Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Digitalisasi Spiritual: Prof. Munawar Rahmat Kembangkan Digital Quran Ver. 3.1 untuk Lonjakan Religious Quotient Mahasiswa

Bandung, 01 Februari 2026 – Program Studi Ilmu Pengetahuan Agama Islam (IPAI) FPIPS UPI kembali memperkokoh posisinya sebagai pelopor inovasi pendidikan religi di Indonesia. Prof. Dr. Munawar Rahmat, M.Pd., Guru Besar Prodi IPAI, telah ditetapkan sebagai salah satu Penerima Hibah Riset Inovasi Indonesia Maju (RIIM) Gelombang 10 Tahun 2026. Proyek riset prestisius ini berfokus pada "Pengembangan Model Pendidikan Agama Islam Berbasis Digital Quran Ver. 3.1 untuk Meningkatkan Religious Quotient Mahasiswa". Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dedikasi akademisi IPAI dalam mengintegrasikan wahyu ilahi dengan kemajuan teknologi mutakhir.

Digital Quran dan Konstruksi Kecerdasan Religius

Pengembangan model pendidikan berbasis Digital Quran Ver. 3.1 merupakan jawaban atas kebutuhan mahasiswa akan akses literasi keagamaan yang cepat, akurat, dan interaktif. Dalam konteks psikologi pendidikan, peningkatan Religious Quotient (RQ) sangat krusial sebagai penyeimbang kecerdasan intelektual dan emosional. Penggunaan media digital dalam pembelajaran Al-Qur'an memungkinkan adanya personalisasi instruksional yang lebih mendalam, di mana teknologi berfungsi sebagai jembatan kognitif untuk memahami pesan-pesan transendental secara lebih kontekstual.

Penelitian dalam jurnal bereputasi global sering menekankan bahwa transformasi digital dalam pendidikan agama tidak boleh hanya sekadar memindahkan teks ke layar, tetapi harus menciptakan ekosistem pembelajaran yang meningkatkan keterlibatan spiritual. Merujuk pada teori Instructional Technology, integrasi konten digital yang sistematis dapat memperkuat retensi nilai-nilai moral dalam struktur kesadaran mahasiswa. Riset Prof. Munawar ini diproyeksikan menjadi rujukan nasional dalam memformulasikan model pembelajaran agama yang relevan dengan karakteristik generasi digital native.

Sinergi Riset dengan Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Capaian hibah RIIM ini merupakan kontribusi strategis Prodi IPAI terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Dengan mengembangkan model pendidikan berbasis digital, riset ini memperluas akses terhadap sumber belajar berkualitas tinggi yang mampu membentuk karakter mahasiswa secara holistik. Penggunaan platform digital juga memastikan bahwa inovasi pendidikan dapat dijangkau secara luas tanpa batasan geografis.

Selain itu, riset ini mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan perangkat lunak pendidikan berbasis konten lokal yang inovatif. Inisiatif Prof. Munawar membuktikan bahwa inovasi di bidang humaniora dan agama memiliki peran penting dalam membangun infrastruktur mental masyarakat Indonesia yang tangguh menghadapi tantangan global dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Qurani.

Implikasi bagi Masa Depan Akademik IPAI UPI

Keberhasilan Prof. Dr. Munawar Rahmat, M.Pd. dalam meraih hibah RIIM Gelombang 10 ini tidak hanya berdampak pada reputasi personal, tetapi juga meningkatkan daya saing riset Program Studi IPAI secara institusional. Integrasi antara riset dan pengajaran akan memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya bagi mahasiswa, di mana produk riset berupa Digital Quran Ver. 3.1 dapat langsung diuji coba dalam proses perkuliahan untuk meningkatkan kualitas spiritualitas mahasiswa.

Langkah ini mempertegas identitas UPI sebagai "Education University" yang senantiasa melahirkan inovasi untuk kemajuan peradaban. Dukungan penuh dari pimpinan universitas dan fakultas diharapkan terus memacu para dosen lainnya untuk melakukan riset kolaboratif yang mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan karakter dan kecerdasan religius generasi bangsa.

Raihan hibah RIIM oleh Prof. Munawar Rahmat adalah pengingat bahwa di tengah percepatan teknologi, Al-Qur'an tetap menjadi sumber cahaya yang tak akan pernah kering untuk digali maknanya. Melalui Digital Quran Ver. 3.1, kita diajak untuk melihat bahwa teknologi hanyalah alat, namun kecerdasan religius yang tumbuh di dalam hati adalah tujuan utamanya. Semoga riset ini menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan keberkahan, membimbing mahasiswa kita menjadi pribadi yang cerdas secara akal dan mulia secara spiritual.