Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Validasi Buku PAI Berbasis Eco-Theo-Praxis: UPI, UNP, UNS, dan Polban Dorong Kesadaran Ekologis Mahasiswa Melalui Pendidikan Agama (Quality Education, SDG-s 4)

BANDUNG — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengembangan Model Pembelajaran PAI Berbasis Eco-Theo Praxis untuk Menanamkan Kesadaran Ekologis Mahasiswa.” Kegiatan ini digelar pada Jumat (15/8/2025) di Ruang 309 Lantai 3 Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI, Bandung.

FGD ini merupakan bagian dari proses validasi buku Pendidikan Agama Islam (PAI) yang disusun dengan pendekatan eco-theo praxis, yakni integrasi nilai-nilai teologis, ekologis, dan praksis dalam pembelajaran agama Islam di perguruan tinggi umum (PTU). Buku tersebut dirancang sebagai respons terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan krisis spiritualitas generasi muda.

Tim peneliti penyusun buku terdiri dari akademisi lintas perguruan tinggi, yakni Dr. Irfan AN dari Universitas Sebelas Maret, Dr. Rini Rahman, S.Ag., M.Ag. dari Universitas Negeri Padang, dan Dr. Waway Qudratullah, S.Pd. dari Politeknik Negeri Bandung. Ketiganya mengembangkan konsep pembelajaran PAI yang relevan dengan isu-isu keberlanjutan dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dalam FGD tersebut, hadir sebagai narasumber utama Dr. Wawan Hermawan, M.Ag. dan Dr. Saepul Anwar, S.Pd.I., M.Ag. dari Prodi PAI UPI. Dr. Saepul Anwar memaparkan materi bertajuk “Membangun Kesadaran Ekologis melalui Mata Kuliah PAI di PTU”. Ia menekankan bahwa MK PAI bukan sekadar ruang akademik, melainkan medan pembentukan karakter, spiritualitas, dan kesadaran sosial yang berdampak nyata.

“Menjaga lingkungan adalah bentuk iman yang bergerak, tanggung jawab yang nyata, dan ibadah yang berdampak,” ujar Saepul dalam paparannya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan eco-theo praxis terdiri dari tiga dimensi utama, yakni teologis (menyadari alam sebagai ayat kauniyah), ekologis (menanamkan etika dan akhlak lingkungan), dan praksis (mendorong aksi nyata dan kolaboratif).

FGD ini juga dihadiri oleh delapan dosen dari Prodi PAI dan Politeknik Negeri bandung, antara lain Dr. Agus Fakhruddin, M.Pd., Dr. M. Parhan, M.Ag., Risris Hari Nugraha, M.Hum., Usup Romi, M.Pd., Ganjar Eka Subakti, M.Pd., Achmad Faqihuddin, M.Pd., Indah Sari, M.Pd.I., dan Siti Aini Latifah, M.Pd.

Kegiatan ini dinilai sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Kepdirjendikti No. 84/E/KPT/2020 tentang Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), yang menekankan pentingnya muatan aktual, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui validasi ini, diharapkan buku PAI berbasis eco-theo praxis dapat menjadi rujukan nasional dalam pengembangan kurikulum PAI yang transformatif, berorientasi pada keberlanjutan, dan memperkuat karakter mahasiswa sebagai agen perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *