Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
[MRL News] Mahasiswa MRL UPI Angkatan 2025 Kembangkan SatuWorld, Aplikasi Wisata Ramah Lansia dan Disabilitas, dalam Fukuoka × Indonesia Entrepreneurship Program 2026

Jakarta - Mahasiswa Program Studi Manajemen Resort dan Leisure (MRL), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI), Rhein Raihan Sapril, mengikuti Fukuoka × Indonesia Entrepreneurship Program 2026, program kewirausahaan lintas negara yang diselenggarakan oleh Japan External Trade Organization (JETRO) bersama Pemerintah Kota Fukuoka, Jepang. Bersama tim lintas negara, ia mengembangkan SatuWorld, aplikasi wisata yang dirancang untuk membantu lansia dan penyandang disabilitas, lalu mempresentasikannya pada Demo Day di Jakarta pada 2 November 2026.

Program ini mempertemukan mahasiswa dari wilayah Fukuoka dan Indonesia dalam tim lintas negara untuk merumuskan gagasan bisnis berskala global, sebagai langkah awal menjadi wirausahawan yang mampu bersaing di tingkat internasional. Peserta menjalani lima sesi workshop daring pada 12-28 Oktober 2026, kemudian bertemu langsung di Jakarta pada 31 Oktober-3 November 2026 untuk mengikuti hackathon tiga hari, kunjungan ke perusahaan rintisan (startup), dan sesi networking. Rangkaian program ditutup dengan kegiatan tindak lanjut secara daring hingga 30 November 2026.

Dalam program tersebut, Rhein Raihan Sapril tergabung di Tim 4 bersama Miyata Miu dari Seinan Gakuin University, Tomiyama Yuki dari Fukuoka University, dan Kayla Mutiara Aglina dari Universitas Darma Persada. Tim ini memilih isu aksesibilitas wisata, khususnya bagi lansia dan penyandang disabilitas fisik yang kerap mengalami kesulitan dengan tangga, kursi, dan jalur landai (ramp), serta penyandang disabilitas belajar seperti disleksia.

Dari isu tersebut lahirlah SatuWorld, aplikasi pendamping perjalanan yang dirancang untuk memandu para pengguna selama berwisata. Prototipe SatuWorld mengambil skenario perjalanan wisata di Jakarta sebagai contoh penggunaannya. Tim 4 merancang skema monetisasi bisnis berupa iklan satu kali saat aplikasi pertama kali dibuka, kemudian pengguna dapat memilih paket akses berbayar selama 3, 5, atau 7 hari. Skema ini dipilih karena wisatawan umumnya jarang menggunakan aplikasi perjalanan lebih dari dua minggu, sehingga langganan bulanan dinilai kurang sesuai dengan pola penggunaan.

Selama program berlangsung, Setiap tim mendapat pendampingan dari para mentor hingga akhirnya mempresentasikan hasil pada Demo Day di Jakarta di hadapan para penonton, peserta, dan juri profesional. Demo Day diselenggarakan Senin, 2 November 2026 di Universitas Darma Persada (UNSADA), Jakarta.

Foto 1. Tim Judged Event (Sumber : Dokumentasi, 2026)

“Saya merasa sangat beruntung mendapat kesempatan mengikuti program ini. Pengalamannya benar-benar berharga: saya bertemu mentor-mentor yang luar biasa, mempelajari ilmu-ilmu baru yang keren, dan bekerja bersama tim lintas negara. Saat menyampaikan gagasan SatuWorld di Demo Day, kami memang menerima banyak catatan dari juri, tetapi catatan itu justru menjadi masukan berharga untuk terus memperbaiki dan mengembangkan gagasan kami,” ujar Rhein.

Foto 2.  Anggota Tim 4  bersama Mentor Fukuoka × Indonesia Entrepreneurship Program

(Sumber : Dokumentasi, 2026)

Ketua Prodi MRL, Dr. Ghoitsa Rohmah Nurazizah, M.Si turut menyampaikan rasa bangganya atas prestasi mahasiswa angkatan 2025 dalam ajang tersebut.

"Kami selaku perwakilan prodi menyampaikan rasa haru dam bangga atas prestasi yang gemilang dari salah satu mahasiswa kami", ucap Dr. Ghoitsa. Keikutsertaan mahasiswa MRL UPI dalam program ini menunjukkan bahwa kompetensi di bidang manajemen resort, leisure, dan pariwisata dapat diterapkan pada solusi nyata yang berdampak sosial. Gagasan SatuWorld sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 10: Berkurangnya Kesenjangan dan poin 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena mendorong akses wisata yang setara bagi semua kalangan. Melalui pengalaman ini, FPIPS UPI berharap semakin banyak mahasiswa terdorong untuk berkolaborasi lintas negara demi menghadirkan inovasi untuk pariwisata yang inklusif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *