Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
[MRL News] Implementasi Program Kerjasama Antar Institusi : MoA dan IA Prodi MRL UPI dengan Disparbud Pangandaran Perkuat Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

PANGANDARAN - Dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen Resort dan Leisure (MRL), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengunjungi Alun-alun Pendopo Parigi, Kabupaten Pangandaran. Rombongan bertemu dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran beserta jajarannya  dalam rangka pelaksanaan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA). Kunjungan ini dimotori oleh dosen prodi MRL, yakni Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si; Reiza Miftah Wirakusuma, M.Sc, Ph.D; Widyastuti, S.Sos., M.P.Par dan Hyldan Natawiguna, M.Sc serta turut membersamai 84 mahasiswa Prodi MRL angkatan 2025.

Kerja sama ini mencakup dua fokus utama: pelaksanaan praktikum perkuliahan terpadu di Pangandaran, serta hilirisasi produk perkuliahan agar dapat dimanfaatkan langsung oleh industri dan masyarakat di bidang pariwisata. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian praktikum terpadu 84 mahasiswa MRL angkatan 2025 yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026.

Foto 1. Foto Bersama Antar Institusi MRL UPI dan Kepala Dinas Kabupaten Pangandaran Beserta Staf

Sumber : Dokumentasi, 2026

Ruang Lingkup Kerja Sama

MoA dan IA menjadi landasan operasional kolaborasi antara Prodi MRL UPI dan Disparbud Kabupaten Pangandaran. Melalui kerja sama ini, Pangandaran menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa, sementara pemerintah daerah memperoleh masukan berbasis kajian akademik.

Foto 2. Sambutan dan Penerimaan Rombongan MRL UPI oleh Kepala Dinas Pariwisata Kab. Pangandaran

Sumber : Dokumentasi, 2026

Praktikum terpadu mengintegrasikan tiga mata kuliah, yaitu Perencanaan Pariwisata, Perilaku Konsumen Pariwisata, dan Manajemen Atraksi Budaya. Mahasiswa melakukan observasi di Cagar Alam Pangandaran, Pantai Barat Pangandaran, Citumang, dan Aquarium Indonesia, serta mengkaji perilaku wisatawan melalui survei kuesioner.

Hasil praktikum tidak berhenti sebagai laporan tugas kuliah. Melalui skema hilirisasi, temuan dan produk perkuliahan diarahkan untuk dimanfaatkan oleh Disparbud, pelaku industri, dan masyarakat. Bentuknya dapat berupa SOP Kepemanduan, Buku Tamu Digital dan Inventaritasi Produk Wisata serta promosi produk wisata.

Foto 3. Mahasiswa Angkatan 2025 Tertib Mengikuti Prosesi Acara

Sumber : Dokumentasi, 2026

Kontribusi terhadap SDGs

Kerja sama ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:

  • SDG 4 — Pendidikan Berkualitas: praktikum lapangan memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman dan keterampilan relevan bagi dunia kerja pariwisata.
  • SDG 8 — Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (target 8.9): hasil kajian mendukung kebijakan pariwisata berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja serta mempromosikan budaya dan produk lokal.
  • SDG 11 — Kota dan Permukiman Berkelanjutan (target 11.4): observasi aset budaya tangible dan intangible berkontribusi pada upaya pelindungan warisan budaya dan alam.
  • SDG 12 — Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab (target 12.b): kajian perilaku wisatawan menjadi bahan pemantauan dampak pariwisata terhadap masyarakat dan lingkungan.
  • SDG 17 — Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: MoA dan IA mewujudkan kemitraan perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat.

Foto 4. Pemaparan Aspek Pariwisata Kabupaten Pangandaran oleh Kepala Dinas Kabupaten Pangandaran 

Sumber : Dokumentasi, 2026

Sinergisitas Antar Institusi

Kedua pihak sepakat menindaklanjuti MoA dan IA melalui praktikum dan kegiatan akademik berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini memastikan praktikum mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas atau laporan. Kami ingin hasil kajian mahasiswa benar-benar dipakai oleh pemerintah daerah, industri, dan masyarakat Pangandaran,” ujar Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si.

“Hilirisasi produk perkuliahan adalah cara kampus ikut membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berakar pada budaya lokal. Pangandaran memiliki kekayaan alam dan budaya yang layak dikembangkan secara terencana,” Ungkap Dadan Sugistha, S.E., M.M.

Foto 5. Foto Bersama Dosen, Mahasiswa MRL UPI dan Kepala Dinas Kabupaten Pangandaran Beserta Staf

Sumber : Dokumentasi, 2026

Kedua pihak sepakat menindaklanjuti MoA dan IA melalui praktikum dan kegiatan akademik berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *