, S.T., M.T., yang telah membimbing penulis sejak tahap penyusunan skripsi, pengumpulan data, pengolahan, hingga penulisan hasil penelitian. Arahan dan masukan yang diberikan menjadi bagian penting dalam membantu penulis melewati berbagai persoalan selama proses penelitian.
Perjalanan skripsi penulis dimulai ketika harus menentukan penelitian yang ingin dilakukan. Menentukan tema ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari ketertarikan terhadap suatu topik, ketersediaan data, metode yang digunakan, hingga lokasi penelitian yang memungkinkan untuk menjadi objek penelitian. Pada saat itu, penulis sempat mengalami kebingungan. Ada beberapa topik yang terlihat menarik, tetapi belum tentu dapat dilakukan dengan baik karena harus disesuaikan dengan data dan kemampuan yang dimiliki. Di tengah kebingungan tersebut, ketertarikan terhadap isu kebencanaan, khususnya tanah longsor, mulai memberikan arah. Ketertarikan itu semakin kuat setelah penulis mendapatkan pengalaman melalui kegiatan magang mandiri yang memperkenalkan penulis pada data dan permasalahan yang berkaitan dengan kebencanaan geologi. Dari pengalaman tersebut muncul rasa ingin tahu mengenai bagaimana kondisi dan pergerakan permukaan tanah dapat diketahui melalui teknologi geospasial dan bagaimana informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk melihat potensi tanah longsor. Perlahan, ketertarikan tersebut berkembang menjadi sebuah gagasan penelitian yang kemudian menjadi awal perjalanan skripsi.
Setelah tema mulai terbentuk, penulis mulai mencari berbagai penelitian terdahulu untuk menentukan pendekatan yang sesuai. Pada akhirnya, penulis memilih menggunakan SBAS-InSAR dan Frequency Ratio sebagai bagian dari penelitian. Bagi penulis, keputusan tersebut sekaligus menjadi awal dari proses belajar yang baru karena ada banyak hal yang harus dipahami dan dipelajari kembali. Setelah tema dan metode ditentukan, penulis mulai menyusun proposal. Tahap penyusunan proposal menjadi proses yang cukup panjang karena setiap bagian harus dipikirkan dan disesuaikan. Hingga akhirnya, penulis sampai pada tahap seminar proposal. Ada rasa tegang ketika rancangan penelitian yang selama ini disusun harus dipresentasikan dan dipertanggungjawabkan di hadapan dosen.

Dok. Penulis
Setelah sempro dilewati, berbagai masukan yang diberikan menjadi bahan untuk menyempurnakan penelitian. Penulis kemudian mulai memasuki tahap pengumpulan dan pengolahan data. Di tahap inilah penulis mulai menyadari bahwa penelitian yang terlihat cukup sederhana ketika dituangkan dalam proposal ternyata memiliki tantangan yang berbeda ketika benar-benar dilakukan. Proses penelitian membutuhkan waktu, ketelitian, dan kesabaran. Ada bagian yang berjalan sesuai rencana, tetapi ada pula proses yang harus diperbaiki dan diulang karena hasil yang diperoleh belum sesuai dengan yang diharapkan. Pada beberapa tahap, penulis harus kembali melihat apa yang telah dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan yang mempengaruhi hasil penelitian. Semakin jauh proses penelitian berjalan, semakin penulis memahami bahwa menyusun skripsi bukan hanya tentang mengikuti langkah-langkah yang telah direncanakan. Ada banyak keputusan kecil yang harus dibuat, masalah yang harus diselesaikan, dan hasil yang harus dipahami. Semua itu membutuhkan ketekunan yang terkadang tidak mudah dipertahankan.
Tantangan yang paling terasa muncul ketika berbagai hasil penelitian mulai diintegrasikan. Data yang diperoleh pada sejumlah titik kajian cenderung homogen sehingga hasil yang muncul tidak terlalu bervariasi seperti yang sebelumnya dibayangkan. Kondisi tersebut membuat penulis kembali memeriksa proses yang telah dilakukan. Beberapa tahapan diulang dan hasilnya dibandingkan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam proses penelitian. Pada titik tersebut, penulis mulai merasa bahwa penelitian ini tidak berjalan seperti yang diharapkan. Hasil yang diperoleh juga tidak sepenuhnya sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu yang selama ini digunakan sebagai rujukan. Perbedaan tersebut kemudian menimbulkan berbagai pertanyaan.
Penulis sempat berpikir apakah ada kesalahan dalam pengolahan data, apakah metode yang digunakan kurang tepat, atau apakah ada bagian dari penelitian yang belum dipahami dengan baik. Keraguan tersebut perlahan menjadi beban tersendiri. Semakin sering memikirkan hasil yang berbeda dari harapan, semakin besar pula rasa khawatir yang muncul. Ada saat ketika penulis merasa ingin mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang telah dibayangkan sejak awal. Namun, semakin berusaha memaksakan hasil tersebut, penulis justru semakin kehilangan arah. Pada akhirnya, penulis mencoba berhenti sejenak dan kembali melihat penelitian dari awal. Literatur dibaca kembali, data diperiksa, tahapan penelitian ditinjau, dan berbagai permasalahan mulai didiskusikan. Dari proses tersebut, penulis perlahan memahami bahwa penelitian tidak selalu harus menghasilkan sesuatu yang sama dengan penelitian sebelumnya. Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Kondisi bentang lahan, geologi, data yang digunakan, hingga periode pengamatan dapat memengaruhi hasil penelitian. Karena itu, perbedaan hasil tidak selalu menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan mengalami kegagalan.
Pemahaman tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan skripsi penulis. Penulis mulai belajar bahwa penelitian bukan tentang bagaimana mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan, tetapi bagaimana memahami hasil yang diperoleh dan menjelaskannya berdasarkan data yang ada. Dari sana, penulis mulai kembali menyusun hasil penelitian, memperbaiki analisis, dan mencoba melihat temuan penelitian dengan sudut pandang yang lebih terbuka. Perlahan, rasa ragu yang sebelumnya begitu besar mulai berubah menjadi dorongan untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Dari sana, penulis mulai kembali menyusun hasil penelitian, memperbaiki analisis, dan mencoba melihat temuan penelitian dengan sudut pandang yang lebih terbuka. Perlahan, rasa ragu yang sebelumnya begitu besar mulai berubah menjadi dorongan untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

Dok. Penulis

Dok. Penulis
Setelah melewati berbagai proses pengolahan dan analisis, perjalanan belum langsung selesai. Penyusunan hasil penelitian kembali diwarnai dengan revisi. Peta harus diperiksa, tabel disesuaikan, hasil analisis dijelaskan, dan setiap bagian harus dibuat saling berhubungan. Ada kalanya penulis merasa lelah karena harus kembali memperbaiki bagian yang sebelumnya sudah dianggap selesai. Namun, sedikit demi sedikit, bagian-bagian tersebut mulai terselesaikan. Dari proses tersebut penulis belajar bahwa menyelesaikan skripsi membutuhkan kesabaran, terutama ketika sesuatu yang sudah dikerjakan harus kembali diperbaiki. Setelah melalui proses yang cukup panjang, penulis mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi tahap akhir, yaitu sidang skripsi. Rasa gugup kembali muncul. Penelitian yang selama ini dikerjakan harus dipresentasikan dan dipertanggungjawabkan di hadapan tim penguji. Materi penelitian dipelajari kembali, kemungkinan pertanyaan dipikirkan, dan berbagai kekurangan dalam penelitian coba dipahami agar penulis dapat menjelaskan penelitian dengan lebih baik.

Dok. Penulis
Sampai akhirnya, kesempatan untuk mengikuti sidang skripsi itu datang. Saat mengikuti sidang, ada rasa lega sekaligus haru ketika menyadari bahwa perjalanan yang sebelumnya terasa begitu panjang akhirnya sampai pada satu titik penting. Memang masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui setelah sidang, tetapi bagi penulis, dapat berdiri dan mempertanggungjawabkan penelitian di hadapan tim penguji sudah menjadi pencapaian tersendiri. Pada titik tersebut, penulis kembali mengingat berbagai hal yang telah dilewati. Mulai dari kebingungan menentukan tema, mencari metode, menyusun proposal, menghadapi seminar proposal, mengolah data, mengulang proses yang belum sesuai, menghadapi hasil yang sempat menimbulkan keraguan, hingga akhirnya menyelesaikan laporan penelitian. Semua proses tersebut tidak mungkin dilalui seorang diri. Ada banyak pihak yang hadir dan memberikan dukungan, baik melalui arahan, masukan, bantuan, maupun sekadar memberikan semangat ketika penulis mulai merasa lelah.
Ucapan terima kasih juga penulis tujukan kepada tim penguji, yaitu bapak Dr. Ir. Muhammad Ihsan, S.T., M.T., ibu Tiara Handayani, S.Si., M.Sc., dan bapak Andy Wibawa Nurrohman, S.Pd., M.Sc. atas berbagai masukan yang diberikan selama proses sidang. Berbagai masukan tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan penelitian sekaligus memberikan pengalaman bagi penulis untuk melihat penelitian dari sudut pandang yang lebih luas. Tidak lupa, penulis juga berterima kasih kepada teman-teman seperjuangan SaIG 2022 yang selama proses skripsi turut menjadi tempat bertukar cerita dan berdiskusi. Mulai dari membicarakan kendala pengolahan data, saling mengingatkan jadwal bimbingan, hingga saling memberikan semangat ketika mulai merasa jenuh. Meskipun setiap orang memiliki penelitian dan perjuangannya masing-masing, proses tersebut terasa sedikit lebih ringan karena dijalani bersama. Pada akhirnya, perjalanan skripsi ini mengajarkan penulis bahwa tidak semua hal harus berjalan sesuai dengan rencana untuk dapat menghasilkan sesuatu yang berarti. Ada hasil yang berbeda dari harapan, ada proses yang harus diulang, ada rasa ragu yang sempat membuat langkah terasa berat, dan ada masa ketika penulis hanya ingin segera menyelesaikan semuanya. Namun, dari semua itu penulis belajar bahwa sebuah proses tidak selalu dinilai dari seberapa cepat kita sampai, tetapi dari bagaimana kita tetap memilih untuk melanjutkan ketika perjalanan mulai terasa berat.

Dok. Penulis
Untuk adik-adik tingkat yang nantinya akan memasuki perjalanan skripsi, penulis ingin menyampaikan bahwa tidak perlu terlalu takut jika pada awalnya merasa bingung atau belum tahu harus memulai dari mana. Penulis juga pernah berada di posisi tersebut. Menentukan tema, memilih metode, hingga menghadapi hasil penelitian yang tidak sesuai harapan merupakan bagian dari proses yang mungkin akan kalian temui. Jangan terlalu terburu-buru membandingkan perjalanan kalian dengan orang lain. Setiap orang memiliki waktu, kemampuan, dan tantangan yang berbeda. Ada yang mungkin lebih cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih lama, dan ada pula yang harus beberapa kali mengubah atau memperbaiki rencana penelitian. Semua itu bukan berarti kalian tertinggal.
Pada akhirnya, perjalanan skripsi ini mengajarkan penulis bahwa tidak semua hal harus berjalan sesuai dengan rencana untuk dapat menghasilkan sesuatu yang berarti. Ada hasil yang berbeda dari harapan, ada proses yang harus diulang, ada rasa ragu yang sempat membuat langkah terasa berat, dan ada masa ketika penulis hanya ingin segera menyelesaikan semuanya. Namun, dari semua itu penulis belajar bahwa sebuah proses tidak selalu dinilai dari seberapa cepat kita sampai, tetapi dari bagaimana kita memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan ketika keadaan mulai terasa berat. Kesempatan untuk menyelesaikan skripsi ini mungkin sempat terasa seperti sesuatu yang hilang di tengah perjalanan. Namun, pada akhirnya kesempatan tersebut kembali ditemukan melalui keberanian untuk mencoba lagi, memperbaiki apa yang masih kurang, dan menyelesaikan apa yang sudah dimulai.
Bagi penulis, skripsi bukan hanya tentang sebuah penelitian yang akhirnya selesai. Lebih dari itu, skripsi menjadi perjalanan untuk belajar percaya kembali pada proses dan pada kemampuan diri sendiri. Kini, setelah sampai pada tahap sidang, penulis dapat melihat kembali perjalanan tersebut dengan perasaan yang berbeda. Hal-hal yang dahulu terasa berat ternyata perlahan dapat dilewati satu per satu. Mungkin perjalanan ini belum sepenuhnya selesai sampai seluruh proses akademik benar-benar tuntas, tetapi setidaknya satu bagian besar telah berhasil dilalui. Dan untuk sampai pada titik ini, penulis belajar satu hal sederhana: terkadang kesempatan yang kita kira sudah hilang sebenarnya masih ada, selama kita belum benar-benar berhenti untuk mencarinya.
