Bandung Barat — Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar workshop sosialisasi program bertajuk History Ranger: Edukasi Sejarah Islam melalui Permainan Ular Tangga Berbasis Augmented Reality (AR) di Pondok Pesantren Syi’arul Huda, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (23/8/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari PKM-PM (Pengabdian kepada Masyarakat) yang bertujuan memperkenalkan inovasi media pembelajaran sejarah Islam kepada santri dan pengasuh pesantren. Program History Ranger menggabungkan permainan tradisional ular tangga dengan teknologi AR untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Tim pelaksana terdiri dari lima mahasiswa lintas program studi, yakni Puput Rahmania (Ketua, Ilmu Pendidikan Agama Islam), Nurul Fitriyah (Pendidikan Bahasa Arab), Shifa Syalsa Agistina (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Nadia Sabila Fuadi (Ilmu Pendidikan Agama Islam), dan Lintang Luthfi Pastika (Ilmu Pendidikan Agama Islam). Mereka didampingi oleh dosen pembimbing Risris Hari Nugraha, M.Hum.


Workshop yang berlangsung di Kampung Cibodas, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang ini dibuka oleh pimpinan pesantren KH. Dede Alamsyah. Dalam sesi awal, tim PKM memaparkan urgensi pembelajaran sejarah Islam yang kontekstual dan menarik bagi generasi digital-native. Santri dan guru pesantren diajak berdiskusi mengenai tantangan pembelajaran sejarah dan potensi teknologi sebagai solusi.
“Melalui program History Ranger ini, saya merasa belajar sejarah Islam menjadi lebih menarik dan mudah dipahami karena media permainan ular tangga berbasis AR yang digunakan sangat interaktif dan membantu meningkatkan motivasi belajar kami sebagai santri,” ujar Lintang Luthfi Pastika, salah satu anggota tim.
Program ini juga mendapat sambutan positif dari peserta. “History Ranger keren banget! Pakai permainan ular tangga yang dikombinasi teknologi AR jadi lebih asyik belajar sejarah Islam. Gak bosen dan makin semangat ngaji,” ungkap salah satu santri.
Dosen pembimbing, Risris Hari Nugraha, menyebut program ini sebagai terobosan penting dalam pembelajaran agama. “History Ranger sangat relevan dengan kebutuhan santri saat ini, terutama dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran. Saya percaya program ini dapat meningkatkan kedisiplinan dan akhlak mulia sekaligus memperkuat pemahaman sejarah Islam secara menyenangkan dan efektif,” ujarnya.
Secara akademik, program ini memperdalam pemahaman mahasiswa tentang metode pembelajaran berbasis teknologi, khususnya AR. Secara sosial, mahasiswa mengasah kemampuan komunikasi dan membangun kemitraan dengan komunitas pesantren. Secara spiritual, keterlibatan aktif dalam menyebarkan nilai-nilai sejarah Islam dan akhlak mulia turut memperkuat kesadaran religius mahasiswa.
Ke depan, tim PKM berencana melanjutkan program ini dengan pelatihan guru dan santri agar mampu mengoperasikan media secara mandiri. Pembelajaran rutin akan dijadwalkan, dilengkapi dengan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman sejarah Islam, kedisiplinan, dan karakter.
Untuk informasi lebih lanjut dan dokumentasi kegiatan, masyarakat dapat mengikuti akun resmi History Ranger di media sosial:
- 📷 Instagram: @histranger.upi
- 📘 Facebook: @histranger.upi
- 🎵 TikTok: @histranger.upi
