Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
KEGIATAN RUTIN KOMUNITAS (KRK) 2 SCALE: DARI HUTAN KE LAUT: KRISIS EKOLOGI PULAU GAG DALAM SATU PETA

Penulis: Febi Hasbiani (SaIG, 2307868)

Penyunting: Nanda Herry Fadillatu Yasmin 

Pada bulan Juli, komunitas SCALE telah melaksanakan Kegiatan Rutin Komunitas (KRK) kedua, tepatnya pada tanggal 11 Juli dan 18 Juli 2025 yang dilakukan secara daring. Tema yang diangkat pada KRK kedua ini adalah “Dari Hutan ke Laut: Krisis Ekologi Pulau Gag dalam Satu Peta”. KRK kedua ini memiliki dua koordinator dan pemateri, yaitu Muhammad Ilham Nursalam dan Sri Dewi Wahyuni.

Melalui pendekatan geospasial yang disajikan dalam bentuk peta tematik, kita bisa melihat secara visual bagaimana dampak aktivitas pertambangan, deforestasi, dan alih fungsi lahan telah memicu degradasi lingkungan di Pulau Gag. Pendekatan yang digunakan dalam KRK ini disebut critical cartography atau kartografi kritis. Ini adalah cara memetakan yang tidak hanya fokus pada data teknis, tapi juga mempertanyakan untuk kepentingan siapa dan cerita siapa yang diangkat dalam peta itu.

Dok: Penulis

Perangkat lunak yang digunakan untuk pembuatan peta yaitu QGIS, ArcGIS Pro, dan Canva. Perangkat lunak GIS digunakan untuk memasukkan data, seperti citra hasil pengolahan NDVI, shapefile batas administrasi, dan shapefile terumbu karang, serta mengatur tata letak peta sebelum diekspor ke Canva. Sedangkan Canva digunakan untuk melakukan sandwich layout yang bertujuan agar layout terlihat lebih menarik dan memuat banyak informasi. Pertemuan satu digunakan untuk menjelaskan apa itu critical cartography, layout dasar di perangkat GIS dan Canva. Sedangkan pertemuan dua digunakan untuk membuat layout animasi yang memperlihatkan perubahan luasan terumbu karang di sekitar Pulau Gag.

Dok: Penulis

Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa peta dapat menjadi alat perjuangan ekologis. Ketika digerakkan oleh komunitas, didukung oleh data spasial, dan dikritisi melalui lensa kartografi kritis, peta mampu mengubah persepsi, menggugah empati, dan membangun solidaritas ekologis dari hutan hingga ke laut. Harapannya gerakan berbasis data spasial seperti yang diangkat dalam KRK 2 SCALE sangat relevan dalam mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya untuk mahasiswa Sains Informasi Geografi.

Dok: Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *