Tanggal Kegiatan: Selasa, 1 September - Rabu, 30 September 2026 (Awal Magang)
Penulis: Dhafin Dwi Wicaksono (SaIG, 2307028) & Rian Hidayat (SaIG, 2303577)
Penyunting : Reva Laelatul Zahra
Pada tanggal 1 hingga 4 september menjadi minggu pertama pelaksanaan kegiatan magang kami di PT Perkebunan Nusantara 1 Regional 2, tepatnya pada Bagian Tanaman dan Teknik Pengolahan (bidang pemetaan). Kegiatan awal dimulai dengan penjelasan mengenai ruang lingkup kerja perusahaan, fungsi dan tugas bidang pemetaan, pengenalan berbagai alat, software yang digunakan, hingga pengolahan data geospasial yang biasanya digunakan. Selanjutnya kami memulai tugas pertama kami dengan membuat layout peta berbagai kebun beserta unitnya yang dinaungi oleh perusahaan seperti kebun Batulawang, Cikumpay, Jalupang, Ciater, Pasir badak, dan sebagainya. Selain itu, kami dipercaya untuk membuatkan peta rencana relokasi di wilayah Ciater dengan memanfaatkan foto udara dan foto geotagging. Hari terakhir di minggu pertama, kami mendapatkan instruksi untuk membuat peta tutupan lahan kebun Cikumpay lalu dilanjutkan dengan kebun Montaya terutama berdasarkan vegetasi di atasnya menggunakan foto udara yang sudah tersedia.

Memasuki minggu kedua, fokus kegiatan kami masih melanjutkan digitasi tutupan lahan. Namun, terdapat penyesuaian dari rencana awal sehingga cakupan area yang harus didigitasi menjadi jauh lebih luas jika dibandingkan dengan yang rencana awal. Setelah seluruh wilayah sudah terdigitasi, hasilnya kami presentasikan sebagai bahan pertimbangan Bagian Tanaman dalam merencanakan pelaksanaan program strategis perusahaan yang akan segera dilakukan.
Pada minggu ketiga, tugas berlanjut pada analisis batas kriteria tata guna lahan. kami mendapat arahan untuk mengidentifikasi area bervegetasi pohon berdasarkan tingkat kemiringan lereng dibawah dan diatas 26% mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, kami juga membuat peta kemiringan lereng kebun Montaya secara menyeluruh untuk membantu menentukan target wilayah yang masuk dalam rencana program selanjutnya.

Selanjutnya pada minggu keempat, kami diinstruksikan untuk membuat layout kebun Sedep beserta unit unit kebun didalamnya. Selain itu, kami juga melakukan identifikasi serta penghitungan luasan area kerja sama yang tidak sesuai dengan peruntukan atau kesepakatan awal di sejumlah kebun yang berlokasi di Purwakarta, Pangalengan, dan Cianjur. Setelah data dan hasil analisis diperoleh, kami berkesempatan menghadiri rapat koordinasi bersama pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pemanfaatan lahan kerja sama tersebut untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi fakta di lapangan.
Melalui serangkaian kegiatan magang yang telah dijalani selama empat minggu di PT Perkebunan Nusantara 1 Regional 2, Kami tidak hanya mengaplikasikan ilmu geospasial yang diperoleh dibangku perkuliahan, tetapi juga memahami secara mendalam betapa pentingnya peran pemetaan dalam pengelolaan lahan perkebunan. Dari penyusunan layout peta kebun, digitasi tutupan lahan, hingga analisis kemiringan lereng, setiap tugas memberikan gambaran nyata tentang bagaimana data spasial menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan dan perencanaan program strategis perusahaan.

Pengalaman berharga ini memberikan sudut pandang baru mengenai kompleksitas tata kelola lahan perkebunan, terutama saat menghadapi tantangan dinamika lapangan, penyesuaian regulasi pemerintah, serta verifikasi lahan kerja sama melalui interaksi dan diskusi bersama berbagai pihak terkait. Kami jadi terbiasa bekerja dengan data yang tidak selalu ideal, menyesuaikan diri dengan kebutuhan perusahaan, dan mengomunikasikan hasil pekerjaan secara jelas.
Selain pemahaman teknis, kegiatan magang ini juga melatih ketelitian dan ketepatan dalam bekerja. Proses digital pada wilayah yang cakupannya diperluas, penentuan area berdasarkan kemiringan lereng, hingga perhitungan luasan lahan kerjas ama menuntut hasil yang akurat, sebab selisih kecil pada peta dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh bagian Tanaman. Dari sini kami belajar bahwa setiap garis dan poligon yang kami buat memiliki konsekuensi nyata di lapangan.
Kami juga menyadari bahwa pekerjaan pemetaan tidak dapat berdiri sendiri. Kerja sama antar anggota tim, arahan dari pembimbing, serta komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat sangat membantu kami dalam menyelesaikan tugas, terutama ketika ada perubahan rencana yang mengharuskan kami menyesuaikan pekerjaan dengan cepat. Pengalaman ini mempertemukan teori yang kami pelajari di perkuliahan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga kami semakin memahami keterampilan apa saja yang perlu diasah.
Ke depan, kami berharap sisa masa magang dapat kami manfaatkan untuk memperdalam kemampuan pengolahan data geospasial sekaligus memberi kontribusi yang bermanfaat bagi perusahaan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembimbing dan rekan di PTPN 1 Regional 2 atas bimbingan dan kesempatan belajar yang telah diberikan pada perjalanan ini.
"Peta bukan sekadar goresan garis dan kumpulan warna di atas kertas, melainkan cerita tentang bagaimana manusia memahami, menjaga, dan mengelola setiap jengkal bumi demi masa depan yang lebih berkelanjutan."
