Penulis: Dafa Alwidri Dimarta (SaIG, 2201717)
Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)
Setiap mahasiswa tentu memiliki perjalanan yang berbeda dalam menyelesaikan skripsi. Ada yang sudah mempersiapkan topik penelitian sejak jauh-jauh hari, ada yang sejak awal sudah mengetahui penelitian yang ingin dilakukan, tetapi ada juga yang harus melewati berbagai kebingungan sebelum akhirnya menemukan arah. Saya termasuk salah satu mahasiswa yang mengalami perjalanan tersebut. Bagi saya, skripsi bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi sebuah perjalanan panjang yang mempertemukan saya dengan berbagai pengalaman, tantangan, kegagalan, kesempatan, serta orang baik yang pada akhirnya memiliki peran besar dalam membantu saya sampai pada tahap akhir perkuliahan.
Perjalanan skripsi ini sebenarnya sudah dimulai sejak saya melaksanakan kegiatan magang di Palembang pada Oktober 2025. Pada saat itu, teman magang saya, Farhan, sudah mulai terlebih dahulu mempersiapkan skripsinya. Melihat dirinya sudah mulai bergerak membuat saya merasa tertinggal. Dari sana saya mulai berpikir bahwa saya juga harus segera mempersiapkan penelitian. Saya kemudian mulai membuat beberapa alternatif judul yang nantinya dapat saya ajukan ketika kembali ke kampus Bandung. Saat itu saya berpikir bahwa dengan memiliki beberapa judul, saya sudah cukup siap untuk memulai perjalanan skripsi. Namun ternyata, memiliki judul saja tidak terlalu berarti.
Pada Februari 2026, ketika saya sudah kembali ke Bandung, saya mulai mengajukan judul yang sebelumnya telah saya persiapkan. Namun, salah satu judul yang saya ajukan ternyata sudah digunakan oleh teman saya, sementara beberapa alternatif judul lainnya masih dirasa kurang kuat untuk dijadikan penelitian. Kondisi tersebut membuat saya merasa bingung dan kehilangan arah. Saya tidak tahu harus memulai dari mana, sementara teman yang lain sudah mulai bergerak dengan penelitian mereka. Ditambah lagi, saat itu sudah mendekati perayaan Hari Raya Idulfitri sehingga saya akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Pada saat itu saya hanya berpikir bahwa mungkin saya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sekaligus mencari jalan keluar dari kebingungan yang sedang saya alami.

Dok. Penulis
Ketika hendak kembali ke Bandung, salah satu teman dari SAIG 22, Muhammad Nauval Pahlefi, menghubungi saya dan menanyakan perkembangan skripsi. Ia bertanya bagaimana progres skripsi saya, dan saya menjawab dengan jujur bahwa belum ada progres karena saya masih merasa sangat bingung mengenai penelitian yang akan dilakukan. Tidak lama setelah itu, Nauval menawarkan sebuah kesempatan yang kemudian menjadi titik balik dalam perjalanan skripsi saya. Ia mengajak saya untuk bergabung dalam sebuah project bersama dosen mengenai teknologi 3D Gaussian Splatting. Project tersebut juga melibatkan dua teman lainnya dari SAIG 22, yaitu Bambang Arie Rusyandi dan Hanif Fawwaz. Pada akhir bulan Maret 2026, saya memutuskan untuk menerima kesempatan tersebut.
Kalau dipikir kembali, keputusan sederhana untuk menerima tawaran tersebut menjadi salah satu keputusan paling penting dalam perjalanan akademik saya. Sebelumnya saya tidak memiliki arah, tetapi setelah bergabung dalam project tersebut saya mulai memiliki topik, tujuan, dan lingkungan yang mendorong saya untuk bergerak. Kami kemudian menjalankan project tersebut bersama dengan nama kelompok “Geng Penerbang Drone”. Dalam perjalanan tersebut, kami dibimbing oleh Bapak Muhammad Ihsan sebagai dosen pembimbing pertama dan Ibu Annisa Nabila sebagai dosen pembimbing kedua. Sejak saat itu, rutinitas saya berubah. Hampir setiap minggu kami melakukan bimbingan, berdiskusi, memperbaiki proposal, mempelajari teknologi baru, serta menentukan bagaimana penelitian ini dapat dilaksanakan secara teknis.
Bulan April 2026 menjadi salah satu periode yang sangat produktif bagi kami. Dalam waktu tersebut, kami berhasil menyelesaikan tiga bab awal skripsi sekaligus mulai merencanakan teknis pengambilan data di lapangan. Kami tidak hanya mempersiapkan penelitian dari sisi akademik, tetapi juga harus memikirkan berbagai kebutuhan teknis, terutama perangkat yang akan digunakan dalam proses akuisisi data. Dalam proses tersebut, kami mendapatkan dukungan dan kerja sama dari beberapa pihak, yaitu PT Duta Basis Data Prima, Plaza GPS, dan Teknika Spasial Persada. Dari proses ini saya mulai memahami bahwa sebuah penelitian tidak hanya dibangun melalui tulisan dan teori. Di balik sebuah penelitian terdapat proses komunikasi, koordinasi, persiapan alat, kerja sama, dan dukungan dari berbagai pihak.
Setelah melalui proses bimbingan dan berbagai revisi, kami akhirnya melaksanakan seminar proposal pada 12 Mei 2026. Bagi saya, seminar proposal menjadi salah satu tahapan penting karena setelah melewati tahap tersebut, kami harus membuktikan bahwa penelitian yang telah dirancang dapat dilaksanakan di lapangan. Hanya sekitar satu minggu setelah seminar proposal, kami langsung mempersiapkan kegiatan survei lapangan di Zona Inti Stone Garden Citatah. Pada kegiatan tersebut kami menggunakan berbagai perangkat, yaitu DJI Mavic 3 Enterprise, TERSUS MVP S1, XGRIDS Lixel X1, TLS FARO X130, serta ETS.

Dok. Penulis
Menggunakan banyak perangkat dalam satu kegiatan survei menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Sebelumnya saya lebih banyak memahami berbagai alat tersebut melalui teori dan pembelajaran di perkuliahan, tetapi di lapangan saya dapat melihat dan menggunakannya secara langsung. Saya belajar bahwa setiap perangkat memiliki karakteristik, fungsi, kelebihan, dan keterbatasannya. Saya juga belajar bahwa kegiatan survei lapangan tidak selalu berjalan semudah yang terlihat dalam perencanaan. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari kondisi lokasi, cuaca, kesiapan alat, teknis pengambilan data, hingga koordinasi antaranggota tim. Meskipun melelahkan, kegiatan lapangan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling saya nikmati selama proses skripsi karena saya dapat menerapkan ilmu yang selama ini lebih banyak saya pelajari secara teori.
Setelah kegiatan lapangan selesai, perjalanan belum berhenti karena kami harus memasuki tahap pengolahan data. Untuk data hasil pemindaian TLS FARO, saya mendapatkan bantuan dari PT Duta Basis Data Prima dalam proses pengolahan data di kantor mereka. Bantuan tersebut sangat berarti bagi saya karena pengolahan data TLS memiliki tahapan yang cukup kompleks, sementara data tersebut nantinya digunakan sebagai acuan dalam penelitian. Dari pengalaman tersebut saya semakin memahami bahwa penelitian tidak selalu harus dikerjakan seorang diri. Ada kalanya kita membutuhkan bantuan orang lain yang memiliki pengalaman dan keahlian tertentu. Meminta bantuan bukan berarti kita tidak mampu, tetapi merupakan bagian dari proses belajar untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik.
Memasuki bulan Juni 2026, kami mulai fokus mengerjakan Bab 4 dan Bab 5. Pada tahap ini pekerjaan mulai terasa semakin berat karena banyak data yang harus diolah, dianalisis, dibandingkan, dan kemudian dituangkan ke dalam tulisan. Saya terlalu fokus mengejar pekerjaan hingga kurang memperhatikan waktu istirahat. Akibatnya, kondisi tubuh saya menurun dan saya akhirnya jatuh sakit. Saya harus kembali pulang ke Jakarta dan beristirahat hingga awal Juli. Kondisi tersebut menjadi salah satu titik paling berat dalam perjalanan skripsi saya karena waktu yang tersedia semakin sedikit, sementara pekerjaan pengolahan data masih harus diselesaikan.
Di sisi lain, teman saya, Bambang dan Nauval, sudah lebih dahulu menyelesaikan pekerjaan mereka. Saya kembali merasakan perasaan tertinggal seperti yang pernah saya rasakan ketika berada di Palembang. Namun kali ini situasinya berbeda. Saya sudah memiliki tujuan yang jelas dan untuk yang mendukung saya. Saya akhirnya mencoba kembali bangkit dan mengejar ketertinggalan. Dengan waktu yang semakin terbatas, saya kembali mengerjakan pengolahan data dan penyusunan skripsi. Berbagai pekerjaan harus diselesaikan dalam waktu yang singkat. Alhamdulillah, pada minggu kedua bulan Juli seluruh proses tersebut akhirnya dapat diselesaikan dan saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sidang skripsi pada 22 Juli 2026.

Dok. Penulis
Tanggal tersebut menjadi salah satu tanggal yang tidak akan saya lupakan. Pada hari itu saya bersama Muhammad Nauval Pahlefi dan Bambang Arie Rusyandi akhirnya melaksanakan sidang skripsi. Namun, ada sedikit rasa sedih karena dari empat orang anggota kelompok, hanya kami bertiga yang dapat mengikuti sidang pada waktu tersebut, sedangkan Hanif Fawwaz masih menghadapi kendala sehingga belum dapat mengikuti sidang bersama kami.
Rasanya cukup berat karena kami telah melalui proses panjang bersama, tetapi tidak dapat menyelesaikannya pada waktu yang sama. Walaupun demikian, saya memahami bahwa setiap orang memiliki perjuangannya. Saya berharap Hanif dapat segera menyelesaikan perjuangannya dan mendapatkan kesempatan untuk mencapai tahap yang sama.
Setelah sidang selesai, saya merasa sangat terharu ketika mengingat kembali seluruh perjalanan yang telah dilewati. Saya menyadari bahwa jika bukan karena teman dalam kelompok, mungkin saya tidak akan memiliki progres yang signifikan seperti sekarang. Ketika saya sedang tidak memiliki judul dan tidak tahu harus melakukan apa, Nauval datang menawarkan sebuah kesempatan. Ketika kami menghadapi berbagai kesulitan dalam project, Bambang dan Hanif menjadi bagian dari perjalanan yang membuat semuanya terasa lebih ringan. Dari perjalanan tersebut saya belajar bahwa terkadang kita tidak membutuhkan seseorang yang memberikan semua jawaban atas masalah kita. Kita hanya membutuhkan seseorang yang berkata, “Ayo, kita kerjakan bersama.” Kalimat sederhana tersebut ternyata dapat menjadi awal dari sebuah perjalanan yang besar.

Dok. Penulis
Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Muhammad Ihsan selaku dosen pembimbing pertama yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk terlibat dalam project 3D Gaussian Splatting ini. Terima kasih atas segala waktu, ilmu, arahan, kritik, kesabaran, dan kepercayaan yang telah diberikan selama proses penelitian dan penyusunan skripsi. Bagi saya, bimbingan dari Bapak bukan hanya membantu saya menyelesaikan penelitian, tetapi juga memberikan pengalaman untuk berani mempelajari teknologi dan bidang yang sebelumnya belum saya kuasai. Terima kasih karena Bapak telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengembangkan project ini dan dengan kemurahan hati mendukung berbagai kebutuhan kegiatan kami di lapangan. Dukungan tersebut
menjadi salah satu alasan mengapa penelitian ini dapat berjalan hingga akhirnya kami dapat menyelesaikannya.
Rasa terima kasih yang sama juga saya sampaikan kepada Ibu Annisa Nabila selaku dosen pembimbing kedua yang telah mendampingi perjalanan penelitian ini dengan penuh perhatian dan kesabaran. Terima kasih atas setiap arahan, masukan, koreksi, serta waktu yang Ibu berikan selama proses bimbingan. Kehadiran Ibu menjadi bagian penting dalam membantu kami melihat penelitian dari berbagai sudut pandang dan memperbaiki berbagai kekurangan yang ada. Saya juga sangat berterima kasih atas dukungan Ibu selama proses kegiatan lapangan hingga penyelesaian skripsi. Berbagai arahan yang diberikan menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi saya, bukan hanya untuk menyelesaikan skripsi, tetapi juga sebagai bekal untuk menghadapi dunia setelah perkuliahan.
Saya juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Lili Somantri selaku Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi (SAIG). Meskipun tidak selalu terlibat secara langsung dalam setiap proses penelitian kami, dukungan Bapak terhadap project ini sangat berarti bagi perjalanan kami. Terima kasih karena telah memberikan kepercayaan, dukungan, dan ruang bagi kami untuk mengembangkan project yang menggabungkan berbagai teknologi survei dan pemodelan tiga dimensi. Dukungan yang diberikan dari balik layar menjadi salah satu bagian penting yang memungkinkan project ini terus berjalan. Bagi saya, pengalaman ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah penelitian tidak hanya berasal dari mereka yang terlihat secara langsung dalam prosesnya, tetapi juga dari orang yang memberikan dukungan di belakangnya. Semoga segala kebaikan dan dukungan yang telah Bapak berikan kepada kami mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.

Dok. Penulis
Tidak lupa saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada PT Duta Basis Data Prima, Plaza GPS, dan Teknika Spasial Persada yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan penelitian kami. Dukungan dari berbagai pihak tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya, terutama dalam memahami bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan survei dan penelitian. Saya juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang mungkin tidak dapat saya sebutkan satu per satu, tetapi telah membantu perjalanan penelitian ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Untuk adik tingkat yang nantinya akan memasuki fase penyusunan skripsi, saya ingin berbagi sedikit cerita dari pengalaman yang saya alami. Kesan terbesar yang saya dapatkan adalah bahwa perjalanan skripsi ternyata tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Saya pernah merasa tertinggal ketika melihat teman sudah lebih dahulu mempersiapkan skripsi, pernah merasa bingung karena judul yang saya ajukan ternyata sudah digunakan orang lain, bahkan pernah sampai pada titik tidak tahu harus memulai dari mana. Namun dari semua itu saya belajar bahwa merasa tertinggal bukan berarti kita gagal. Setiap orang memiliki waktu dan jalannya. Jangan terlalu sibuk membandingkan perjalanan kita dengan perjalanan orang lain karena yang terlihat dari orang lain biasanya hanya hasilnya, bukan proses panjang yang mereka lalui untuk sampai ke sana.
Ada sisi baik dan buruk yang saya rasakan selama perjalanan ini. Sisi baiknya, saya mendapatkan kesempatan untuk mempelajari banyak hal baru yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan, mulai dari penggunaan berbagai perangkat survei, UAV, LiDAR, TLS, point cloud, hingga teknologi 3D Gaussian Splatting. Saya juga mendapatkan pengalaman bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan berbagai pihak, melakukan survei lapangan, mengolah data, dan menghadapi permasalahan penelitian secara langsung. Namun sisi buruknya, saya juga belajar bahwaterlalu memaksakan diri bukanlah sesuatu yang baik. Karena terlalu fokus mengejar pekerjaan dan kurang memperhatikan istirahat, saya sampai mengalami masalah dengan kondisi tubuh dan harus kembali pulang ke Jakarta ketika pekerjaan skripsi masih harus diselesaikan. Dari pengalaman tersebut, saya ingin berpesan kepada adik tingkat agar “jangan menganggap kesehatan sebagai sesuatu yang bisa dikorbankan demi mengejar skripsi”. Aturlah
waktu sebaik mungkin, mulai lebih awal, jangan menunda pekerjaan, dan jangan menunggu sampai tekanan semakin besar.
Saya juga ingin berpesan agar adik jangan takut menerima kesempatan baru, meskipun kesempatan tersebut berada di luar kemampuan yang kalian miliki saat itu. Saya sendiri menerima project 3D Gaussian Splatting ketika sebenarnya belum memahami teknologi tersebut secara mendalam. Namun karena berani mencoba, saya akhirnya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Jangan pula merasa harus menyelesaikan semuanya sendiri. Berdiskusilah dengan teman, senior, dosen, maupun orang yang memiliki pengalaman. Jangan malu untuk bertanya ketika mengalami kesulitan. Saya juga belajar bahwa memilih lingkungan pertemanan yang baik sangat penting dalam perjalanan akademik. Carilah teman yang dapat saling mendukung, saling mengingatkan, dan membuat kita terus bergerak ketika salah satu mulai kehilangan semangat.
Jika ada satu hal yang paling saya pelajari dari perjalanan skripsi ini, mungkin jawabannya adalah jangan terlalu takut ketika kita merasa tertinggal. Saya pernah tertinggal, pernah bingung, pernah kehilangan arah, pernah gagal mendapatkan judul, pernah sakit, dan pernah merasa waktu yang tersedia tidak cukup. Namun ternyata semua itu bukan akhir dari perjalanan. Justru dari titik tersebut saya menemukan jalan yang akhirnya membawa saya sampai pada hari sidang.
Pada akhirnya, perjalanan skripsi ini bukan hanya mengajarkan saya mengenai 3D Gaussian Splatting, UAV, LiDAR, TLS, point cloud, mesh, dan akurasi geometrik. Lebih dari itu, perjalanan ini mengajarkan saya tentang ketidakpastian, keberanian mengambil kesempatan, kerja sama, tanggung jawab, menjaga kesehatan, dan arti sebuah pertemanan. Saya belajar bahwa terkadang jalan yang membawa kita menuju tujuan bukanlah jalan yang sejak awal kita rencanakan. Ada kalanya kita justru menemukan jalan tersebut ketika sedang berada dalam kondisi paling bingung.
Karena itu, jika suatu saat ada adik tingkat yang merasa bingung mengenai skripsinya, saya hanya ingin mengatakan bahwa tidak apa jika kalian belum mengetahui harus mulai dari mana, selama kalian tidak berhenti mencari jalan. Mulailah lebih awal, jangan terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain, jangan takut mencoba sesuatu yang baru, jaga kesehatan, dan jangan ragu meminta bantuan. Skripsi memang harus diselesaikan, tetapi jangan sampai proses menyelesaikannya membuat kita lupa bahwa kesehatan, keluarga, teman, dan orang yang mendukung kita juga merupakan bagian penting dari perjalanan tersebut.
Dan ketika akhirnya sampai di titik akhir, mungkin kita akan menyadari bahwa yang paling berharga dari sebuah skripsi bukan hanya hasil penelitian yang tertulis di dalamnya, tetapi perjalanan dan orang yang membuat kita mampu sampai di sana.